ee kita besar. Jadi kenapa saya sangat ee apa ee berusaha untuk bisa datang? Saya merasa bahwa ini salah satu gerakan perjuangan kita yang didokumentasikan oleh teman-teman jurnalis dia. Ini sebenarnya contoh yang memang kita apa lihat negara atas nama PSN itu dia mengorbankan seluruhnya mulai dari wilayah adatnya, budayanya, hak-hak masyarakat itu tidak dihargai. Jadi Papua itu dianggap kosong dianggap masyarakat yang tidak punya punya wilayah. Jadi saya merasa ee nonton bareng ini betul-betul harus melibatkan
banyak orang. Jurnalis itu harus berperan aktif untuk ee terus menyuarakan bahwa kami itu masyarakat adat pemilik bukan yang hanya menonton PSN ee apa perusahaan-perusahaan negara itu yang mengorbankan wilayah adat yang cukup luas menjadi dianggap menjadi ee tempat untuk mensejahterakan orang lain tapi kita menjadi korban. Sebenarnya itu sudah banyak sekali. Kalau kami di apa e di Sulawesi Tengah ini kita lihat Morowali masyarakat adat itu sudah terpinggirkan. Mereka itu tidak merasakan manfaat langsung. Apa itu yang
sudah dianggap luar biasa memberikan kesejahteraan untuk negara ini. Tapi mereka hanya sebagai penonton mulai masuk lagi di Pariki. Kalau di kita, kalau kita tidak kuat di masyarakat, kita hanya jadi penonton juga misalnya kalau dari luasan wilayahku yang kurang lebih 22.950 hektar itu 18.000 loh diklaim oleh Taman Nasional. Dan kalau konsep yang sebenarnya itu tidak boleh diapa-apain. Jadi itu hanya boleh dilihat karena itu menjadi kontribusi udara segar. Kontribusinya untuk penyangga dunia, paru-paru dunia.
Sementara paru-paru masyarakat itu tidak diperhatikan. P

Komentar