Satu persatu barang dan perabot milik keluarga Purnawirawan prajurit TNI AU dikeluarkan petugas Lanut TNI AU Mulyono Senin pagi. Setidaknya ada seilan rumah dinas di Jalan Gajah Mada blok 2A, B, C, dan D yang menjadi objek penertiban. Sementara satu rumah yang seharusnya juga menjadi objek penertiban masih diberi keringanan hingga seminggu ke depan karena alasan kemanusiaan. Upaya mediasi dan pendekatan humanis memang masih dilakukan hingga detik-detik terakhir penertiban. Komandan Lanut Mulyono, Kolonel
Penerbang Ahmad Mulono bahkan mendatangi satu persatu dari sembilan rumah dinas yang akan ditertibkan. Sebelum penertiban Senin pagi, tiga rumah dinas lainnya sudah dikembalikan keluarga Purnawirawan secara sukarela. Kepada Wara Kawuri dan keluarga Purnawirawan, Komandan Lanut Mulyono menyampaikan langsung dasar penertiban sesuai keputusan Kepala Staf Angkatan Udara tentang petunjuk teknis pengelolaan rumah negara di lingkungan TNI Angkatan Udara. Pada intinya, para purnawirawan dan ahli warisnya sudah tidak berhak
lagi mendiami rumah dinas karena ada ratusan prajurit aktif dan keluarganya yang juga membutuhkan fasilitas yang sama. Penertiban Senin, 27 April 2026 pagi menjadi langkah terakhir setelah pihak Lanut Mulyono menempuh serangkaian langkah administratif dan persuasif mulai dari sosialisasi dan tiga kali penyampaian surat peringatan hingga rapat koordinasi terakhir dengan keluarga para purnawirawan tanggal 29 Oktober 2025 silang. penertiban artinya mulai dari awal kita ajak komunikatif ya dengan cara kita
humanis ya aran pimpinan kita masih memberikan kesempatan untuk diskusi datang ke lanut kita undang permasalahannya apa termasuk keluarganya kita undang jadi tidak semata-mata kita bertindak sewenang-wenang tanpa menghargai mereka kondisinya bagaimana kita pikirkan semuanya tapi kan ada batas waktu batas waktu itulah yang kami gunakan untuk ee penertiban ini. Banyaknya rumah dinas yang masih dihuni purnawirawan maupun ahli warisnya menjadi anomali dan ironi mengingat ada ratusan personil aktif yang belum
memperoleh fasilitas rumah [musik] dinas. Di lingkungan pangkalan TNI AU Mulyono saja setidaknya ada 16 KK yang tinggal di kontrakan. Sementara 15 KK menumpang di rumah [musik] keluarga. Belum lagi ditambah 54 penghuni 16 kamar mes bujangan yang seharusnya hanya diisi maksimal 32 orang yang sebagian juga akan menikah dan membutuhkan rumah dinas. Organisasi dan jumlah personel Lanut Mulyono sendiri terus berkembang. Namun seperti halnya di matra lainnya tidak diimbangi dengan penambahan jumlah rumah dinas. Alan Maulana Agadipa
Surabaya, Jawa Timur. Oh

Komentar