Presiden Prabu Subianto resmi menyerahkan sejumlah lusista baru untuk pangkalan udara Halim Perdana Kusuma Jakarta Senin pagi. Prabowo bilang modernisasi dan penambahan alusista dilakukan semata-mata untuk menjaga kedaulatan negara. Seperti apa alusista yang diserahkan diserah terimakan hari ini? Berikut liputan jurnalis Kompas TV Cindy Permadi dan juru kamera Feriska Imanuel untuk Anda. Saya akan langsung ajak Anda melihat langsung seperti apa kegunaan dan tampilan dari pesawat travel yang baru
di resmikan atau diserah terimakan secara resmi hari ini bersama dengan Dasadron 12 Let call Binggi Nobel. Pak Binggi apa kabar? Baik. Selamat siang. Selamat siang Pak Binggi. Boleh dong ini kan di depan kita ada enam ya. Tapi ini kita highlight dulu salah satu sebenarnya kegunaannya apa yang paling spesial dari pesawat Rafal ini. Baik, terima kasih. Jadi yang saat ini di hadir di hadapan kita adalah kita miliki enam unit. Empat di antara berkursi ganda, kemudian dua kursi tunggal. Nantinya memang kenapa saat ini
kita lebih baik di kursi ganda? Karena memang kita fokus dengan penyiapan personil, sumber daya manusia dalam hal ini pilotnya tapi juga dengan teknisi dan elemen lainnya. signifikan tentunya dari Bapak Presiden sendiri kita modernisasi alista mengarah ke teknologi di mana teknologi ini menjadi ee wujud dari apa yang kita harapkan sejak lama yaitu visi misi dari ee kita untuk menjadikan angkatan udara dalam melaksanakan operasi ini ee dapat melaksanakan operasi yang ideal. Ee ini kan bagian dari kontrak totalnya
42 ya, Pak. baru datang enam. Nah, tapi kalau untuk itu kan artinya ada PR-nya juga adalah bagaimana pelatihan untuk SDM-nya itu nanti ke depannya gimana, Pak? Betul sekali, Mbak. Jadi bisa dikatakan dalam proses apapun, penyiapan apapun penyiapan sumber daya manusia adalah yang krusial. Dalam hal ini tidak hanya pilot, kami pribadi, tapi juga teknisi. Namun yang paling ee signifikan juga yang tidak perlu kita lakukan adalah elemen-elemen di bawahnya. Karena pesawat ini memiliki teknologi yang ee
capable yang mendukung kita, maka elemen-elemen di bawahnya perlu e disiapkan. Ee tantangan kita ee untuk mengawaki sejumlah alus sista yang banyak tadi 42 dan mungkin alusista yang lainnya juga apakah kita ee siap dioperasikan oleh perat-pat yang kapabel. Karena itu yang ee perlu kita siapkan mulai dari ini. Tadi juga Pak Presiden juga sempat menyinggung kalau kita ini e menambah alut sista bukan untuk apa-apa, melainkan adalah untuk menjaga keamanan kita terutama di tengah dinamika geopolitik, di tengah ee situasi global.
Tapi kalau dari alusista sebenarnya kita mampukah untuk menghadapi semua dinamika itu, Pak, sekarang? Jadi saya mungkin akan lebih memberikan analogi saja. Kita semua setiap tinggal kita memiliki rumah. Saat ini rumah kita negara Indonesia. Kalau kita kembali ke rumah kita, saya yakin seluruhnya akan memilih ee berharap bahwa rumah kita ideal. Memiliki pagar yang baik, pagar keamanan yang baik, CCTV, kamera keamanan yang baik, ee penjaga atau mungkin penjaga keamanan di rumah itu yang baik sehingga
apa yang terjadi di dalamnya dapat ee terlaksana dengan baik. Mungkin itulah yang dapat saya analogikan bahwa dengan adanya e militer yang kuat, pertahanan yang ideal, apa yang terjadi dalam rumah kita akan ee seluruhnya akan berjalan dengan baik. Demikian. Oke. Oh, untuk pesawat RAFAL ini sebenarnya biasanya bisa digunakan untuk usia untuk sampai berapa tahun sih, Pak? ee ee ini sesuai dengan ee kalendernya masing-masing, memiliki dengan usia sesuai dengan peliharnya masing-masing. Mungkin kami tidak bisa menyampaikan
