Berita Terpopuler
Beranda / Berita Terpopuler / APBN Defisit Rp 164 T per April 2026! Pemerintah Memberitahu Keadaan Masih Batas Aman

APBN Defisit Rp 164 T per April 2026! Pemerintah Memberitahu Keadaan Masih Batas Aman

Anggaran negara Indonesia kembali defisit ratusan triliun rupiah. Tapi pemerintah justru bilang kondisi APBN sekarang lebih baik dari sebelumnya. Jadi sebenarnya ekonomi Indonesia sedang aman atau mulai bermasalah? Kementerian Keuangan mencatat anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN mengalami defisit sebesar Rp164,4 triliun hingga akhir April 2026. Angka ini setara dengan 0,64% terhadap produk domestik bruto atau PDB Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa mengatakan [musik] kondisi ini justru

lebih baik dibanding bulan sebelumnya. Sebab pada Maret 2026 defisit APBN sempat berada di level 0,93% terhadap PDB. Dalam konferensi pers APBN kita di Jakarta Pusat, Purbaya menegaskan bahwa tren perbaikan ini sekaligus membantah kekhawatiran sejumlah ekonom dan analis yang sebelumnya menilai kondisi fiskal Indonesia mulai memburuk. Menurut pemerintah, kondisi APBN saat ini masih terkendali dan menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Purbaya bahkan optimistis kinerja APBN ke depan akan semakin membaik, terutama

didukung oleh keseimbangan primer dan pendapatan negara yang dinilai tetap solid. Dari sisi penerimaan negara, hingga April 2026, pemerintah berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar R18,4 triliun. Jumlah itu setara sekitar 29,1% dari target APBN tahun ini. Penerimaan negara masih didominasi sektor perpajakan yang menjadi tulang punggung kas negara. Total penerimaan perpajakan tercatat mencapai Rp746,9 triliun. Rinciannya penerimaan pajak sebesar Rp646,3 triliun sementara kepabeanan dan cukai menyumbang Rp1,6 triliun.

Selain pajak, penerimaan negara bukan pajak atau PNBP juga tercatat mencapai Rp171,3 triliun. Namun di sisi lain, [musik] belanja negara ternyata masih lebih besar dibanding pendapatan. Hingga akhir April 2026, realisasi belanja negara mencapai Rp1.82,8 triliun. Belanja tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp826 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp256,8 triliun. Sementara itu, pembiayaan anggaran tercatat mencapai Rp298,5 triliun. Meski APBN masih mengalami defisit, pemerintah memastikan angkanya tetap

dijaga di bawah batas aman 3% terhadap PDB. Namun, kondisi ini tetap menjadi perhatian publik, terutama di tengah berbagai program besar pemerintah yang membutuhkan anggaran jumbo. Mulai dari pembangunan infrastruktur, subsidi, [musik] hingga program sosial seperti makan bergizi gratis. Kini pertanyaannya, apakah tren perbaikan APBN ini benar-benar menjadi sinyal positif bagi ekonomi Indonesia atau justru menunjukkan pemerintah mulai bekerja ekstra keras menahan tekanan fiskal? Keputusan bisnis terbaik datang [musik]

4 Langkah Jejak Indonesia Dari Yang Disiapkan GOTO Gojek Tokopedia Yang Hijau

dari data, bukan tebakan. Mudah berlangganan bisnis insight dengan subscribe with Google. [musik] Download aplikasi kontan sekarang [musik] di App Store atau Play Store.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *