Indonesia. Faktor utama yang masih memberatkan market hari ini tentunya adalah sikap dari MSI yang masih berhati-hati. Ini yang ee akhirnya menjadi perhatian pasar. Kalau dari analisa ee Mercy sendiri seperti apa ya? Ee tadi juga kami sempat berdiskusi begitu ya dengan tim RSAT CNBC Indonesia dan memang salah satu faktor yang paling memberatkan kinerja indeks harga saham gabungan hari ini adalah terkait dengan MSCI yang masih berhati-hati terhadap pasar modal Indonesia karena MSCI masih mempertahankan pembatasan terhadap saham
Indonesia dalam tinjauan indeks pada bulan Mei 2026. dan MSCI juga mengeluarkan dua saham yang termasuk kategori high shareholding concentration atau HSC yang memiliki konsentrasi gitu ya kepemilikan saham yang tinggi. Di antaranya ada brand dan juga DSA. Kami juga tadi sempat pantau pergerakan kedua saham itu mengalami peleman yang cukup signifikan. eh Syafinas tadi 7 sampai 13% tapi kami belum pantau lagi nih bagaimana pergerakan terbarunya saat ini. Selain itu, MSI juga akan menggunakan data keterbukaan pemegang
saham di atas 1% yang di-publish oleh Bursa Effect Indonesia begitu ya untuk menyesuaikan perhitungan free float dari perusahaan-perusahaan yang ada di MSCI. Nah, pendekatan ini dilakukan untuk membatasi ee perputaran indeks dan juga risiko investabilitas sekaligus memberikan waktu untuk evaluasi lebih lanjut. atas reformasi yang baru diumumkan oleh Bursa Efek Indonesia. Kita sudah tahu ya eh Savinas dan pemirsa bahwa sebenarnya Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan sendiri telah ee intens berkomunikasi
dengan MSCI dan reformasi-reformasi yang dilakukan, kita juga sudah lihat bahwa ada laporan transparansi terkait dengan pemegang saham di atas 1%. Ada juga pendalaman klasifikasi investor. Ada pengenalan kerangka S eh HSC maksud kami itu yang high concentration. high shareholder concentration serta rencana peningkatan batas minimum free float menjadi 15%. Tapi meskipun ada langkah-langkah reformasi ini, Syafinas eh MSI tetap cukup berhati-hati begitu ya. Karena tadi ee dari kemarin begitu ya MSI mengatakan bahwa ada
pembatasan-pembatasan yang diberlakukan di antaranya membekukan kenaikan foreign inclusion factor dan juga jumlah saham. Artinya ee kalau ada pembekuan kenaikan penurunan masih bisa terjadi terhadap bobot saham-saham e Indonesia yang ada di MSCI. Tapi untuk kenaikan ini tidak dimungkinkan. Begitu ya. Dan tadi juga kami berdiskusi dengan tim resasi NBC yang mengatakan bahwa foreign inclusion factor ini merupakan sebuah angka rumus dari MSCI gitu yang menjadi pengalientukan seberapa besar sebenarnya ee bobot saham
Indonesia dalam indeks MSCI yang mana kita tahu MSI sendiri merupakan rujukan dari berbagai investor global dan ada yang melakukan ee perhitungan atau investasi berdasarkan indeks MSI itu secara langsung begitu tidak e dievaluasi lagi. Namun berdasarkan bobot tersebut langsung dilakukan investasi sehingga jika memang bobot kita dikurangi gitu ya, ada potensi dikurangi, maka peluang untuk saham Indonesia ada di MSCI itu mendapatkan investasi dari investor-investor besar itu menjadi semakin berkurang
sebenarnya. Jadi itulah yang mungkin masih akan memberatkan sampai ada sentimen positif dari MSCI tersebut. Oke. Padahal ini sebenarnya MSI adalah salah satu last push yang kita tunggu gitu untuk akhirnya YHSG bisa bullish kembali. Tapi karena adanya pengumuman ini ee akhirnya masih rasanya masih akhirnya mau tidak mau harus direm kembali gitu bullishnya IHSG gitu kan. Nah, itu kan masih dari ee free float dan MSCI. Kita enggak boleh tutup acara juga dengan adanya geopolitik yang juga masih belum menemukan titik ee ujungnya
gitu. Apalagi ee yang menjadi lucu adalah lat hormos dikatakan dibuka satu hari lalu dalam berapa jam ditutup kembali, dibuka kembali, ditutup kembali dan itu berlangsung begitu panjang berhari-hari dan akhirnya membuat harga harga minyak nih em karena tidak tahu arahnya mau ke mana, akhirnya mau tidak mau harus merosot ke bawah ee 100 USD per barrel gitu kan. Akhirnya ini justru menjadi sentimen baik karena akhirnya ee BBM bisa teratasi gitu. sayangnya meskipun BBM bisa teratasi tetapi ee kita lihat sendiri Pertamina
kita akhirnya mau tidak mau menaikkan harga ya walaupun bukan di Pertamax dan juga belum bukan di ee Pertalight. Nah, kalau dari isu Iran Amerika Serikat sendiri bagaimana Anda melihatnya? Betul. Ini saya cukup setuju dengan Anda e Sfinas karena memang update terkait dengan konflik Timur Tengah ini cukup melelahkan untuk kita semua ya. Update-nya begitu cepat ee dan perubahannya begitu cepat juga begitu ya. Dan terakhir seharusnya tanggal 20 April 2026 harusnya kemarin hari Senin di Pakistan itu ada pertemuan damai
lanjutan antara Amerika Serikat dengan Iran. Tapi ee ketidakpastiannya masih tinggi begitu ya. Tadi saya baca-baca berita di Pakistan sendiri masih optimis akan ada ee diskusi negosiasi damai antara Amerika Serikat dengan Iran. Sudah masih ada spanduk-spanduknya peace talks antara Irland dan Amerika Serikat. Mereka juga masih menyiapkan venue begitu ya dari Pakistan. Tapi kan kita juga tidak tahu apakah Amerika Serikat akan datang begitu ya ke Pakistan walaupun sudah ada isu isu-isu bahwa e presiden wakil presiden Amerika Serikat
JD Fans akan mewakili begitu ya dan akan datang ke Pakistan. Tapi dari Irannya sendiri sepertinya masih menahan diri, masih jual mahal gitu ya Savina karena mengatakan bahwa em kita tidak akan bernegosiasi jika di bawah ancaman gitu. karena ee melihat dari Amerika Serikat yang cukup agresif di Selat Hormus yang bahkan ee melakukan ee take over gitu ya terhadap ee kapal ya e kapal Iran yang melintasi Selat Hormus begitu. Nah, ini kan ee membuat kita juga kembali bingung ya apakah negosiasi damanya akan terjadi
sungguh-sungguh gitu ya di pekan ini? Apakah benar di Pakistan atau akan kita temukan surprise-surprise lainnya yang tidak terduga gitu terkait? Tapi menariknya dari isu Amerika Serikat dengan Iran ini adalah saking ketidakjelasan itu berlangsung berhari-hari, iya bisa dikatakan market akhirnya jenuh dengan sendirinya. Akhirnya market ee kalaupun ada market yang terapresiasi ataupun terkoreksi bukan lagi semata-mata karena isu Amerika Serikat dengan Iran. Karena kesan-kesannya bisa kita lihat ee perang ini memang tidak
ada ujungnya, tetapi seolah-olah perang ini seperti perang-perangan gitu ya. Jadi ya market akhirnya bergerak sendiri tanpa adanya sentimen ini gitu. Dan itu juga tercermin dari beberapa hari ke belakang sudah dilihat adanya selatumus buka tutup, buka tutup, buka tutup. Ee bursa di Asia Pasifik, Korea, Jepang juga cukup tangguh, Indonesia juga beberapa hari kemarin juga dibuka terapresiasi kan di koreksi-koreksi ini mungkin terjadi juga karena beberapa sam-sam yang big cap ataupun ee market-market yang besar
mulai ng-edrop. Tetapi kalau kita lihat Cospi naiknya 2,71%, bursa Jepang nyaris 1%. Ini artinya apa? Pasar jenuh dengan perang-perangan tersebut gitu kan. Tapi ya tentu kita pasti berharapkan ee perang ini menemukan titik ujungnya gitu. Belum lagi juga dengan Israel yang ee menyerang Lebanon dan segala macam ini harusnya sudah ada titik terang. Tapi ya kita lepaskan dulu isu Amerika Serikat dengan Iran karena itu semua di luar kendali dari market Indonesia. Ada yang dikendalikan oleh market Indonesia yaitu
BI Raid. Nah, ini juga kita akan tunggu karena BI Rate ini sudah dimulai rapatnya dari hari ini tanggal 21 April sampai 22 April 2026. Tapi kalau kita lihat ee prediksi dari sejumlah ekonom dan konsensus pasar gitu ya, Svinas ini sebenarnya cukup prediktable bahwa Bank Indonesia masih akan menahan suku bunganya di 4,75%. Meskipun tadi Anda juga sempat sebutkan ee ada kenaikan harga BBM non subsidi oleh Pertamina. Nah, ini bagaimana dampaknya ke inflasi begitu ya dan akan menjadi salah satu pertimbangan juga enggak untuk Bank
Indonesia. Tapi berdasarkan hitung-hitungan ternyata kenaikan harga BBM non subsidi ini tidak akan terlalu membuat inflasi tertekan signifikan begitu ya. Bahkan di bulan April ini prediksinya awalnya inflasi di sekitar 2,5% dan setelah kenaikan harga BBM non subsidi diprediksinya hanya naik 0,4% di 2,9%. Artinya kan ini masih dalam range ee batas inflasi yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu antara 1,5% sampai 3,5%. Jadi kemungkinan Bank Indonesia masih akan menahan e level suku bunganya di 4,75%
seperti itu untuk menjaga growth dan juga pertumbuhan ekonomi kita. begitu yavinus. Baik, kalau gitu terima kasih sekali. Merci atas analisanya dan kembali lagi kita informasikan bahwa keputusan beli ataupun jual semua kepada Anda. ya

Komentar