Komandan Komando Pusat Amerika Serikat atau Sencom mengklaim bahwa beberapa negara-negara Arab ikut melancarkan serangan terhadap Iran selain Israel. Bahkan juga mengklaim bahwa lima dari negara itu selain Yordania telah memberikan intelijen logistik dan fasilitas kepada pasukan Washington selama perang. Mengutip Almayadin pada 15 Mei, hal ini diutarakan oleh Jenderal Brad Cooper pada Kamis, 14 Mei 2026. Kooper memuji sekutu regional selama perang juga menyatakan bahwa Washington memperkuat kerja sama militer dengan
beberapa negara regional selama agresi terhadap Iran. Menyebut Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Yordania, dan Israel karena telah memberikan kontribusi politik dan militer melawan Iran. Memberikan intelijen logistik dan fasilitas kepada pasukan Amerika Serikat selama perang. GPR juga mengatakan Amerika Serikat mengamati peningkatan aktivitas rudal balistik Iran dan upaya produksi pada akhir tahun 2025 yang menurutnya merupakan ancaman bagi pasukan Washington dan sekutu regional. Terlepas
dari claim, Cooper mengatakan bahwa Iran masih mempertahankan kemampuan militer yang memungkinkannya untuk menimbulkan ancaman setelah perang baru-baru ini. Juga menuduh bahwa kampanye tersebut melemahkan sekutu regional Iran termasuk Hamas, Hizbullah Lebanon dan Ansaralah Yaman dan mengatakan bahwa mereka sekarang menghadapi kesulitan dalam memperoleh senjata perang. Yeah.

Komentar