JAKARTA — Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) secara resmi merilis laporan hasil riset Programme for International Student Assessment (PISA) 2025. Di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), Singapura kembali mengukuhkan posisinya di peringkat puncak global. Sementara itu, skor capaian literasi, matematika, dan sains Indonesia tercatat masih tertinggal dan berada di bawah posisi negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.
Hasil evaluasi berskala internasional ini menjadi sorotan kritis bagi pembenahan mutu dan sistem kurikulum pendidikan nasional Indonesia ke depan.
Peta Peringkat PISA 2025 di Asia Tenggara
Berdasarkan data yang dirilis OECD, berikut adalah posisi capaian kualitas pendidikan di antara negara-negara anggota ASEAN:
1. Dominasi Singapura di Puncak Global
Singapura terus memimpin dengan skor rata-rata tertinggi pada ketiga bidang uji utama (Matematika, Sains, dan Membaca). Keunggulan ini didukung oleh efektivitas kurikulum, kualifikasi tenaga pendidik, serta integrasi teknologi dalam pembelajaran.
2. Lonjakan Prestasi Vietnam dan Thailand
Vietnam menunjukkan konsistensi luar biasa dengan skor literasi sains dan matematika yang melampaui rata-rata negara berkembang. Begitu pula dengan Thailand yang mencatatkan perbaikan skor signifikan dibandingkan periode penilaian sebelumnya.
3. Evaluasi Skor PISA Indonesia
Skor kemampuan akademis siswa usia 15 tahun di Indonesia masih menghadapi tantangan pada ketimpangan kualitas pembelajaran antarwilayah serta pemahaman konsep berpikir kritis (High Order Thinking Skills/HOTS).
Tantangan Utama Sistem Pendidikan Indonesia Menurut Hasil PISA 2025
Laporan ini menggarisbawahi beberapa faktor mendasar yang memengaruhi capaian indikator pendidikan nasional:
-
Kesenjangan Mutu Pendidikan Antardaerah: Ketimpangan fasilitas pendukung dan akses teknologi antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih menjadi kendala utama pemerataan mutu.
-
Penguatan Literasi Dasar dan Kemampuan Numerasi: Diperlukan penekanan pembelajaran yang berfokus pada analisis pemecahan masalah konkret, bukan sekadar hafalan materi.
Kebijakan Pembenahan kurikulum dan Langkah Strategis Pemerintah
Merespons capaian PISA 2025, Kementerian Pendidikan terus merumuskan langkah perbaikan secara komprehensif:
-
Peningkatan Kualitas dan Pelatihan Guru: Fokus utama diarahkan pada penguatan kompetensi pedagogik serta pelatihan pembelajaran berbasis penalaran kritis.
-
Pemerataan Sarana dan Infrastruktur Sekolah: Mempercepat modernisasi fasilitas pendidikan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) untuk memperkecil ketimpangan belajar.
Komentar