di kepala presiden kita sekarang sedang dalam kondisi survival. Jadi bukan basis as usual. Semua resources yang ada kita akan pakai untuk memastikan ekonominya bisa tumbuh secara optimal. Tema akselerasi pertumbuhan ekonomi pembangunan infrastruktur memang kode agenda kita sekarang. Targi kita jelas Indonesia maju 2045 Indonesia masuk ke sana kita butuh pertumbuhan ekonomi 7 sampai 8% secara konsisten. Pak Darmin pasti enggak percaya tuh bisa tumbuh 78 ya namanya cita-citapa Pak. kita bergerak ke arah sana. Tapi
kan enggak mungkin kita kerja pertumbuhan yang tinggi sementara fiskal kita berantakan. Jadi dari awal saya mau kunci high growth tapi dengan fiscal disiplin. Bisa enggak ya? Sepertinya bisa. Seperti terwan ke4 tahun lalu kita bisa tumbuh 5.39% fiskalnya terjaga di 2,81. Jadi kalau kita bisa manage visual dengan lebih baik, harusnya kita bisa tumbuh lebih cepat lagi. Apalagi kalau kita bisa hidup bisa hidupkan sektor swasta atau private sektor karena mereka menyumbang 90% kepereomian. Sementara
pemerintah yang ribut terus cuman 10%. Jadi kebijakan pemerintah akan kita arahkan juga untuk menghidupkan atau membuat variapel sektor tumbuh. dan bisa memberi kontribusi yang lebih signifikan ke pertumbuhan ekonomi. Kondisi global saat ini tidak stabil, konflik geopolitik meningkat, supply chain terfragmentasi, suku bunga global masih tinggi atau higher for longer. Katanya banyak negara mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Tapi Indonesia masih tumbuh di kisaran 5%. Ini dia bilang di kisaran 5%. Jadi yang
nulis salah. Ini angka terakhir pertumbuhan ekonomi kita kan 5.39%. Hampir pasti kita sudah break dari kutukan pertumbuhan 5%. Jadi ke depan harusnya kita bisa tumbuh lebih cepat dari 5%. Jadi saya enggak suka kisaran 5% karena kata orang-orang dulu ada ekonomi. Mungkin temannya Pak Darmin Indonesia itu kalau peminnya pintar bisa 6%. Kalau enggak ngapa-ngapain tumbuhnya 5% aja. Jadi kalau 5% kelihatannya kita enggak ngapa-ngapain. Jadi kita akan ciptakan pertumbuhan yang lebih cepat. Inflasi masyarakat terkendali. Defisit
APBN dijaga di bawah 3% dari PDB. Artinya fundamental ekonomi kita masih kuat. Kita ngiritlah dengan 3% tumbuhnya bisa atas 5%. Dengan DPC 3% masih bisa tumbuh di atas 5% ya menuju 5,5 ke 6%. Dan seperti arahan Presiden, Indonesia ini bukan negara pinggiran. Kita ada di jalur strategis perdagangan dan energi dunia. Tapi kapal lewat Selat Malaka enggak kita charge ya. Enggak tahu betul apa salah. Sekarang Iran mau ngecharge kapal lewat Selat Hormus. Katanya kalau kita bagi tiga Indonesia, Malaysia, Singapura
lumayan kan punya kita jalurnya paling besar, paling panjang. Singapura kecil, Malaysia sama kita bagi dua lah kalau bisa seperti itu. Tapi kan enggak begitu. Jadi dengan segala kayaan kita, kita tidak boleh berpikir defensif. Kita harus main offensif katanya, tapi tetap terukur. Jadi kita akan ciptakan pertemuan lebih cepat dengan tetap menjaga kredibilitas fiskal kita. Anda pasti bertanya kalau fiskalnya ngirit karena bisa tumbuh lebih cepat. Karena kita akan pastikan real sektor tumbuh. Gimana caranya? Kita pastikan
ada cukup likuiditas di sistem perekonomian kita. Sebenarnya ini tugas bank sentral, tugasnya BI, Pak. Pak Darmin ya kita nyolong-nyolong dikitlah yang penting ekonominya tumbuh lebih cepat ke depan. Masalah kita bukan tidak tahu arah, tapi salah satu masalah yang kita hadapi adalah logistik logistic cost yang saat ini masih sekitar belasan persen dari PDB, sudah turun sedikit tapi masih lebih tinggi dari negara maju. Artinya barang kita mahal, daya saing jadi turun. Kalau mungkin 10 15 tahun yang
lalu kita sering ngomong tuh akan menunkan biaya logistik. Tapi 10 terakhir, 10 tahun terakhir kita enggak pernah bicara lagi itu. Saya pikir udah bagus rupanya belum. Rupanya ya kita malas mikir itu aja. Kita cari topik yang lain lebih seru. Tapi itu enggak akan kita lupakan. Kita akan perbaiki lagi. Utamanya kan logistics cost juga di pelabuhan-pelabuhan ya. Itu di bawah Kementerian Keuangan Vario ya. Bapak, Ibu hadirin, di tengah gelombaan tertent. Presiden sudah memberi arahan subsidi agar tepat sasaran, konsumsi lebih
bijak, transformasi sistem kerja sudah dilakukan. Ini bukan sekedar hemat, tapi ini sosal soal economic resilience. Jadi kalau presid saya mau jelaskan sedikit di kepala presiden kita sekarang sedang dalam kondisi survival. Jadi bukan basis as usual. Semua resources yang ada kita akan pakai untuk memastikan ekonominya bisa tumbuh secara optimal. Jadi kalau Anda lihat ada satuan PKH di mana penggelapan-penggelapan ee penyelewengan di penggunaan hutan dan lain dibereskan. Itu langkah presiden yang serius. Dia
enggak mau lagi ada sumber daya manus sumber daya alam kita yang dimanfaatkan, tapi return-nya untuk negara enggak bagus. Jadi itu akan dilakukan terus ke depan. Jadi saya tekankan di sini kita dalam mode survival Pak Dirut semua harus dijalankan semaksimal mungkin. Enggak ada lagi main-main itu. Hengki-pengki kanan. Untuk program prioritas arahan Presiden jelas ada delapan klaser program kerja prioritas nasional PKN. Kalau saya sintesiskan utamanya infrastruktur, hilirisasi ketahanan energi, hilirisasi
ketahanan energi dan penguatan ekonomi daerah. Benang merahnya hanya satu yaitu value creation dan industrial upgrading. Contoh konkretnya begini misalnya denganasi nikel ekspor naik di row proses dari row ke proses. Tapi ini Pak Pak Dirut realisasi nikel kita gede-gedein tapi yang untung persan Cina. Saya suka apa sedih ngelihatnya. Jadi coba kita lihat perusahaan domestik atau BUMN ada enggak yang bisa kita bantu? Termasuk dalamasi adalah energy security projects. Jadi kita akan diversifikasi ke sumber
energi yang lain. Makanya saya waktu dengan Worldbank diskusi gimana kita bisa memperluas ee suplly dari geothermal kita. Jadi akan kita perluas itu supaya nanti kalau ada gejolak seperti ini lagi di pasar minyak dunia kita masih bisa bertahan. Kalau ini semua jalan, produktivitas akan naik, investasi masuk, lapangan kerja akan terbuka. Jadi kita sudah punya semua fundamental

Komentar