Berita Utama
Beranda / Berita Utama / Kemenhub Sidak Pool Taksi Green SM, Memeriksa Armada Sesudah Insiden Bekasi Timur

Kemenhub Sidak Pool Taksi Green SM, Memeriksa Armada Sesudah Insiden Bekasi Timur

Saudara Kementerian Perhubungan melakukan sidak ke Pul Taksi Green SM di Bekasi pada Selasa malam untuk memastikan penerapan sistem manajemen keselamatan perusahaan angkutan umum sekaligus mengusut keterlibatan Green SM dalam kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. Sidak dilakukan di Pul taksi Green SM di Bekasi karena merupakan lokasi asal operasional kendaraan yang terduga terlibat kecelakaan. Sidak difokuskan pada pemeriksaan kelengkapan administrasi, kelaikan kendaraan, kesiapan operasional armada hingga elemen keselamatan

lainnya. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan juga akan melakukan pengusutan di Pul pusat Green SM di Kemayoran Jakarta Pusat. Nantinya seluruh temuan akan diserahkan ke pihak kepolisian dan KNKT untuk mengusut penyebab kecelakaan. Ada beberapa temuan yang kami dapatkan di pool ini dan mungkin besok itu kita perlu pendalaman lagi di pusat ya, Pul di Kemayoran. Mudah-mudahan dengan data-data yang ada kita mendapatkan kesimpulan terkait ee pemenuhan SMK PAU ini yang nantinya ya kita akan evaluasi

tentu kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian kemudian KNKT untuk menentukan ee dugaan keterlibatan Green Taksi ini dalam peristiwa kecelakaan kereta api yang terjadi kemarin. Sebelumnya taksi listrik Green SM sempat disinyalir menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan antara kereta api jarak jauh Argo Bromo Angrek dan KRL Komuter Line. Berdasarkan keterangan saksi kecelakaan antara Ka Argo Angrek atau Argo Bromo Angrek yang menabrak kereta listrik bermula dari sebuah KRL lain dari arah Jakarta yang menabrak

sebuah taksi yang mogok di perlintasan dekat stasiun Bekasi Timur. Akibat kejadian itu, perjalanan KRL berhenti tak melanjutkan perjalanan. Akibat kecelakaan KRL dan taksi ini, rangkaian KRL lain, yakni relasi Kampung Band Cikarang terpaksa berhenti darurat dan tertahan di jalur 1 stasiun Bekasi Timur. H

 

Menkeu Purbaya Menggolang Senilai Rp2 T per Hari ke Pasar Obligasi Beban Rupiah Mebes

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *