JAKARTA, INDONESIA — Google mulai memperkenalkan Googlebook sebagai laptop premium yang mengandalkan Googlebook OS, sistem operasi baru yang menggabungkan pengalaman desktop dengan ekosistem Android. Sistem ini menawarkan antarmuka yang relatif mudah dipahami, integrasi Gemini AI, serta akses ke aplikasi Android. Namun, pengujian awal menunjukkan masih ada sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan sebelum perangkat ini layak menjadi pengganti laptop Windows atau macOS.
Dalam pengujian yang dilakukan pada HP Googlebook 14c dan Asus Googlebook 14, Notebookcheck menemukan bahwa Googlebook OS terasa intuitif untuk penggunaan harian. Meski demikian, kompatibilitas aplikasi, koneksi dengan ponsel, serta sejumlah fitur layar masih belum berjalan sempurna. Harga perangkat yang berada di kelas premium juga membuat kekurangan tersebut semakin penting untuk dipertimbangkan.
Apa Itu Googlebook OS dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Googlebook OS merupakan sistem operasi laptop baru yang dirancang untuk mendekatkan pengalaman menggunakan komputer dengan ekosistem Android. Pengguna akan menemukan sejumlah elemen desktop yang familier, seperti bilah tugas, ikon aplikasi, folder, widget, pengaturan cepat, serta pengelolaan jendela.
Proses konfigurasi awal relatif sederhana. Pengguna cukup menyiapkan akun Google dan koneksi Wi-Fi, kemudian dapat mengatur sejumlah preferensi, termasuk autentikasi biometrik dan akses Gemini. Pengguna juga bisa memanfaatkan perangkat Android yang kompatibel untuk membantu memindahkan akun dan data saat proses penyiapan.
Antarmuka Desktop yang Mudah Dipelajari
Tampilan Googlebook OS menggabungkan elemen komputer tradisional dan perangkat seluler. Bilah tugas dapat ditampilkan atau disembunyikan, sedangkan menu pengaturan cepat menyediakan akses ke Wi-Fi, Bluetooth, kecerahan layar, mode gelap, perekaman layar, dan fitur transmisi konten ke perangkat yang kompatibel.
Sistem pengelolaan jendelanya juga mendukung tampilan berdampingan. Pengguna dapat mengubah lebar masing-masing aplikasi melalui trackpad atau layar sentuh. Fitur beberapa desktop tersedia, tetapi perpindahan antar-desktop masih membutuhkan gerakan yang terasa kurang praktis dibandingkan mekanisme pada sejumlah sistem operasi desktop lain.
Pengelolaan File dan Dukungan Penyimpanan Eksternal
Googlebook OS menyediakan pengelola berkas yang menampilkan dokumen terbaru serta akses ke folder lokal, Google Drive, tempat sampah, foto kamera, dan media penyimpanan eksternal.
Namun, dukungan perangkat penyimpanan belum sepenuhnya konsisten. Dalam pengujian Notebookcheck, flash drive berformat exFAT berkapasitas 64 GB dapat digunakan, sementara sebuah SSD eksternal berformat exFAT justru meminta pemformatan terlebih dahulu. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kompatibilitas perangkat eksternal masih perlu diuji berdasarkan jenis dan format media penyimpanannya.
Gemini AI Menjadi Salah Satu Fitur Utama
Google menempatkan Gemini sebagai bagian penting dari pengalaman Googlebook OS. Asisten AI ini dapat diakses melalui tombol pada bilah tugas atau pintasan keyboard, serta mendukung interaksi menggunakan suara.
Pengguna juga memperoleh sejumlah opsi untuk mengatur pengalaman Gemini, termasuk preferensi penyimpanan percakapan dan pilihan model yang tersedia. Fitur Magic Pointer turut hadir dengan pendekatan mirip Circle to Search, sehingga pengguna bisa menyorot elemen tertentu di layar untuk mencari informasi lebih lanjut.
Manfaat AI untuk Produktivitas
Integrasi AI berpotensi membantu pengguna merangkum informasi, mencari penjelasan, dan menjalankan tugas yang berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari. Bagi pengguna yang sudah mengandalkan layanan Google, penyatuan asisten AI dengan sistem operasi dapat membuat alur kerja terasa lebih praktis.
Namun, manfaat akhirnya tetap bergantung pada kualitas integrasi dengan aplikasi yang digunakan. Kehadiran AI tidak otomatis mengatasi masalah kompatibilitas perangkat lunak atau menggantikan aplikasi desktop yang dibutuhkan untuk pekerjaan profesional.
Keterbatasan Googlebook OS yang Perlu Diketahui
Walaupun menawarkan pengalaman yang cukup sederhana, Googlebook OS masih memiliki beberapa kelemahan yang berpengaruh terhadap pemakaian sehari-hari.
Tidak Semua Aplikasi Android Kompatibel
Salah satu masalah utama adalah dukungan aplikasi. Googlebook OS memungkinkan pengguna memasang aplikasi Android melalui Google Play Store maupun toko aplikasi alternatif. Akan tetapi, sejumlah aplikasi tidak muncul di Play Store karena dinyatakan tidak kompatibel. Pemasangan dari sumber lain pun dapat berakhir dengan pesan kesalahan.
