Kebijakan luar negeri Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan dunia. Laporan terbaru menyebutkan selama dua masa jabatannya, Trump tercatat pernah mengancam, membuka opsi serangan atau melakukan aksi militer terhadap 15 negara. Jumlah itu setara dengan sekitar satu dari 13 negara di dunia. Menurut laporan CNN, negara-negara yang pernah menjadi target tekanan militer Amerika Serikat di era Trump juga dihuni sekitar satu dari 11 populasi bumi. Negara terbaru yang masuk daftar [musik]
tersebut adalah Oman. Dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada 27 Mei 2026, Trump memperingatkan Oman bisa menghadapi aksi militer Amerika apabila mencoba mengendalikan Selat Hormus bersama Iran. Pernyataan itu dinilai memperlihatkan gaya diplomasi Trump yang kerap menggunakan ancaman militer sebagai alat tekanan politik. [musik] Pada masa jabatan keduanya, Trump disebut telah meluncurkan operasi militer ketujuh negara termasuk Iran, Irak, Suriah, Yaman, hingga Venezuela. Selain serangan langsung, Trump juga
beberapa kali mengancam negara lain seperti Kanada, Panama, Cuba, Meksiko, bahkan Greenland yang merupakan wilayah Denmark. Kebijakan agresif [musik] tersebut kini memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas geopolitik global. Banyak pihak menilai pendekatan yang mengedepankan ancaman militer berisiko memperbesar konflik internasional di tengah kondisi dunia yang sudah penuh ketegangan. Kini dunia menanti apakah strategi tekanan ala Donald Trump akan memperkuat posisi Amerika Serikat atau justru
memicu gelombang konflik global yang lebih besar. Keputusan bisnis terbaik datang dari [musik] data bukan tebakan. Mudah berlangganan bisnis insight dengan subscribe with Google. Download aplikasi kontan sekarang [musik] di App Store atau Play Store.

Komentar