dengan batas waktu tertentu. Selama pesawat ini ee didukung dengan pemeliharaan dan maintenance ya yang ideal ee tentunya kita akan dapat mengas dengan seoptimal mungkin karena kita berkaca pada ee negara yang memiliki pun mulai dari sejak RAL prototype pertama tahun 6 kalau tidak salah mungkin 90-an sudah beroperasi sampai sekarang mereka tetap mengoperasikan RAFAL dengan ee tidak banyak merubah hanya varian yang di-upgrade untuk dengan menyesuaikan kemampuan-kemampuan an teknologi di masa depan. Jadi kita dapat berkaca bahwa
negara Prancis pun sudah sekian puluh tahun masih menggunakan saat ini dengan upgrading tertentu. Tapi kalau dibandingkan artinya dengan varian lama maupun juga jenis pesawat tempur lainnya, sebenarnya apa yang ee bikin Indonesia akhirnya memilih pesawat travel, Pak? Kalau saya melihat dari sudut pandang kami sebagai pelaku bahwa pemilihan pesawat ini seperti tadi saya sampaikan, ini menjadi trigger sebagai ee kita untuk mewujudkan visi kita. Pimpinan TU khususnya menyampaikan bahwa kita memiliki cita-cita sebagai network
centric warfare untuk mengintegrasikan alsista platform yang kita miliki. Dan kehadiran Rafal ini menjadi pembuka jalan pintu selebar-lebarnya untuk m-trigger bahwa kita mampu mewujudkan itu. Dengan lingkup TNIU kita mampu mengintegrasikan, kita harapkan juga mampu menginasikan lebih luas lagi dengan ee alusita modern angkatan lain. Mungkin angkatan laut KRI yang sedang melakukan operasi. satuan-satuan di bawah termasuk dengan ee matra lainnya yaitu angkatan darat. Ee Pak Bingki boleh dong ini kan sambil
tunjukin di belakang kita ada pas ada rudal dan ini akan jadi pelengkap untuk Rafal. Betul ya, Pak ya. Ini apa aja, Pak, jenis rudalnya? Betul. Betul. Saat ini yang di depan kita, kita memiliki ee rudal BVR atau Beyond Visual Range Meteor dengan jarak cangkau hingga 200 km yang di ee gunakan untuk ee misi-misi dari udara ke udara. Itu yang mana, Pak? Yang tengah ini. Oh, yang tengah. Betul. Eh, kemudian yang enam di sampingnya menggunakan rudal hammer atau air to ground yang memiliki ee guidance atau
pemandu serta booster untuk mencari jarak jangkau yang lebih ee jauh. tentunya dengan kehadiran ini tentunya kita dapat melaksanakan seperti yang saya sampaikan tadi, Mbak pelaksanaan operasi operasi tidak harus kita ee terlalu dekat dengan daerah operasi. kita melakukan deterance dengan membawa ataupun ee mempergunakan e perjataan-perjataan yang bersifatnya long range strike. Saat ini memang seperti yang kita ketahui kondisi di luar ee geopelitik dan lain-lainnya bahwa long range strike merupakan
menjadi eh garis terdepan dalam pelaksanaan operasi. Oke. Baik, Pak Bing Nobel terima kasih sudah berbagi bersama kami di Kompas TV. Terima kasih. Eh, selain juga dengan pesawat Rafal, ada juga pesawat Falcon 8X yang salah satu kegunaannya adalah untuk mengangkut angkutan VVIP bisa pejabat negara maupun juga pejabat militer. Ada pesawat Airbus A400M yang juga ee fungsinya adalah untuk mengangkut logistik, kemudian juga bisa untuk angkutan orang ataupun juga untuk keperluan ee evakuasi misalnya untuk
pesawat Airbus. Salah satu yang sudah pernah digunakan juga adalah untuk mengangkut pesawat ee untuk mengangkut mobil maung Presiden ke Filipina dalam KTT terakhir. Untuk pesawat Raval ee ini adalah bagian dari kontrak 42 unit yang akan dilakukan hingga tahun 2029. Ee tiga di antaranya sudah tiba di Indonesia terlebih dahulu pada bulan Januari. Tiga lainnya tiba dalam waktu beberapa waktu kemarin sehingga totalnya ada enam. Untuk pesawat Falcon 8X itu ada enam yang juga diserah terimakan tapi yang baru ada empat. dan pesawat
Airbus dari dua yang diselah terakan juga hari ini yang baru adalah satu unit. S Permadi Farismanuel Kompas TV Jakarta.
Komentar