Notebookcheck menyoroti bahwa keterbatasan tersebut juga memengaruhi sejumlah gim populer, termasuk Minecraft dan Fortnite. Pada saat pengujian, belum ada kepastian mengenai kapan dukungan untuk aplikasi-aplikasi tersebut akan tersedia.
Kendala ini penting bagi pengguna yang berencana menjadikan Googlebook sebagai perangkat serbaguna untuk bekerja sekaligus bermain gim. Sebelum membeli, calon pengguna sebaiknya memastikan aplikasi utama mereka benar-benar dapat dipasang dan berjalan dengan baik.
Koneksi dengan Ponsel Android Belum Konsisten
Googlebook OS dirancang untuk terhubung dengan ponsel Android agar pengguna dapat melanjutkan pekerjaan, mengakses aplikasi, atau menangani komunikasi dari laptop. Namun, pengujian Notebookcheck menunjukkan bahwa fitur konektivitas ini membutuhkan ponsel dengan Android 17 dan belum berhasil diaktifkan pada Asus Googlebook 14 yang diuji.
Artinya, pengalaman integrasi antara laptop dan ponsel belum dapat dianggap mulus di semua perangkat. Kompatibilitas model ponsel, versi sistem operasi, dan pembaruan perangkat lunak perlu menjadi pertimbangan sebelum membeli.
Pengaturan Warna Layar Masih Terbatas
Masalah lain ditemukan pada pengelolaan layar. Walaupun perangkat yang diuji menggunakan panel OLED berkualitas baik, opsi untuk memilih ruang warna seperti sRGB dan P3 maupun melakukan kalibrasi layar belum tersedia pada unit pengujian.
Notebookcheck juga mencatat bahwa HP Googlebook 14c belum dapat memutar konten HDR pada saat diuji. Penguji menduga kendala tersebut berkaitan dengan perangkat lunak, tetapi penyebabnya belum dapat dipastikan.
Keterbatasan ini perlu diperhatikan oleh fotografer, desainer, editor video, dan pengguna lain yang membutuhkan kontrol warna akurat. Spesifikasi panel yang bagus belum tentu menjamin seluruh fitur layar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Harga Googlebook Menempatkannya di Segmen Premium
Notebookcheck menyebut harga awal perangkat Googlebook yang dibahas berada di kisaran 1.200 euro. Dengan harga tersebut, pengguna tentu mengharapkan sistem operasi yang matang, kompatibilitas aplikasi luas, dan fitur produktivitas yang dapat diandalkan.
Googlebook OS memiliki keunggulan bagi pengguna yang banyak menggunakan layanan Google dan sudah berada dalam ekosistem Android. Akan tetapi, keterbatasan perangkat lunak membuat nilai produknya lebih sulit dinilai jika dibandingkan dengan laptop Windows atau macOS pada kelas harga yang sama.
Apakah Googlebook OS Layak Dibeli?
Googlebook OS berpotensi menarik bagi pengguna yang mengutamakan integrasi Google, antarmuka sederhana, fitur AI, dan akses ke aplikasi Android. Sistem ini juga dapat menjadi pilihan bagi mereka yang aktivitas utamanya berupa penjelajahan web, komunikasi, dan pekerjaan ringan.
Sebaliknya, pengguna yang membutuhkan aplikasi profesional tertentu, kompatibilitas gim yang luas, dukungan penyimpanan eksternal tanpa kendala, atau pengaturan warna tingkat lanjut sebaiknya melakukan pengecekan lebih mendalam sebelum membeli.
Untuk konsumen di Indonesia, harga 1.200 euro yang disebut dalam pengujian bukanlah harga resmi Indonesia. Harga lokal, ketersediaan model, garansi, dukungan layanan purnajual, serta kompatibilitas perangkat perlu dikonfirmasi melalui penjual atau distributor resmi sebelum mengambil keputusan.
Kesimpulan: Potensial, tetapi Masih Membutuhkan Penyempurnaan
Googlebook OS memperlihatkan arah baru dalam pengembangan laptop yang menggabungkan antarmuka desktop, aplikasi Android, dan kecerdasan buatan Gemini. Pengaturan yang intuitif serta integrasi layanan Google menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan ekosistem tersebut.
Namun, dukungan aplikasi yang belum merata, konektivitas ponsel yang belum konsisten, dan keterbatasan pengaturan layar menunjukkan bahwa sistem ini masih membutuhkan penyempurnaan. Pada segmen harga premium, pengalaman perangkat lunak akan menjadi faktor penting yang menentukan daya saing Googlebook.
Bagi calon pembeli, langkah paling aman adalah memeriksa kompatibilitas aplikasi yang dibutuhkan dan memastikan dukungan perangkat tersedia di wilayah masing-masing. Googlebook OS memiliki potensi, tetapi kelayakannya sebagai pengganti laptop konvensional masih bergantung pada pembaruan dan peningkatan dukungan aplikasi ke depannya.
Comment