Berita Utama
Beranda / Berita Utama / Kalo Sudah Sampai Trump ke China, Putin Pasti Menemui Xi Jinping

Kalo Sudah Sampai Trump ke China, Putin Pasti Menemui Xi Jinping

Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, giliran Presiden Rusia Vladimir Putin yang akan temui si Jin Ping [musik] di China. Mengutip South China Morning Post, para sumber mengungkapkan lawatan Putin ke Cina diperkirakan akan berlangsung pada 20 Mei 2026. Mereka juga menyebut kunjungan itu merupakan bagian dari urusan rutin Moskwa dan Beijing. [musik] Hal ini pun akan menjadi pertama kalinya Cina menjadi tuan rumah bagi para pemimpin kedua kekuatan tersebut dalam bulan yang sama di luar forum

multilateral. Momen kunjungan dua negara besar ini disebut sebagai peristiwa yang langka. Sebab kehadiran Trump dan Putin terjadi secara berturut-turut. Menurut SCMP, momen pertemuan para pemimpin negara di daya itu merupakan sebuah refleksi dari upaya Cina untuk mengelola hubungan dengan AS dan Rusia. Selain itu, hal tersebut juga dinilai memposisikan Beijing sebagai kekuatan penting di tengah tatanan dunia yang semakin terpecah. Nantinya setelah kunjungan Putin, Cina pun menjadi negara pertama yang menjadi

tuan rumah bagi keempat pemimpin anggota tetap Dewan Keamanan PBB lainnya dalam beberapa bulan berturut-turut. Sebelumnya, Presiden Perancis Emmanuel [musik] Macron mengunjungi Beijing pada Desember 2025 lalu diikuti Perdana Menteri Inggris Kmer [musik] pada Januari 2026. Kremlin sendiri pada Februari lalu telah membeberkan bahwa Presiden Rusia akan berkunjung ke Cina pada paru pertama tahun ini. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Andre Rudenko juga sempat menyebut untuk tanggal kunjungan Putin ke Beijing sedang diselesaikan.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Cina sendiri telah berupaya memperdalam hubungan dengan Moskwa. Cina dan Rusia bahkan secara konsisten menggambarkan hubungan mereka sebagai suatu hal yang sangat kokoh. Perdagangan antara kedua negara juga dilaporkan terus tumbuh sehingga Beijing menawarkan Moskwa jalur ekonomi penting di tengah dampak sanksi Barat. Namun pada saat yang sama Beijing berupaya menstabilkan hubungan dengan Washington. Di hadapan Tramsi mengatakan Cina dan AS harus menjadi [musik] mitra bukan

saingan. Si mengaku siap bekerja sama dengan Trump untuk mengarahkan hubungan Cina dan AS [musik] dengan baik serta menjadikan 2026 sebagai tahun bersejarah bagi keduanya. Presiden Cina itu bahkan berjanji untuk membangun hubungan kedua negara yang konstruktif dan stabil secara strategis. [musik]

Insiden Tragedi Maut di Bangkok Thailand! Kereta Barang Tabrak Bus Panjang

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *