JAKARTA, INDONESIA — ASUS ROG Xbox Ally X20 hadir sebagai konsol gaming genggam premium yang mengutamakan desain elegan, layar OLED berkualitas tinggi, dan kenyamanan saat bermain. Namun, di balik pembaruan tampilannya, perangkat edisi peringatan 20 tahun ROG ini masih menggunakan prosesor AMD yang sama dengan pendahulunya, sehingga peningkatan performa gaming belum terlalu signifikan.
Dalam ulasan yang diterbitkan Gizmodo pada 15 Oktober 2026, perangkat ini mendapat nilai 4,5 dari 5. Reviewer Kyle Barr menilai Xbox Ally X20 sebagai salah satu handheld gaming PC dengan desain dan ergonomi terbaik yang pernah ia gunakan, tetapi mengingatkan bahwa perangkat pesaing menawarkan performa lebih tinggi.
Dengan harga mulai US$1.300 untuk perangkat genggam saja, Xbox Ally X20 ditujukan kepada gamer yang mengutamakan kualitas layar, kenyamanan, dan pengalaman bermain portabel. Bagi pembeli yang lebih mementingkan frame rate dan performa mentah, ada sejumlah alternatif yang layak dipertimbangkan.
Desain Premium dan Layar OLED Jadi Daya Tarik Utama
ASUS membawa sejumlah perubahan pada Xbox Ally X20 untuk memperingati 20 tahun lini Republic of Gamers (ROG). Perangkat ini menggunakan tampilan transparan dengan aksen emas yang membuatnya terlihat berbeda dari model sebelumnya.
Perubahan tersebut tidak hanya berfokus pada estetika. ASUS juga menyempurnakan bagian pegangan, tombol, dan sistem pendinginan untuk mendukung pengalaman bermain yang lebih nyaman.
Layar OLED 7,4 Inci dengan Refresh Rate 120Hz
Salah satu peningkatan paling menonjol adalah layar OLED berukuran 7,4 inci, lebih besar daripada layar 7 inci pada Xbox Ally X generasi sebelumnya. Ukuran tambahan ini dicapai dengan memperkecil bezel di bagian atas dan samping.
Layar tersebut memiliki resolusi maksimum 1080p, rasio aspek 16:9, dan refresh rate hingga 120Hz. Dukungan variable refresh rate (VRR) juga membantu menyesuaikan tampilan dengan frame rate permainan yang sedang berjalan.
Teknologi OLED memberikan warna yang kaya dan kontras tinggi, terutama pada gim dengan banyak adegan gelap atau pencahayaan dramatis. Namun, menurut pengujian Gizmodo, layar masih dapat terlihat kurang jelas ketika terkena cahaya langsung yang sangat terang.
Karena itu, layar Xbox Ally X20 paling menarik bagi pengguna yang sering bermain di dalam ruangan atau lingkungan dengan pencahayaan terkendali.
Pegangan Lebih Nyaman untuk Sesi Gaming Panjang
ASUS mempertahankan desain pegangan yang terinspirasi dari kontroler Xbox. Bentuk ini membuat perangkat terasa lebih tebal daripada beberapa handheld gaming PC lain, tetapi memberikan ruang genggaman yang lebih nyaman.
Bagian belakang pegangan juga menggunakan tekstur karet untuk membantu menjaga cengkeraman. Tombol bumper dibuat lebih responsif, sementara tombol wajah dirancang lebih rata dengan bodi.
Bobot perangkat sekitar 1,66 pon atau 753 gram, sedikit lebih berat daripada model sebelumnya yang berbobot sekitar 1,58 pon. Bobot tersebut masih memungkinkan perangkat dibawa bepergian, tetapi penggunaan dalam waktu lama akan lebih nyaman jika tangan ditopang oleh meja atau bantal.
Joystick TMR Mengurangi Risiko Stick Drift
Pembaruan penting lainnya terdapat pada sistem kontrol. Xbox Ally X20 menggunakan joystick berbasis tunneling magnetoresistance (TMR), teknologi sensor magnetik yang dirancang untuk mengurangi risiko stick drift dibandingkan mekanisme joystick konvensional tertentu.
Stick drift terjadi ketika karakter atau kamera dalam gim bergerak tanpa input yang disengaja dari pengguna. Masalah ini dapat mengganggu pengalaman bermain, khususnya pada gim aksi, balapan, dan penembak.
D-Pad yang Bisa Berubah Bentuk Belum Tentu Praktis
ASUS juga memperkenalkan D-pad yang dapat diangkat dan diputar untuk mengubah konfigurasi arah dari empat arah menjadi delapan arah.
Secara konsep, fitur tersebut dapat membantu permainan yang membutuhkan input diagonal. Namun, pengujian Gizmodo menemukan bahwa mekanismenya belum sepenuhnya praktis karena D-pad tidak terkunci dengan kuat ketika diputar.
Akibatnya, gerakan jari dapat membuat posisinya kembali berubah. Untuk sebagian besar pemain, perubahan pada joystick dan kenyamanan tombol kemungkinan lebih bermanfaat daripada mekanisme D-pad tersebut.
Performa Gaming Masih Mengandalkan AMD Ryzen Z2 Extreme
Di balik layar dan desain baru, ASUS ROG Xbox Ally X20 tetap menggunakan prosesor AMD Ryzen Z2 Extreme. Perangkat ini juga dilengkapi RAM LPDDR5X 24 GB dengan kecepatan 8.000 MHz serta penyimpanan SSD 1 TB.
Spesifikasi tersebut masih memadai untuk berbagai gim PC, tetapi bukan peningkatan besar dibandingkan Xbox Ally X sebelumnya.
Peningkatan Frame Rate Relatif Kecil
Dalam pengujian Gizmodo, performa X20 secara umum setara dengan generasi sebelumnya. Beberapa pengujian sintetis menunjukkan peningkatan hingga sekitar 3%, sementara pengujian gim terkadang menghasilkan frame rate sedikit lebih rendah. Perbedaan tersebut masih berada dalam margin variasi pengujian.
Pada gim berat seperti Gears of War: E-Day, pengujian dengan resolusi 1080p dan pengaturan grafis medium tanpa upscaling menghasilkan sekitar 16 frame per detik pada benchmark. Untuk memperoleh pengalaman lebih lancar, pemain perlu mengandalkan teknologi upscaling seperti AMD FSR, TSR, atau Intel XeSS jika didukung gim tersebut.
Dalam permainan langsung dengan pengaturan serupa, reviewer melaporkan rata-rata sekitar 35 fps, dengan penurunan hingga kisaran 20-an fps ketika banyak karakter tampil di layar.
Hasil ini memperlihatkan bahwa layar OLED yang lebih baik tidak otomatis membuat gim berjalan lebih cepat. Gamer yang menginginkan pengaturan grafis tinggi dan frame rate stabil mungkin perlu mempertimbangkan handheld dengan prosesor lebih kuat.
MSI Claw 8 EX AI+ Menawarkan Performa Lebih Tinggi
Salah satu pesaing yang dibandingkan dalam ulasan Gizmodo adalah MSI Claw 8 EX AI+, yang menggunakan chip Intel G3 Extreme. Perangkat tersebut dibanderol sekitar US$1.800, lebih mahal daripada Xbox Ally X20.
Menurut hasil pengujian yang dilaporkan Gizmodo, handheld MSI menghasilkan frame rate sekitar 30–40% lebih tinggi dalam sejumlah gim. Perbedaan itu dapat memberikan pengalaman bermain yang lebih lancar, khususnya pada judul yang menuntut kinerja prosesor dan grafis lebih besar.
Meski demikian, perbandingan tersebut tidak berarti setiap gim akan memberikan selisih performa yang sama. Hasil dapat berubah bergantung pada judul permainan, resolusi, pengaturan grafis, mode daya, dan kondisi pengujian.
Xbox Ally X20 tetap memiliki keunggulan pada kenyamanan genggaman dan kualitas layar. Jadi, pilihan terbaik bergantung pada apakah pengguna lebih mengutamakan pengalaman fisik saat bermain atau kemampuan menjalankan gim dengan frame rate tinggi.
Harga ASUS ROG Xbox Ally X20 Mulai US$1.300
Gizmodo mencatat harga Xbox Ally X20 sebesar US$1.300 untuk versi perangkat genggam saja. ASUS juga menawarkan paket yang menyertakan kacamata ASUS ROG Xreal R1 dengan harga US$2.500.
Paket tersebut dilengkapi koper pelindung berukuran besar. Namun, aksesori layar tambahan itu belum tentu menarik bagi semua pengguna, terutama karena X20 sendiri sudah memiliki layar OLED internal.
Apakah Harganya Sebanding dengan Fitur yang Ditawarkan?
Dengan harga US$1.300, Xbox Ally X20 masuk kategori perangkat gaming genggam premium. Pembeli membayar lebih untuk layar OLED, desain edisi khusus, kontrol yang diperbarui, dan kenyamanan penggunaan.
Namun, karena prosesor dan performa dasarnya tidak mengalami peningkatan besar, pengguna Xbox Ally X generasi sebelumnya mungkin tidak memperoleh manfaat performa yang cukup besar untuk membenarkan biaya upgrade.
Bagi pembeli baru yang sangat mengutamakan OLED dan ergonomi, X20 bisa menjadi pilihan menarik. Sebaliknya, gamer yang mengejar performa tertinggi sebaiknya membandingkan benchmark, harga, dan kemampuan perangkat pesaing sebelum memutuskan.
Ketersediaan dan Pertimbangan Pembelian di Indonesia
Harga US$1.300 merupakan harga yang dilaporkan untuk pasar Amerika Serikat, bukan harga resmi di Indonesia. Biaya impor, pajak, nilai tukar, garansi, dan layanan purnajual dapat memengaruhi harga akhir di pasar lokal.
Calon pembeli Indonesia sebaiknya memeriksa ketersediaan melalui ASUS Indonesia atau penjual tepercaya sebelum melakukan pemesanan. Pastikan juga informasi mengenai garansi, dukungan layanan, dan ketentuan pengembalian barang jelas.
Sebelum membeli, pertimbangkan beberapa hal berikut:
- Prioritas layar: OLED 7,4 inci cocok bagi pemain yang mengutamakan kontras dan kualitas visual.
- Kebutuhan performa: prosesor yang sama dengan generasi sebelumnya berarti peningkatan frame rate bukan alasan utama untuk upgrade.
- Kenyamanan: desain pegangan dan joystick TMR menjadi keunggulan penting untuk penggunaan jangka panjang.
- Anggaran: bandingkan harga lokal dengan perangkat pesaing dan perhitungkan biaya aksesori.
- Garansi: pastikan perangkat memiliki dukungan purnajual yang sesuai dengan kebutuhan.
Kesimpulan: Handheld Gaming Cantik dan Nyaman, tetapi Bukan yang Tercepat
ASUS ROG Xbox Ally X20 berhasil meningkatkan kualitas pengalaman bermain melalui layar OLED yang lebih besar, desain edisi 20 tahun, pegangan yang nyaman, dan joystick TMR yang lebih tahan terhadap risiko stick drift.
Namun, penggunaan AMD Ryzen Z2 Extreme yang sama dengan generasi sebelumnya membuat peningkatan performanya relatif terbatas. Pesaing dengan chip Intel G3 Extreme dapat menawarkan frame rate lebih tinggi dalam sejumlah gim, meskipun dengan harga yang juga lebih mahal.
Xbox Ally X20 paling cocok bagi gamer yang menginginkan layar OLED premium dan ergonomi unggul. Bagi pengguna yang lebih mementingkan performa mentah per rupiah, membandingkan perangkat lain sebelum membeli merupakan langkah yang lebih bijak.
Comment