Bisnis
Home / Bisnis / Kriminalitas & Industri Kolektibel: Perampokan Truk FedEx Sasar Pengiriman Kartu Bersertifikat ‘PSA’, Pasar Kolektor Waspada

Kriminalitas & Industri Kolektibel: Perampokan Truk FedEx Sasar Pengiriman Kartu Bersertifikat ‘PSA’, Pasar Kolektor Waspada

Trading card theft is on the rise as values continue to skyrocket. Justin Sullivan/Getty Images
Trading card theft is on the rise as values continue to skyrocket. Justin Sullivan/Getty Images

NEW YORK — Industri barang kolektibel kembali terguncang oleh aksi kejahatan terencana yang menyasar pengiriman berharga tinggi. Sebuah truk pengiriman FedEx yang mengangkut peti berisi ribuan kartu olahraga dan kartu Pokemon yang telah lulus sertifikasi PSA (Professional Sports Authenticator) menjadi korban perampokan dan pencurian kargo di tengah perjalanan pengiriman.

Laporan mendalam dari portal berita olahraga dan bisnis The Athletic (The New York Times) menyingkap bahwa peristiwa ini tidak hanya merugikan pemilik kartu hingga jutaan dolar, tetapi juga memicu kekhawatiran besar di kalangan rumah lelang, kolektor independen, serta platform grading terbesar dunia tersebut.

Modus Operasi dan Risiko Penjualan Kartu Bersertifikat PSA yang Dicuri

1. Pentingnya Sertifikasi dan Nomor Seri PSA

Perusahaan sertifikasi PSA dikenal sebagai standar tertinggi dalam menilai kondisi fisik, keaslian, dan memberi nilai kelangkaan (grading scale 1–10) pada kartu olahraga maupun Pokemon. Setiap kartu yang disertifikasi PSA dimasukkan ke dalam wadah akrilik pelindung tertutup (slab) yang dilengkapi dengan nomor sertifikasi unik serta kode QR.

2. Tantangan Pelaku dalam Menjual Barang Curi

Kendati kartu yang dicuri bernilai sangat tinggi, nomor sertifikasi unik pada wadah PSA justru menjadi “jejak digital” yang menyulitkan pelaku untuk menjualnya di pasar terbuka:

  • Sistem Pelaporan Nomor Seri (Deactivation/Flagging): Pihak PSA dan otoritas penegak hukum dapat mengidentifikasi serta menonaktifkan (flag) seluruh nomor sertifikasi kartu yang terbukti dicuri dalam basis data global mereka.

  • Risiko Pasar Gelap (Black Market): Jika pelaku berusaha membongkar wadah akrilik PSA untuk menjual kartunya secara “polos” tanpa nomor seri, nilai jual kartu tersebut akan merosot drastis dan berisiko merusak fisik kartu itu sendiri.

“Pencurian kargo PSA ini merupakan salah satu kasus terbesar yang menimpa industri kartu koleksi. Namun, keberadaan nomor sertifikasi PSA membuat kartu-kartu ini sangat sulit diperjualbelikan secara sah di rumah lelang besar,” pukas ulasan analisis dari The Athletic.

Langkah Pencegahan dan Imbalan Bagi Informasi Keberadaan Kargo

Guna mengantisipasi peredaran kartu curian ini di pasar sekunder, berbagai pihak mengambil langkah hukum dan keamanan ketat:

Ekonomi & Kebijakan Publik: Dorong Inklusi Keuangan 99 Persen, Pemerintah Siapkan Program Rekening Gratis Bersaldo Awal Rp50 Ribu untuk 25 Juta Warga

  • Peringatan bagi Pembeli dan Kolektor: Komunitas kolektor diimbau untuk selalu memeriksa nomor sertifikasi PSA melalui aplikasi resmi sebelum melakukan transaksi peer-to-peer atau pembelian online di platform e-commerce.

  • Penyelidikan Bersama Kepolisian dan Logistik: Pihak kepolisian bekerja sama dengan tim investigasi internal FedEx serta tim keamanan PSA untuk melacak pergerakan kargo yang hilang dan membongkar jaringan penadah barang curian tersebut.

Teknologi & Keamanan Siber: Tersembunyi Selama Satu Dekade, AI Berhasil Ungkap Celah Keamanan Fatal pada Bahasa Pemrograman PHP yang Menopang Internet Global

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *