Bisnis
Home / Bisnis / KFC Ganti Pepsi dengan Coca-Cola di 3.700 Restoran AS Mulai 2027

KFC Ganti Pepsi dengan Coca-Cola di 3.700 Restoran AS Mulai 2027

KFC announced Thursday that it will replace Pepsi with Coca-Cola at its U.S. restaurants, ending a beverage partnership that lasted nearly four decades. (jewhyte/Getty Images / Getty Images)
KFC announced Thursday that it will replace Pepsi with Coca-Cola at its U.S. restaurants, ending a beverage partnership that lasted nearly four decades. (jewhyte/Getty Images / Getty Images)

JAKARTA, INDONESIA — Jaringan restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC) akan mengganti Pepsi dengan Coca-Cola di sekitar 3.700 restoran di Amerika Serikat. Perubahan yang diumumkan pada 15 Oktober 2026 tersebut mengakhiri kemitraan minuman yang telah berlangsung hampir empat dekade dan menjadi babak baru dalam persaingan dua merek minuman ringan terbesar dunia.

KFC berencana memulai peralihan produk minuman pada Januari 2027. Coca-Cola ditargetkan tersedia di seluruh restoran KFC di Amerika Serikat pada musim semi 2027. Kesepakatan ini berlaku untuk pasar AS, sedangkan restoran KFC di sejumlah pasar internasional tetap memiliki kemitraan dengan PepsiCo. <Cite refs={[“turn594036view0″,”turn594036search2″,”turn594036search1”]}/>

KFC Akhiri Kemitraan Minuman dengan PepsiCo

Keputusan KFC menggandeng Coca-Cola menandai perubahan besar dalam strategi penyediaan minuman di restoran cepat saji tersebut. Selama hampir 40 tahun, PepsiCo menjadi pemasok minuman KFC di Amerika Serikat.

Hubungan itu berawal pada 1986 ketika PepsiCo mengakuisisi KFC sebagai bagian dari ekspansi bisnis makanan dan minumannya. Meski KFC kemudian dipisahkan dari PepsiCo pada 1997 dan menjadi bagian dari Yum! Brands, kerja sama penyediaan minuman tetap berlanjut selama bertahun-tahun.

Coca-Cola Mulai Masuk ke Restoran KFC pada Januari 2027

Berdasarkan pengumuman perusahaan, transisi menuju produk Coca-Cola akan dimulai pada Januari 2027. Seluruh jaringan restoran KFC di AS diperkirakan menyelesaikan peralihan tersebut pada musim semi tahun yang sama.

Ekonomi & Kebijakan Publik: Dorong Inklusi Keuangan 99 Persen, Pemerintah Siapkan Program Rekening Gratis Bersaldo Awal Rp50 Ribu untuk 25 Juta Warga

Portofolio Coca-Cola akan menggantikan produk Pepsi yang selama ini tersedia di restoran KFC AS. Rincian finansial kesepakatan tidak diumumkan kepada publik.

Perubahan tersebut mencakup jaringan restoran KFC di Amerika Serikat, bukan seluruh gerai KFC di dunia. Karena itu, pilihan minuman di pasar internasional dapat tetap berbeda sesuai perjanjian pemasok setempat.

KFC Ingin Memperbarui Pengalaman Pelanggan

Presiden KFC AS, Catherine Tan-Gillespie, menggambarkan kemitraan baru ini sebagai bagian dari upaya memperbarui merek, memperkuat menu, dan memberikan alasan tambahan bagi konsumen untuk mengunjungi restoran.

KFC juga melihat peluang untuk menghadirkan kombinasi makanan dan minuman baru serta memperluas variasi minuman yang ditawarkan kepada pelanggan.

Bagi jaringan restoran, minuman bukan hanya pelengkap menu. Pilihan minuman yang beragam dapat membantu menciptakan pengalaman bersantap yang lebih menarik dan mendukung strategi untuk meningkatkan kunjungan pelanggan.

Teknologi & Keamanan Siber: Tersembunyi Selama Satu Dekade, AI Berhasil Ungkap Celah Keamanan Fatal pada Bahasa Pemrograman PHP yang Menopang Internet Global

Persaingan Coca-Cola dan Pepsi Makin Ketat

Perubahan pemasok di KFC memperlihatkan bahwa persaingan Coca-Cola dan PepsiCo tidak hanya berlangsung di rak supermarket, tetapi juga di jaringan restoran, tempat penjualan makanan cepat saji, dan saluran minuman siap saji.

Kemitraan dengan restoran besar memberikan akses terhadap konsumen dalam jumlah besar serta memperkuat visibilitas merek di pasar.

Coca-Cola Mendapatkan Peluang Bisnis Baru

Masuknya Coca-Cola ke jaringan KFC AS membuka kesempatan bagi perusahaan untuk memperluas distribusi produknya di segmen restoran cepat saji.

Coca-Cola memiliki portofolio minuman yang luas dan pengalaman memasok berbagai jaringan restoran. Kemitraan dengan KFC juga dapat menjadi dasar pengembangan pilihan minuman dan promosi yang menggabungkan produk makanan dengan minuman.

Namun, dampak komersial jangka panjang dari kesepakatan ini akan bergantung pada penjualan minuman, preferensi pelanggan, serta kemampuan kedua perusahaan menjalankan transisi tanpa mengganggu operasional restoran.

Pasar Modal & Investasi: Aksi Danantara Borong Saham BUMN Jadi Katalis Positif, IHSG Berhasil Rebound dari Tekanan Sentimen MSCI

PepsiCo Kehilangan Salah Satu Mitra Besar di AS

Bagi PepsiCo, berakhirnya kerja sama dengan KFC AS menjadi tantangan di tengah upaya perusahaan memperkuat kinerja bisnis minuman dan makanan ringan di Amerika Utara.

Perusahaan tersebut menghadapi tekanan dari meningkatnya biaya serta perubahan preferensi konsumen. Persaingan di pasar minuman juga mendorong produsen untuk mengembangkan produk dan strategi distribusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Meski demikian, PepsiCo tidak kehilangan seluruh hubungan bisnisnya dengan Yum! Brands. Menurut laporan Reuters, perjanjian pemasokan minuman untuk Taco Bell dan restoran KFC di pasar internasional telah diperbarui.

Strategi KFC untuk Menarik Kembali Konsumen

Peralihan dari Pepsi ke Coca-Cola berlangsung ketika KFC berupaya menyegarkan bisnis restoran di Amerika Serikat. Perusahaan berusaha memperkuat daya tarik merek melalui pengembangan menu, penawaran bernilai, pemasaran, dan inovasi minuman.

Minuman Menjadi Bagian Penting dari Inovasi Menu

Restoran cepat saji semakin mengembangkan pilihan minuman untuk menjangkau selera konsumen yang berubah. Selain minuman bersoda klasik, sejumlah jaringan restoran memperkenalkan minuman penyegar, kopi dingin, limun dengan variasi rasa, dan produk minuman khas lainnya.

Bagi KFC, kerja sama dengan Coca-Cola dapat memberikan akses terhadap portofolio produk serta kemampuan inovasi minuman yang lebih luas. Perusahaan menyatakan bahwa kemitraan tersebut berpotensi menghasilkan pilihan baru yang melengkapi menu makanannya.

Meski begitu, keberhasilan strategi ini tetap bergantung pada penerimaan pelanggan dan kemampuan KFC menjaga kualitas serta konsistensi pelayanan di seluruh gerainya.

Apakah Perubahan KFC Berdampak pada Konsumen Indonesia?

Pengumuman ini secara khusus berlaku untuk restoran KFC di Amerika Serikat. Konsumen Indonesia tidak seharusnya langsung menganggap bahwa Pepsi akan diganti Coca-Cola di seluruh gerai KFC di Tanah Air.

Kebijakan Minuman Bisa Berbeda di Setiap Negara

Jaringan restoran internasional dapat memiliki pemasok dan perjanjian distribusi yang berbeda di setiap pasar. Keputusan di Amerika Serikat tidak otomatis mengubah pilihan minuman di Indonesia.

Bagi konsumen Indonesia, perubahan menu baru dapat dipastikan apabila KFC Indonesia atau pihak pengelola setempat mengumumkan kebijakan resmi.

Dari sisi bisnis, keputusan ini tetap menarik untuk diamati karena memperlihatkan bagaimana merek restoran global meninjau kembali kemitraan pemasok untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan memperkuat posisi kompetitif.

Kesimpulan

Keputusan KFC mengganti Pepsi dengan Coca-Cola di sekitar 3.700 restoran Amerika Serikat mulai Januari 2027 mengakhiri kemitraan hampir 40 tahun. Langkah tersebut memberi Coca-Cola peluang memperluas bisnis minuman di jaringan restoran KFC, sekaligus menjadi tantangan bagi PepsiCo di pasar AS.

Bagi KFC, kerja sama baru ini merupakan bagian dari strategi memperbarui pengalaman pelanggan dan mengembangkan pilihan makanan serta minuman. Namun, dampak terhadap penjualan dan preferensi konsumen baru akan terlihat setelah transisi berjalan.

Untuk pasar Indonesia, perubahan ini belum berarti adanya pergantian pemasok minuman di restoran KFC lokal. Kebijakan tersebut saat ini berfokus pada jaringan KFC Amerika Serikat.

Catatan: Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia pada 16 Oktober 2026. Jadwal peralihan dan cakupan kemitraan mengacu pada pengumuman perusahaan; pilihan minuman di pasar lain dapat berbeda.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *