Bisnis
Home / Bisnis / Nike Jadikan India Tumpuan Pertumbuhan Baru, Penjualan di China Masih Tertekan

Nike Jadikan India Tumpuan Pertumbuhan Baru, Penjualan di China Masih Tertekan

A shopper carries a Nike bag in San Francisco, Dec. 17, 2025. David Paul Morris | Bloomberg | Getty Images
A shopper carries a Nike bag in San Francisco, Dec. 17, 2025. David Paul Morris | Bloomberg | Getty Images

BENGALURU, INDIA — Nike memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjangnya dengan membangun kampus global baru di Bengaluru, India, ketika perusahaan perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat itu menghadapi tekanan bisnis, terutama akibat penurunan penjualan di China.

Rencana tersebut menjadi bagian dari perubahan operasional yang diumumkan Nike pada awal Oktober 2026. CEO Nike, Elliott Hill, menyebut India sebagai pasar pertumbuhan penting sekaligus pusat manufaktur yang memiliki akses terhadap tenaga kerja terampil dan kemampuan untuk mendukung kebutuhan perusahaan di masa depan.

Kampus baru itu direncanakan menampung tim korporat yang mendukung Nike, Jordan Brand, dan Converse. Fasilitas tersebut akan dikembangkan secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang, sehingga bukan merupakan solusi instan terhadap tekanan penjualan yang sedang dihadapi perusahaan.

Nike Bangun Kampus Global di Bengaluru untuk Mendukung Pertumbuhan

India dipandang sebagai pasar strategis

Nike menilai India memiliki peluang jangka panjang berkat pertumbuhan pasar, kemampuan manufaktur, dan ketersediaan talenta. Dengan membangun kampus di Bengaluru, perusahaan ingin memperkuat kapasitas operasional sekaligus mendekatkan pengambilan keputusan dengan pasar yang dilayani.

Langkah ini juga mencerminkan upaya Nike untuk menjadi perusahaan yang lebih responsif terhadap kebutuhan konsumen dan atlet di berbagai wilayah. Perusahaan menyatakan bahwa kampus tersebut akan mendukung pekerjaan lintas merek, bukan hanya kegiatan bisnis Nike di India.

Ekonomi & Kebijakan Publik: Dorong Inklusi Keuangan 99 Persen, Pemerintah Siapkan Program Rekening Gratis Bersaldo Awal Rp50 Ribu untuk 25 Juta Warga

Meski demikian, investasi tersebut perlu dipandang sebagai strategi jangka panjang. Dampaknya terhadap penjualan, efisiensi, dan pertumbuhan pendapatan akan bergantung pada pelaksanaan rencana serta perkembangan permintaan konsumen.

Bengaluru menjadi bagian dari perubahan struktur global

Selain membangun kampus baru, Nike berencana mengubah struktur organisasinya menjadi tiga kawasan utama, yakni Amerika; Asia Pasifik dan Greater China; serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika atau EMEA.

Tim kepemimpinan Asia Pasifik dan Greater China akan berbasis di Singapura. Menurut perusahaan, struktur baru tersebut dimaksudkan untuk mempercepat keputusan, memperjelas tanggung jawab, dan mendekatkan sumber daya kepada pasar. Perubahan organisasi ini diperkirakan mulai diterapkan pada tahun fiskal 2028.

Penjualan Nike di China Menjadi Tantangan Besar

Pendapatan Greater China turun 26% secara tahunan

Di tengah rencana ekspansi India, kinerja Nike di China masih menjadi perhatian utama. Laporan keuangan perusahaan untuk kuartal pertama tahun fiskal 2027 menunjukkan pendapatan Greater China turun 22% secara nominal dan 26% jika dihitung tanpa pengaruh perubahan nilai tukar mata uang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan itu terjadi pada sejumlah kategori produk, termasuk sepatu dan pakaian olahraga. Penjualan melalui kanal langsung Nike kepada konsumen juga melemah, memperlihatkan bahwa tantangan perusahaan tidak terbatas pada satu jalur distribusi.

Teknologi & Keamanan Siber: Tersembunyi Selama Satu Dekade, AI Berhasil Ungkap Celah Keamanan Fatal pada Bahasa Pemrograman PHP yang Menopang Internet Global

China merupakan pasar penting bagi Nike, sehingga penurunan yang berkelanjutan dapat menekan pertumbuhan pendapatan dan memperumit upaya pemulihan bisnis secara global.

Persaingan dan relevansi produk ikut menentukan

Nike menghadapi persaingan dari merek olahraga lokal China yang berupaya menarik konsumen melalui produk, harga, dan pemasaran yang disesuaikan dengan pasar domestik. Perubahan preferensi konsumen serta kebutuhan untuk menghadirkan produk yang lebih menarik turut menjadi tantangan bagi merek global tersebut.

Untuk memulihkan momentum, Nike perlu meningkatkan daya tarik produknya, memperkuat hubungan dengan mitra ritel, serta menyesuaikan strategi pemasaran dan distribusi dengan kebutuhan konsumen setempat.

Namun, membangun kampus di India tidak berarti Nike meninggalkan China. Berdasarkan penjelasan perusahaan, investasi di India merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang berjalan bersamaan dengan upaya memperbaiki kinerja di pasar-pasar lain.

Strategi Efisiensi Nike dan Rencana Pengurangan Biaya

Program Pace mengubah cara perusahaan beroperasi

Kampus India merupakan salah satu bagian dari program perubahan operasional Nike yang disebut Pace. Program tersebut berfokus pada modernisasi rantai pasok, perubahan struktur geografis, pengembangan kampus di Bengaluru, dan penyesuaian tenaga kerja.

Pasar Modal & Investasi: Aksi Danantara Borong Saham BUMN Jadi Katalis Positif, IHSG Berhasil Rebound dari Tekanan Sentimen MSCI

Nike menyatakan bahwa perubahan tersebut bertujuan membangun perusahaan yang lebih gesit, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan atlet serta konsumen. Perusahaan juga memperkirakan perubahan operasional akan membuatnya membutuhkan lebih sedikit posisi kerja dari waktu ke waktu.

Nike belum menetapkan secara pasti seluruh jumlah posisi yang terdampak maupun lokasi pekerjaan yang akan berubah. Perusahaan menyatakan keputusan terkait posisi yang terdampak akan mulai dilakukan pada 2027 dan seterusnya, dengan proses konsultasi lokal jika diwajibkan.

Pemulihan bisnis tidak bisa bergantung pada penghematan saja

Pengurangan biaya dapat membantu memperbaiki efisiensi, tetapi keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada kemampuan Nike untuk mendorong permintaan, menghadirkan inovasi produk, dan mempertahankan daya saing merek.

Penurunan penjualan di China menunjukkan bahwa efisiensi operasional saja belum tentu cukup untuk memulihkan pertumbuhan. Nike juga harus memastikan produk dan pengalaman belanja yang ditawarkan sesuai dengan perubahan selera konsumen di pasar utama.

Apa Arti Ekspansi India bagi Masa Depan Nike?

Pembangunan kampus di Bengaluru memperlihatkan bahwa Nike ingin memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjangnya melalui investasi pada talenta, kemampuan operasional, dan kedekatan dengan pasar. India berpotensi memainkan peran yang lebih besar dalam strategi global perusahaan, baik sebagai pasar konsumen maupun pusat manufaktur.

Namun, hasil investasi itu tidak akan langsung terlihat. Nike masih harus mengatasi penurunan pendapatan di China, meningkatkan daya tarik produknya, dan menjalankan perubahan organisasi tanpa mengganggu operasional bisnis.

Perkembangan penjualan pada kuartal-kuartal berikutnya, kemajuan pembangunan kampus, dan pelaksanaan program Pace akan menjadi indikator penting untuk menilai apakah strategi baru tersebut mampu mengembalikan pertumbuhan Nike secara berkelanjutan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *