Kesehatan
Beranda / Kesehatan / Akademisi dan Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB)

Akademisi dan Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB)

Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB), Rahmi Nurdiani, Ph.D., dalam International Conference on Biotechnology and Food Sciences (INCOBIFS) 2026.
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB), Rahmi Nurdiani, Ph.D., dalam International Conference on Biotechnology and Food Sciences (INCOBIFS) 2026.

MALANG — Akademisi dan Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) berhasil mencuri perhatian dalam ajang konferensi internasional International Conference on Fisheries and Marine Sciences (INCOBIFS) 2026. Dalam forum ilmiah tersebut, tim peneliti memaparkan terobosan inovasi pangan dengan mengolah limbah industri perikanan menjadi Fish Protein Hydrolysates (FPH) atau hidrolisat protein ikan yang bernilai gizi tinggi dan berpotensi sebagai pangan fungsional.

Inovasi teknologi pangan ini hadir sebagai solusi strategis untuk mengurai permasalahan limbah hasil perikanan sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan nasional berbasis potensi lokal.

Potensi Besar Hidrolisat Protein Ikan (FPH) dari Limbah Perikanan

Dalam pemaparannya di forum INCOBIFS 2026, dosen FPIK UB menjelaskan berbagai keunggulan ilmiah dari pemanfaatan limbah olahan ikan:

1. Mengubah Sisa Olahan Menjadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi

Limbah industri perikanan—seperti bagian kepala, tulang, dan jeroan ikan yang selama ini dibuang—dapat diekstrak menggunakan metode hidrolisis enzimatis menjadi hidrolisat protein berkualitas tanpa merusak kandungan nutrisinya.

2. Kaya Peptida Bioaktif untuk Kesehatan Tubuh

Produk FPH yang dihasilkan kaya akan serat peptida bioaktif yang dapat diserap tubuh secara lebih cepat. Pangan fungsional ini memiliki beragam manfaat kesehatan, mulai dari sebagai antioksidan, peningkat daya tahan tubuh, hingga agen pencegah hipertensi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten mencatat penurunan signifikan pada angka kasus Demam Berdarah

Kontribusi Riset FPIK UB Bagi Sektor Industri dan Masyarakat

Hasil penelitian akademisi Universitas Brawijaya ini diharapkan tidak berhenti sebagai jurnal ilmiah belaka, melainkan dapat diimplementasikan ke skala industri:

  • Pencegahan Stunting Berbasis Protein Lokal: FPH dapat difortifikasi atau dicampurkan ke dalam bahan makanan olahan harian masyarakat untuk membantu penanganan masalah gizi buruk dan stunting pada anak.

  • Mendorong Industri Perikanan Ramah Lingkungan (Zero Waste): Penerapan teknologi hidrolisat membantu pelaku usaha pengolahan ikan menerapkan prinsip circular economy dengan meminimalkan buangan limbah ke lingkungan.

Komitmen FPIK UB dalam Forum Ilmiah Internasional INCOBIFS 2026

Ajang INCOBIFS 2026 menjadi wadah kolaborasi internasional bagi para peneliti perikanan dan kelautan dari berbagai negara:

  1. Penguatan Riset dan Hilirisasi Produk Pangan: FPIK UB berkomitmen terus mendorong riset-riset terapan yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya hayati laut secara berkelanjutan.

  2. Kemitraan Lintas Sektor: Forum ini membuka peluang kerja sama antara institusi pendidikan, pemerintah, dan sektor industri swasta untuk memproduksi pangan fungsional berbasis FPH secara massal.

Lawan Stigma dan Putus Rantai Penularan, Dinkes Sisir 42 Titik Demi Sasaran 589 Terduga TBC!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *