Olahraga
Beranda / Olahraga / Gila Nih Bos Lawannya Bek EPL! Pasti Menangkah Indonesia Mengalahkan Oman dan Mozambik

Gila Nih Bos Lawannya Bek EPL! Pasti Menangkah Indonesia Mengalahkan Oman dan Mozambik

Jujur agak gimana gitu. Bulan lalu PSSI bilang kalau calon lawan Indonesia di FIFA M Day Juni itu negara yang enggak lolos Piala Dunia 2026 sampai tiba-tiba Mak Jreng. Diumumkan bahwa dua negara itu adalah Oman dan Mozambik. Memang betul sih mereka bernasib sama dengan Indonesia, tapi berarti ekspektasi mimin yang ketinggian nih. Ah, ya sudahlah disyukuri aja daripada cuma sparing lawan Timor Leste atau Brunei yekan, jadwal pertandingan telah dikeluarkan. Semuanya akan digelar di Gelora Bung Karno pada 5 dan 9 Juni mendatang.

Mumpung masih ada waktu sebelum laga dimulai, menarik untuk diulas peta kekuatan dari Oman dan Mozambik. Dengar-dengar salah satu dari mereka ada yang diperkuat back dari Premier League ya. Wah, asik tuh lawan pemain-pemain diaspora kita yang main di Liga Eropa. Jumat, 5 Juni 2026, Gelora Bung Karno akan lebih dulu kedatangan tamu dari kawasan Teluk, Oman. Buat yang belum ngerti, Oman adalah negara dengan mata uang terkuat ketiga di dunia saat ini. Terbaru 1 dolar Amerika sama dengan 0,38 riyal Oman. Bandingkan dengan rupiah

yang rasanya enggak berguna karena sudah menyentuh 17.500 per1 Amerika. Tapi kali ini kita enggak akan bahas soal anjloknya rupiah. Biarkan itu jadi urusannya Pak Purbaya aja. Kembali ke sepak bola. Oman terhitung negara yang punya prestasi utamanya di kawasan Teluk. Sejauh ini mereka sudah dua kali menjadi juara Piala Teluk Arab, yakni pada 2009 dan 2018. Oman juga pernah masuk perempat final FIFA Arab Cup edisi 2021 di Qatar. Sebagai sesama member AFC, Al-Akmar tercatat sudah empat kali berpartisipasi

di Piala Asia. Prestasi terbaik yang diraih adalah tampil di babak 16 besar edisi 2019. Layaknya Indonesia itu jadi pertama kalinya Oman selamat dari fase grup Piala Asia. Lolos sebagai salah satu dari peringkat tiga terbaik. Sayangnya Oman dikandaskan Iran dengan skor 2-0. Bicara soal ranking FIFA, Oman pernah mencapai ranking tertinggi yakni 50 pada Agustus Oktober 2004. Sementara saat ini mereka menduduki ranking 79 berdasarkan perhitungan terbaru. Eh, by the way any bassway, ada yang masih ingat Ali Alhab Singga? Mantan kiper

yang pernah main bareng Wikan Atletik ini adalah legenda sekaligus ikcon sepak bola Oman. Ada satu kesamaan antara Indonesia dan Oman. Keduanya sama-sama lolos keputaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Waktu itu Oman masih dilatih oleh pelatih Kawakan asal Portugal Carlos Cueros. Oman berhak lolos setelah finish di posisi 4 grup B putaran ketiga di bawah Irak. Jika Indonesia yang dipimpin staf ke pelatihan terbaik bergabung di grup B putaran keempat, Oman masuk di grup A dengan tuan rumah Qatar. Mereka bersaing

Kesamaan King MU Pasti Kembali Dengan Rata! Michael Carrick OTW Permanen di Lama Trafford

dengan Uni Emirat Arab untuk memperebutkan runner up dan menuju putaran kelima. Ya, habis gimana? Tahu sendiri kan kalau Qatar itu punya pemain ke-13 alias panitia AFC. Dipimpin pelatih Kaliber Cueros, Oman awalnya masih optimis untuk setidaknya melaju ke putaran kelima. Itu karena rekam jejak Queros yang pernah empat kali ke Piala Dunia bersama Portugal dan Iran. Harapan sempat terbuka ketika di laga pertama Oman berhasil menahan Qatar dengan skor kacamata. Meski seri, Queros puas karena timnya sukses menahan serangan 7 hari 7

malam Qatar. Malangnya, kesempatan Oman ke putaran kelima tertutup setelah keok 2-1 dari Uni Emirat Arab. Kecewa, sudah pasti karena unggul aspek tembakan hingga penguasaan bola. Tapi apa mau dikata mereka tersungkur di posisi buncit dengan satu poin saja? Masih lebih bermartabat lah ya dibanding Indonesia yang nol besar. Usai gagal lolos dari putaran keempat dan tersingkir di FIFA Arab Cup 2025, Oman pun melepas kerja sama dengan Cueros Maret lalu. Sejak menggantikan Jaroslav Silhavi pada Juli

2025, Queros hanya menang tiga kali dari 11 pertandingan. Dengan begitu saat bertamu ke Jakarta Oman tak lagi ditangani oleh mantan asisten Sir Alex Ferguson itu. Sebagai gantinya Oman menunjuk Tarik Sektiowi, pelatih yang berpengalaman bersama timnas Maroko. Sebelum pindah ke Oman, Sektiowi kerap berganti peran dengan Walid Regragui memimpin The Atlas Lions. Sepanjang 2024-2025, pria 48 tahun itu mempersembahkan gelar FIFA Arab Cup dan Africa Nation Championship. Laga melawan Indonesia akan jadi debut sektow membesut Oman.

Bila dicermati, mayoritas pemain Oman bermain di Liga Negara-negara Timur Tengah. Tujuan mereka adalah Liga Irak dan tentu saja Liga Oman. Salah satunya adalah penyerang mereka, Isam Alsabhi yang membela Alqua Aljawiyah di Irak. Penyerang 29 tahun itu kini kemas 12 gol dari 52 caps. Meski begitu, Oman punya satu pemain yang cukup mengenal dinamika sepak bola Asia Tenggara. Dialah Muhsin Alghazani yang sejak 2024 berseragam True Bangkok United di Thailand. Punya 15 gol bersama timnas sejak 2017.

Penyerang 29 tahun itu bisa jadi senjata Oman dalam mematikan permainan Indonesia. Berselang 4 hari setelah menjamu oman giliran Mozambik yang kulo nuwun ke Gelora Bung Karno. Di balik namanya yang unik, negara di Afrika bagian tenggara ini punya DNA sepak bola yang kuat dari Portugal. Itu karena Portugal pernah lama menguasai daratan Mozambik. Jangan ngaku penggemar bola sejati kalau kalian enggak tahu nama Yusebio. Siapa sangka legenda besar Benfica era 60-an itu lahir di Maputo, Mozambik di masa kolonial Portugal. Ia

Tidak Menambah Dingin, Kini Malah Menambah Ronde! Drama Sparing Anyar Madrid Arbeloa vs Mbappe

kemudian pindah ke Lisbon untuk menjadi pemain bola hingga menjelma sebagai bintang emas Seleekau Dasuinas. Yusebio bahkan menjadi top skor Piala Dunia 1966 bersama Portugal. Setelah merdeka pada 1975, Portugal tetap memberikan perhatian pada sepak bola Mozambik. Bibit-bibit muda banyak yang disekolahkan ke akademi klub-klub Portugal. Meskipun memang secara prestasi Mozambik belum sepenuhnya baik dibanding negara tetangga di Piala Afrika. Mereka enam kali lolos dengan prestasi terbaik 16 besar edisi 2025.

Sedangkan di African Nation Championship, Mozambik sanggup tembus fase perempat final edisi 2022. Pernah mencapai ranking tertinggi 6-6 pada 1997. Saat ini mereka nangkring di posisi 101 dunia. Sebelum melawan skuad Garuda, Mozambik lebih dulu mengawali 2026 dengan melaju ke 16 besar Piala Afrika di Maroko. Demambas lolos perdana ke babak gugur sebagai peringkat ketiga grup F dengan tiga poin di bawah Pantai Gading dan Cameron. Sepanjang fase grup, Mozambik hanya menang atas negaranya Pierre Emrik Aubameyang Gabon. Mereka

berhak atas tiket 16 besar karena menduduki posisi pertama peringkat ketiga terbaik. Tapi baru juga merasakan suasana baba gugur, Mozambik sudah ketemu raksasa Afrika, Nigeria. Bagi mereka ini bagaikan pertemuan David versus Goliat. Mengingat The Super Eagles adalah pemilik tiga titel Piala Afrika. Kalah kekuatan di tiap lini, Mozambik harus rela dipelonco dan dibabat empat gol tanpa balas. Victor Ossi menjadi pemain yang paling tega mengoyak gawang Mozambik dengan kontribusi dua gol. Tahun 2026 merupakan

tahun kelima bagi Chiku Conde menjadi pelatih Mozambik. Memimpin sejak 2021, ia berjasa memulai era baru bagi sepak bola negara tersebut. Di skuad Konde, Mozambik diperkuat dua pemain andalan yang kini mejeng di Liga Besar Eropa. Di barisan belakang ada Reinildo Mandava sebagai bek kiri senior. Berusia 32 tahun, Mandava adalah bintangnya Mozambik karena lama malang melintang di tim tersohor Benua Biro. Sejak merantau pada 2016, ia pernah berseragam Lil dan Atletico Madrid. Bahkan bersama Lil, Mandava berhasil juara Ligan. Mulai

musim 2025-2026, Mandava pindah ke Sunderland yang kembali promosi ke Premier League. Terhitung dari 2014, Mandava mencatatkan 48 caps untuk Mozambik. Selain Mandava, kekuatan Mozambik juga terletak pada Genny Katam di sayap kanan. Masih 25 tahun, Katamu adalah winger eksplosif jagoan Sporting City. Bahkan ia sudah dua kali sabit juara Liga Portugal. Dalam setahun ke belakang, Katamu kerap menjadi pencet gol penentu yang dibutuhkan Mozambik. Statistiknya menunjukkan 5 gol dan satu asis sepanjang 2025. Sudah cukup Yping soal

Maksimal Menang Sekali Buat Mengadakan Sejarah Paling Kuat! Skenario Persib Hattrick Menang Lagi

kekuatan Oman dan Mozambik. Sekarang bagaimana rekor pertemuan antara Indonesia dengan keduanya? Untuk Oman, Indonesia cukup sering bertemu dengan catatan enam kali pertandingan. Oman masih unggul dengan tiga kemenangan, dua untuk Garuda dan satu berakhir imbang. Pertemuan terakhir terjadi pada 29 Mei 2021 yang berakhir dengan kekalahan 1-3 bagi skuad Garuda di Dubai. Gol tunggal Indonesia saat itu dicetak oleh Evan Dimas. Saat bertemu Indonesia, Oman punya memori unik ketika melawat ke GBK, tepatnya pada 6 Januari 2010 silam.

Waktu itu Indonesia yang diasuh Benny Dolo menjamu Oman dalam kualifikasi Piala Asia 2011. Pada laga yang berakhir untuk kemenangan Oman 1-2 itu, ada insiden di mana seorang penonton bernama Henry Mulyadi menyusup masuk ke lapangan. Ada-ada aja emang. Untung itu Mulyadi bukan Mulyang dari Solo. Kalau head to head lawan Mozambik gimana, Min? Ternyata Indonesia belum pernah berjumpa dengan mereka di laga internasional sebelumnya. Jadi laga nanti akan jadi perjumpaan perdana kedua tim. Itu tadi preview kekuatan dari Oman dan Mozambik

jelang melawan Indonesia. Bisa menang berapa nih pasukan John Hartman menurut kamu? Yeah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *