Kita ke sorotan lainnya. Rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Tapi Presiden justru menyebut kalau rakyat di desa enggak pakai dolar. Iya sih memang enggak secara langsung, tapi yang terdampak adalah daya belinya. Misalnya oli dan suku cadang kendaraan yang makin mahal dan menguras isi dompet. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mencetak rekor paling lemah. Sejak Sabtu [musik] kemarin telah melewati angka Rp17.600 per 1 DO Amerika Serikat. Berbagai intervensi pasar dilakukan Bank
Indonesia, tetapi nilai rupiah terus menurun. Hal ini mencemaskan pelaku pasar. Investor yang berinvestasi di Indonesia walaupun mereka mendapatkan untung dari saham-saham ataupun investasi lainnya, tapi kan mereka keuntungan atau profit yang mereka dapatkan tuh tergerus. Maka dari situ jadi ya investor asing melihat ah udah investasi di sini tapi mata uangnya melemah terus Indonesia. Jadi mereka ya lebih pilih investasi di negara lain. Meski dikeluhkan, pemerintah tetap optimis. Rupiah bisa menguat karena
fundamental ekonomi Indonesia dianggap kuat. Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa enggak pakai dolar. Bilang yang pusing yang itu yang suka ke luar negeri. Ayo siapa ini? Ya, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa ya, Ma? Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita. Ya, pemerintah boleh yakin kenyataan di lapangan berkata lain. Masyarakat merasakan imbas kenaikan nilai mata uang dolar seperti pengemudi ojek online yang dompetnya terkuras untuk biaya servis kendaraan karena harga oli dan suku
cadang naik sekitar 15%. Ya sebenarnya sih ya berat ya untuk kondisi seperti ini gitu kan. Tapi yang namanya motor itu harus dipakai ya berarti ya harus selalu siap untuk penggantian oli pasti berdampaklah otomatis kan biaya servis dan lain-lain pasti naik tapti sementara sejumlah penumpang ini iya agak agak kurang gitulah tak hanya naik stok suku cadang kendaraan juga sulit dicari [musik] sejak April lalu kan importingnya agak susah mungkin ya terus bahan bakunya juga sekarang oli-oli juga banyak yang kosong emang
dari sana kosongnya ee kayak minyak rem ee karburator cleaner semuanya itu emang rada susah barangnya. Kenaikan suku cadang kendaraan imbas tingginya nilai dolar berdampak pada turunnya omset bengkel mencapai 20%. Ini baru satu sektor, belum sektor pangan seperti kedelai, bawang putih, dan daging sapi yang masih diimpor. Tim MTEK Media melaporkan. Yeah.
Komentar