Sepanjang musim 2025-2026, deretan pelatih top Eropa memang kembali menunjukkan kompetensinya sebagai nama besar. Ada Luis Enrique yang back to back masuk final Liga Champions atau Hansif Flick yang mempertahankan titel La Liga. Tapi jangan kesampingkan fakta bahwa tak sedikit sosok pelatih underrated yang memukau. Berkat tangan dingin dan kejeniusannya, klub-klub yang dilatih alami lonjakan performa bahkan prestasi dari sebelumnya. Ada yang langsung juara di musim pertama membawa klub raksasa kembali ke kompetisi Eropa
dan ada juga yang membentuk timnya jadi giant killer. Di video ini starting sajikan para pelatih underrated yang mengubah peta persaingan musim 2025-2026. Siapa saja mereka? [musik] Kalian pasti punya teman fans Manchester United yang pernah bilang gini, “Coba aja Michael Carrick yang melatih MU sejak awal musim pasti lebih baik dari sekarang.” Tapi jujur, Kick memang patut mendapat pengakuan sebagai pelatih underrated karena menyelamatkan martabat MU musim ini. Kembali ke Old Trafford,
untuk kedua kalinya sebagai interim, Carick belum pernah memenangkan apapun sepanjang karirnya melatih bersama Middles Bro, prestasi terbaiknya hanyalah posisi empat di Championship musim 2022-2023. Namun di bawah ke pelatihannya MU yang lunglai langsung melesat ke papanatas Premier League. Entah obat kuat apa yang digunakan Kick untuk memperbaiki stamina Bruno Fernandez dan kawan-kawan. Tapi yang pasti setan Merah tampil lebih bertenaga. Puncaknya terjadi setelah mengalahkan Liverpool di pekan 35. MU
dipastikan pulang ke habitatnya Liga Champions. Dua musim menghilang. Musim depan Old Trafford siap menjamu kedatangan PSG atau Barcelona. Mimin sih berharap video ini sampai ke Serjim Redcliff ya. Sebab mimin mau bilang kalau KCK adalah pelatih yang selama ini hilang dari MU. Terbukti menang lawan Big Six dan lolos UCL. Sakit sih kalau Redcliff enggak mempermanenkan Masker. Ayo istigfar dulu buat kalian yang di awal musim memandang sebelah mata Christian Kifu. Ada yang bilang pelatih kacangan lah, pelatih kemarin sorah, dan
banyak lagi komentar negatif lainnya. Sekarang lihat sendiri kan sekali headshot Kifu langsung dapat Scudeto bersama Inter Milan. Pria Rumania itu menyamai Jose Mourinho yang raih skudeto di musim pertamanya. Jika dilihat dari CV-nya memang Kifu belum cukup teruji menangani tim besar sekelas Inter. Sebelumnya ia hanya pelatih Inter Primavera dari 2018 sampai 2021. Kifu baru melatih tim senior di Parma pada pertengahan musim 2024-2025. Itu pun hanya bertahan 13 laga saja dengan cuma meraih tiga kemenangan. Jadi
enggak salah juga kalau di awal banyak yang skeptis sama dia. Tapi dengan keberhasilan Skudeto dan masuk final Kopa Italia, Kifu kini siap bertransformasi jadi pelatih kelas kakap. Pelatih 45 tahun itu punya gaya dan filosofi racikan sendiri dengan cita rasa serangan balik cepat. Karena kontrak yang cuma sampai 2027, Inter harus hati-hati kalau enggak mau kehilangan Kifu. Yang satu ini juga mantan pemain yang terjun menjadi pelatih di Liga Italia. Pasca gantung sepatu di Komo pada 2023, Ches Fabregas lebih dulu didapuk sebagai
pelatih tim U-19. Perlahan tapi pasti gelandang Arsenal ini dipercaya sebagai interim hingga jadi asisten Osean Roberts di tim senior. Dari sinilah ia berhasil mengantarkan Kom promosi ke seri EA pertama kali. Kepercayaan lebih besar datang pada Fabrega saat ditunjuk sebagai pelatih kepala komo musim lalu. Tampil di kasta tertinggi, pria Spanyol membangun pondasi ilarian yang kuat untuk lebih dari sekedar tim penggembira. Fabregas mengomando Komo yang diisi di Kopa sebagai kuda hitam di papan tengah. Finish di posisi 10 musim
lalu adalah awal dari gebrakan Fabregas. Musim ini pria yang pernah jadi maskot biskuat itu sukses antarkan Komo ke kompetisi Eropa untuk kali pertama. Posisi Komo tak bisa lagi tergeser dari zona enam besar. Statistik menawan itu membuat Fabregas kini dikerubungi tim-tim tersohor Eropa. Dengar-dengar Chelsea salah satunya. Musim 2024-2025 adalah momen paling menyayat hati bagi Francesco Varioli sebagai pelatih. Diberi amanah sebagai manajer Ajax, ia hampir saja mempersembahkan titel era divisi. The Golden Zonen sempat unggul 9
poin di puncak klasemen malangnya. Di pekan terakhir PSV bermanuver menyalib Ajax dan menjadi kampiun. Sebagai pemimpin Varioli merasa bersalah dan menyatakan mundur dari kursinya. Memasuki musim baru, mantan asisten Roberto de Zerbi itu mendapat tawaran melatih dari FC Porto menggantikan Martin Anselmi. Sempat diliputi keraguan akan gagal lagi, Farioli akhirnya setuju dan berangkat ke Portugal. Seperti sudah suratan takdir, rezeki juara baru tiba bersama Porto. Farioli mengakhiri 4 tahun puasa gelar domestik Porto dengan
juara Liga Portugal. Prestasi ini terasa menarik karena pelatih asal Italia itu bisa mengalahkan sosok ulung seperti Jose Mourinho yang membesut Benfica. Baru 37 tahun sudah juara sebagai pelatih, siap-siap jadi calon pelatih timnas Italia. Nih [musik] rasanya kurang afdol jika tidak menyertakan pria dari Austria ini dalam jajaran pelatih Underrated Eropa. Sebelum menukangi Crystal Palace, Oliver Glasner adalah pelatih yang mengantarkan Entra Frankfurt juara Europa League 2022. Ini menjadi gelar Eropa kedua
Frankfurt setelah terakhir mendapatkannya pada 1980. Magis Glasner berlanjut saat dirinya merapat ke The Eagles. Dari sebuah klub semenjana di London Selatan, Glasner menyulap Pes sebagai pembunuh tim raksasa. Lihatlah bagaimana Pales bahkan mengalahkan Manchester City di final Piala FA 2025. Kebahagiaan fans bertambah setelah Glasner membawa pulang Community Shield atas Liverpool. Kalau klub ada duit lebih, harusnya patung Glasner dibangun di depan Cell Horse Park. Teranyar, Glasner kembali ukir
sejarah emas dengan mengantarkan Pelis ke final Conference League. Partai Puncak Eropa Perdana sepanjang berdirinya klub. Sayangnya, musim depan pelatih 51 tahun tersebut sudah tidak lagi membersamai Pelace. Kontraknya akan berakhir dan tidak ada itikat klub mempertahankannya. Kira-kira klub mana yang mau menampung Glasnar? Sama seperti Oliver Glasner, Andoni Iraula juga akan meninggalkan Born musim depan. Memimpin di Cherry sejak 2023, Iraula berhasil merakit tim Bau kencur menjadi Giant Killer Premier League.
Mantan arsitek Rayo Fayano itu menelurkan pemain-pemain muda potensial yang kemudian dijual dengan bandrol mahal seperti Milos Kerkes, Ilia Zabarnyi, dan Din Huison. Grafik penampilan Bornemov di era Iraula konsisten menunjukkan kenaikan dari semula finish posisi 12 di musim 2023-2024 sampai sekarang nongol di enam besar. Berdasarkan kuota, jika tetap bertahan di posisi keenam, mereka akan bermain Europa League musim depan. Tapi Bornemouth masih punya kan tampil di Liga Champions asalkan Aston Villa juara
Europa League. Itu artinya tim yang bermarkas di Vatelity Stadium tersebut diambang bermain di Eropa untuk kali pertama. Namun kebersamaan Bornemouth dengan Iraula harus berakhir setelah sang pelatih memutuskan pergi. [musik] Sempat dikaitkan dengan Atletic Bilbao, Iraula kini masuk radar Chelsea. [musik] Kalau yang berikut ini adalah mantan asisten Andoni Iraula. Namanya melambung usai membawa Rayo Fayekano tembus final Conference League. Ini Perez baru 38 tahun tapi sudah mencetak sejarah emas
bagi klub asal Fayegas. Sebelum mencapai fase itu, PS lebih dulu melalui perjalanan sebagai asisten Iraula di Rayo sepanjang musim 2022-2023. Sepeninggal Iraula, Perez didaulat sebagai pelatih utama di musim selanjutnya. Hampir degradasi di musim 2023-2024, Perez segera memperbaiki mentalitas dan kekompakan Los Franky Rohos. Hasilnya positif. Musim lalu posisi Rayo melesat drastis dengan berakhir di tangga ke-elapan. Tiket ke Conference League pun digenggam. Masuk ke final Eropa adalah prestasi terbaik yang pernah
diraih Rayo. Tapi Perez tak akan menemani Rayo lebih lama karena dikabarkan ia akan menuju Via Real menggantikan Marcelino Garcia Toral. Jika benar, Perez akan memimpin The Yellow Submarins di Liga Champions. [musik] Musim ini kita beruntung pernah melihat Giant Killer segila bodoim di Liga Champions dari sebuah klub di kota kecil Norwegia, Bodo menjelma Underdog yang menembus 16 besar di kesempatan pertama. Pencapaian keren itu tak bisa terjadi tanpa peran dari Kejettil Nutsen, pelatih lokal yang memimpin bodoh sejak
2018 dan merakitnya dari bawah. Di bawah Nutsen, Bodo menggondol empat gelar Liga Norwegia mengungguli nama besar seperti Rosenborg atau Molde. Tak hanya perkasa di domestik, Nutsen juga membimbing Bodo menuju Liga Champions dan yang seperti kita tahu, Bodoh mampu menjinakan tim-tim besar langganan UCL seperti Inter Milan dan Manchester City. Sekalipun terhenti di 16 besar dari Sporting City, Nutsen tetap mempersembahkan Piala Norwegia 2026 sebagai pelipur lara. Mimin sih berharap bodo jadi langganan Liga Champions di
musim-musim mendatang. Itu tadi para pelatih underrated yang memukau sepanjang musim 2025-2026. Ada pelatih yang kelewatan dari daftar ini enggak? Yeah.
Komentar