Berita Terpopuler
Beranda / Berita Terpopuler / 12 Tahun Tidak Terkena Sentuhan! Hotel Megah di Jakarta Barat Ini Menjadi Tempat Narkoba

12 Tahun Tidak Terkena Sentuhan! Hotel Megah di Jakarta Barat Ini Menjadi Tempat Narkoba

Terkait dengan narkotika, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bares Krim Polri menggerebek tempat hiburan malam hingga hotel yang menjadi sarang peredaran narkoba di Jakarta Barat. Dalam penggerebekan ini, Bareskrim menangkap 14 tersangka serta menetapkan tiga orang dalam daftar pencarian orang. Ini adalah momen saat petugas membongkar dugaan peredaran narkotika di tempat hiburan malam dan hotel di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Dalam penggerebekan ini, petugas menyita 16 butir ekstasi dan 111 vape yang

mengandung etomidate. Selain itu, dari 55 orang yang menjalani pemeriksaan, sebanyak 18 orang dinyatakan positif menggunakan narkoba. Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang mengaku resah dengan aktivitas itu. Penyidik juga menduga praktik peredaran narkotika di lokasi itu telah berlangsung hampir 12 tahun dengan nilai perputaran uang mencapai ratusan miliar. Saat ini polisi masih memburu tiga buronan yang diduga berperan sebagai kurir dan pemasok utama dalam jaringan narkoba.

Pak Satgas NIC berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika jenis ekstasi dan FAP mengandung etomidet yang beroperasi di sejumlah tempat hiburan malam B Fashion Hotel dan the kegiatan tersebut petugas mengamankan puluhan orang yang terdiri dari karyawan, pengunjung serta pihak lain yang diduga terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. Pori melakukan penangkapan ketika adanya peringatan ke-12 hari jadi B fashion. Barang bukti yang diamankan berupa ekstasi, vap mengandung, serta barang

lain yang digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya jaringan terorganisir yang melibatkan distribusi lintas lokasi termasuk keterkaitan dengan pihak di dalam lembaga pemasyarakatan. Diperkirakan dalam kurun waktu 12 tahun jaringan ini telah mengedarkan sekitar 328.500 sampai 657.000 butir ekstasi dan 21.900 sampai 54.700 50 V mengandung Etomidet. Jurnalis Berita 1 Teresia Silalahi dan Farisa Elvandini akan memberikan informasi terkini terkait kasus ini di

hotel yang diduga jadi sarang narkoba. Tere, selamat sore. Untuk kondisi saat ini perkembangan kasusnya seperti apa, Tere? Dan juga apakah ee hotel ini masih beroperasi atau sudah ditutup? Ya. Baik, Dev. Dan juga pemirsa memang kalau kita lihat bagaimana kasus ini terus berjalan karena memang ada sebanyak 14 tersangka yang memang sudah ditangkap dan tiga lainnya masih DPO itu antara lain adalah kurir ataupun penyalur. Ini pun memang masih terus akan dilakukan oleh Bares Pori. Kami juga mau menjelaskan bagaimana kronologi

Pernyataan Presiden Indonesia Prabowo Tentang Rupiah Anjlok Justru Membuat Sentimen Negatif

kami pada hari ini juga menuju ke bivashion ataupun hotel yang di mana kemarin menjadi tempat kejadian perkara. Polisi juga menangkap beberapa orang. Jadi kami tidak diperkenankan untuk masuk begitu ya Def. Karena memang kalau kita lihat aktivitas di Bashion hotel ini jug juga sudah berjalan seperti biasa. Saat kami tadi mencari informasi apakah memang ada beberapa lantai yang ditutup. Ini memang benar khususnya adalah lantai-lantai yang memang tidak diperjual belikan untuk menginap ataupun melakukan karaoke di lantai 7. Itu

artinya tempat yang bernama The Seven yang di mana The Seven ini memang sudah lama sekali DEF dan juga pemirsa tidak dioperasikan untuk masyarakat umum. ini khususnya banyaknya adalah untuk pesanan VIP yang di mana ini ruangan-ruangan baik itu ruangan karaoke, baik itu pun ruangan kamar ini memang hanya dikenakan ataupun dijual hanya untuk beberapa tamu tamu VIP saja. Dan perlu saya sampaikan juga bahwa tadi sepanjang kami mencari pemberitaan di sana memang sampai saat ini terlihat aktivitas di hotel tersebut

masih terus dilakukan tidak ada yang berbeda begitu karena memang pihak dari hotel BP sendiri mengatakan bahwa kasus tersebut memang sudah dilempahkan ke barisni itu artinya memang hotel Bation tidak ada sangkut bautnya kembali dan perlu saya sampaikan juga bahwa kronologi awal terjadi terjadinya bation ini ketahuan begitu ya karena memang ada beberapa laporan dari Maret 2026 khususnya memang banyak sekali di situ kampung-kampung kecil yang melihat secara langsung adanya terada transaksi yang memang sudah terjalin cukup lama

dan pada akhirnya memang polisi menggerebek pada bulan Mei ini yang awalnya ada beberapa polisi yang langsung menginspeksi ataupun e mencoba untuk melihat secara langsung bagaimana transaksi yang terjadi di dalam hingga pada akhirnya dari tanggal 8 ada beberapa yang memang kalau kita lihat ee di tempat hiburan malam ini yang tertangkap begitu sehingga pada akhirnya kemarin terlihat banyak sekali tepatnya pada tanggal 14 Mei 2026 ini sudah tertangkap siapa? Pengedar utama yang ditangkap begitu ya. Di mana itu adalah

ee tersangka dengan ee julukan ataupun yang dipanggil oleh Mamadania begitu ya yang di mana ini merupakan penyedia narkoba sekaligus penghubung kepada pembeli di Hotel B Fashion. Jadi memang ini sudah terjalin cukup lama dan cukup besar begitu ya B dan juga pemirsa karena kalau kita lihat dan ini tidak hanya dengan satu orang saja ada kurir ada yang lain dan sebagainya dan memang yang paling membuat kita tercengang ini adalah banyak sekali karyawan yang berada di Hotel Bashion ini juga menjadi para tersangka itu artinya memang

Donlad Menanti Serangan ke Iran, Rumah Tawar Menawar Kembali Terbuka

jaringan yang berada di hotel bation ini cukup banyak yang bekerja sama dengan paraa para ee pengedar narkoba dan kalau kita lihat ini memang 14 tersangka ini ini juga kemarin sempat dicek secara langsung ini terbukti memang positif menggunakan narkoba dan perlu saya sampaikan juga ini polisi juga menyikir ekstasi dan 111 mengandung etudai dengan total ini memang kalau bisa dilihat ini sebanyak 628 juta dan memang kalau kita lihat ini sangat mengerikan begitu ya karena kalau kita tahu ini operasinya sudah ee sudah

dilakukan ee transaksi operasi yang dilakukan pengedar narkoba ini adalah ee selama 12 tahun itu artinya memang sudah banyak sekali jiwa-jiwa yang membeli ataupun melakukan pengedaran narkoba di Hotel Bashion. Sampai sejauh ini memang pihak dari Badas Grempori masih terus akan melakukan ataupun mencari-mencari pelaku yang lainnya karena masih ada tiga lagi DEF yang di mana ini merupakan DPO yang masih terus akan dicari oleh pihak Baras Krimori. Ini memang sangat disayangkan dan karena memang kami juga

sempat mendengar bahwa memang pihak dari ee masyarakat yang berada di sini juga sudah lama sebenarnya melaporkan dan baru akhirnya tertangkap pada bulan Mei 2026 ini. Jauh ini itu yang dis sampaikan karena kami tidak bisa mendekat kurang lebih ini 50 m dari hotel di fashion. Kembali ke Anda def. Baik. Jadi em Anda bergeser sedikit karena memang ada ee situasi yang terjadi di sana. Tapi kalau ee Anda mendapatkan cerita mungkin seperti apa, kemudian para tersangka ini bisa mendapatkan bahan baku sampai akhirnya

bisa menjual barang haram itu di dalam lokasi hotel yang ee kemarin digerebek. Iya. Baik. Kalau kami dengar memang dari kronologi ini, ini memang jaringannya cukup besar ya, Def. Karena memang kalau kita lihat begitu ya, selain memang karyawan, pengunjung dan juga tadi yang saya sebutkan tersangka yang bernama Mamadania ini, ini memang suka sudah cukup lama melakukan operasi pengedaran narkoba di sekitar Hotel B Fation ini. Dan kalau kita lihat memang pengamanan yang berada di hotel B Fation ini memang

cukup tidak ada begitu ya. Karena memang hotel fashion ini ada beberapa lantai. Ini memang digunakan untuk tempat hiburan yang cukup eksklusif dan VIP. Dan seempat saya katakan tadi memang ruangan VIP ini tidak boleh kunjungan untuk warga biasa, hanya untuk VIP saja yang bisa masuk ke dalam ruangan ini. Dan memang terjadi begitu saja. Dan memang kalau kita lihat ini bukan hanya karyawan, pengunjung ini juga melakukan pengedaran narkoba di hotel Bation ini. Jadi mereka menginap di sini begitu ya. dan mereka

Presiden Indonesia Prabowo Memberikan 6 Pesawat Rafale ke Tentara Negara Indonesia, Lihat Kecanggihan dan Fungsinya

akan menjual-jualkan narkoba tersebut dari salah satu oknus yaitu Muhamadania. Dan kalau kita dengar juga karyawan yang berada di situ juga baik itu ya pegawai ataupun baik itu yang di luar dari pegawai ini juga memang sudah terjaring begitu lama hingga pada akhirnya baru terungkap pada bulan Mei 2026 ini. Baik, Teresia Silalahi dan Farisini melaporkan langsung dari kawasan Jakarta Barat. Terima kasih untuk laporannya dan selamat kembali bertugas. Hati-hati T. Yeah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *