JAKARTA — Mayoritas saham perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sukses mencatatkan kinerja gemilang dan berbalik menguat (rebound) pada penutupan perdagangan bursa. Sebanyak 19 saham BUMN dari berbagai sektor—mulai dari perbankan, telekomunikasi, energi, hingga konstruksi—kompak parkir di zona hijau.
Laporan dari CNBC Indonesia mengungkapkan bahwa pendorong utama lonjakan harga saham pelat merah ini dipicu oleh akumulasi pembelian dari instansi pengelola investasi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia serta realisasi program pembelian kembali (buyback) saham bernilai triliunan rupiah oleh jajaran manajemen emiten BUMN.
Intervensi BPI Danantara dan Aksi Buyback Triliunan Rupiah
1. Masuknya BPI Danantara Mengakuisisi Saham Fundamental Baik
BPI Danantara Indonesia secara resmi mengonfirmasi telah memulai langkah eksekusi akumulasi pembelian emiten BUMN di pasar modal domestik saat IHSG tertekan:
-
Peluang Investasi: Tekanan harga pasar dipandang sebagai momentum menarik untuk menambah porsi kepemilikan saham BUMN yang memiliki fundamental kokoh, valuasi murah, dan prospek pertumbuhan jangka panjang.
-
Strategi Pengelolaan Risiko: Pemilihan portofolio dilakukan secara profesional melalui kerja sama kemitraan dan proses due diligence ketat guna menjaga keseimbangan risk-reward.
2. Realisasi Program Buyback Emisi BUMN
Penguatan saham BUMN juga ditopang komitmen korporasi dalam menjaga harga saham lewat alokasi buyback:
-
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Menyiapkan dana buyback sebesar Rp 1,17 triliun.
-
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Meredam volatilitas pasar dengan alokasi dana buyback Rp 627 miliar.
-
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Mengakselerasi program buyback senilai maksimal Rp 4 triliun, di mana sisa dana per Oktober masih melebihi Rp 3 triliun.
Rincian Pergerakan Saham BUMN dan Penutupan IHSG
Aksi beli masif pada saham-saham big-cap BUMN berhasil membalikkan arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sempat melemah hingga 2% di awal sesi, IHSG akhirnya ditutup menguat 1,12% (59,54 poin) ke level 5.387,91 dengan nilai transaksi mencapai Rp 15,31 triliun.
Berikut adalah daftar kenaikan sejumlah saham BUMN utama pada penutupan perdagangan:
-
PT PP Properti Tbk (PPRO): Melesat 7,14% ke Rp 15/saham.
-
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR): Naik 5,11% ke Rp 2.470/saham.
-
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Menguat 4,92% ke Rp 3.410/saham.
-
PT Elnusa Tbk (ELSA): Melonjak 4,76% ke Rp 660/saham.
-
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Naik 4,41% ke Rp 2.840/saham.
-
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Menguat 4,05% ke Rp 3.850/saham.
-
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Naik 3,77% ke Rp 2.200/saham.
-
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Menguat 3,20% ke Rp 2.900/saham.
“Keputusan BPI Danantara dan aksi buyback korporasi terbukti efektif menjadi bantalan penahan tekanan pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek emiten BUMN,” ulas laporan pasar modal dari CNBC Indonesia.
Comment