Bank Indonesia atau BI melaporkan utang luar negeri atau WLN Indonesia mencapai 433,4 miliar US dolar [musik] per kuartal 1 2026 atau sekitar Rp7.656 triliun atau kursdor 18 Mei 2026 sebesar Rp17.66 R6 per Dol AS. Jumlah [musik] itu naik 0,8% dibanding periode yang sama tahun lalu. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Dini Prakoso menjelaskan UNN tersebut terbagi ke dalam utang pemerintah dan swasta. Secara rinci, ULN pemerintah tumbuh lebih rendah [musik] tercatat sebesar
214,7 miliar US dolar atau tumbuh 3,8% secara tahunan atau year on year. Perkembangan pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran modal masuk asing pada surat berharga negara atau SBN [musik] internasional seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek [musik] perekonomian Indonesia,” kata Deni pada Senin, 18 Mei. Ia menyebut utang pemerintah digunakan untuk mendukung pembiayaan program prioritas nasional. Berdasarkan sektornya, ULN pemerintah dimanfaatkan untuk sektor jasa kesehatan [musik] dan
kegiatan sosial. administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib, jasa [musik] pendidikan, konstruksi hingga transportasi dan pergudangan. Sementara UN swasta mengalami penurunan sebesar 191,4 miliar US dolar [musik] pada kuartal 1 2026 atau turun 1,8% year on year. [musik] Deni menjelaskan penurunan terjadi karena utang lembaga keuangan turun 3,6% [musik] dan perusahaan non keuangan turun 1,3%. Utang swasta terbesar berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan, pengadaan listrik dan gas, serta
pertambangan. [musik] WN swasta masih didominasi utang jangka panjang sebesar 76,6% dari total keseluruhan utang swasta. Rasio UNULN terhadap PDB mencapai [musik] 29,5% pada kuartal 1 2026 didominasi utang jangka panjang sebesar 85,4%. [musik]

Komentar