Indeks harga saham gabungan atau IHSG kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. Ini menjadi penurunan selama 8 hari perdagangan berturut-turut. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG anjlop 3,53% atau turun 223 poin ke level 6094. Tekanan datang dari kombinasi sentimen domestik dan global yang masih membayangi pasar. Total transaksi perdagangan mencapai 18,49 triliun dengan volume 35,7 miliar saham. Sebanyak 663 saham melemah, sementara hanya 88 saham yang berhasil menguat.
Investor asing juga tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sebesar Rp544 miliar di seluruh pasar. Saham dengan aksi jual asing terbesar dipimpin oleh Antam senilai Rp204 miliar. Disusul BBRI R5 miliar, lalu BMRI sebesar Rp14 miliar. Aksi jual juga terjadi pada saham TLKM, BBCA hingga ASI. Pelemahan IHSG terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap pelemahan rupiah, arus keluar dana asing, serta ketidakpastian global akibat tensi geopolitik dan arah suku bunga Amerika Serikat.
Keputusan bisnis terbaik datang [musik] dari data, bukan tebakan. Mudah berlangganan bisnis insight dengan subscribe with Google. Download aplikasi kontan sekarang [musik] di App Store atau Play Store.

Komentar