Harga solar di SPBU swasta tiba-tiba melonjak hingga menembus 30.000 per liter. Kenaikan drastis ini langsung bikin publik heboh dan memunculkan kekhawatiran soal nasib harga BBM di Indonesia. Menteri SDM Bahli Lahadalia akhirnya buka suara dan menegaskan satu hal penting. BBM subsidi tidak akan naik. Lalu kenapa harga solar non subsidi bisa melambung setinggi itu? Halo semuanya, selamat datang kembali di program kami. Kenaikan harga bahan bakar minyak kembali menjadi perhatian publik setelah harga solar non subsidi di
sejumlah SPBU swasta melonjak drastis pada awal Mei 2026. Harga solar bahkan dilaporkan menembus angka Rp30.000 per liter. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Bahlil Hadalia akhirnya angkat bicara terkait fenomena tersebut. Bahlil menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non subsidi khususnya untuk kalangan industri dan masyarakat mampu memang mengikuti mekanisme pasar. Menurutnya, kebijakan itu sudah sesuai dengan peraturan Menteri ESDM tahun 2022. Bahlil menegaskan bahwa BBM yang mengalami penyesuaian harga adalah BBM
non subsidi, bukan BBM subsidi yang digunakan masyarakat luas. Ia memastikan harga BBM subsidi seperti bensin subsidi, solar subsidi hingga LPG tidak akan mengalami kenaikan. Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 5 Mei 2026. Sebelumnya, publik dibuat terkejut dengan lonjakan harga solar di SPBU swasta Vivo dan BP. SPBU Vivo resmi menaikkan harga produk di SelUS Plus menjadi Rp30.890 per liter. Padahal pada awal Maret 2026 harga produk yang sama masih berada di level
Rp14.610 per liter. Artinya dalam waktu sekitar 2 bulan harga solar tersebut melonjak lebih dari Rp16.000 per liter. Meski harga solar naik drastis, produk BBM lainnya di SPBU Vivo tidak mengalami perubahan harga. Revo 92 tetap dijual Rp12.390 per literta di angka R2.900. R30 per liter. Kenaikan juga terjadi di SPBUBP. Produk BP Ultimate di Selini dijual seharga Rp30.890 per liter. Naik cukup tajam dibanding sebelumnya yang berada di angka Rp25.560 per liter. Sementara produk BBMBP lainnya masih
bertahan tanpa perubahan harga. BP92 tetap di angka Rp12.390 per literate berada di level 12.9. per liter. Lonjakan harga solar non subsidi ini memicu perhatian publik karena terjadi di tengah kondisi ekonomi yang masih sensitif terhadap kenaikan harga energi. Banyak masyarakat khawatir kenaikan tersebut dapat berdampak pada biaya logistik dan harga kebutuhan pokok. Namun, pemerintah menegaskan bahwa perlindungan terhadap BBM subsidi tetap menjadi prioritas agar kelompok masyarakat rentan tidak terdampak
langsung oleh gejolak harga energi global. Kini publik menanti apakah kenaikan harga BBM non subsidi ini hanya bersifat sementara atau akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan. Keputusan bisnis terbaik datang dari data, bukan tebakan. Mudah berlangganan bisnis insight dengan subscribe with Google. Download aplikasi kontan sekarang di App Store atau Play Store.

Komentar
Harga solar bakalan turun lagi GK bakal sampe 30 ribu kayanya
30 ribu mending beli rokok sebungkus. Sampoerna mild
Beli roko aja 30 ribumah
Roko Mulu beli cewe 30 juta aja
Bau aparat 30 ribuan
GK lebih dari 30 ribu kayanya