Eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Iran kini merembet ke jalur perdagangan vital Asia-Auropa. Melansir laporan Fox News, pemerintah Iran memperingatkan bahwa jika Donald Trump mengambil tindakan di Selat Hormus, maka Amerika Serikat juga akan kehilangan akses ke Selat Bap Almadan. [musik] Ya, ketegangan geopolitik dunia semakin meluas setelah Iran mengancam akan menutup selat Bab Almabd Laut Merah. Langkah ini merupakan respons langsung atas perintah Presiden Donald Trump yang menginstruksikan angkatan laut Amerika
Serikat untuk memblokade total aktivitas pelayaran di Selat Hormus. [musik] Eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Iran kini merembet ke jalur perdagangan vital Asia-Europa. Melansir laporan Fox News, [musik] pemerintah Iran memperingatkan bahwa jika Donald Trump mengambil tindakan di Selat Hormus, maka Amerika Serikat juga akan kehilangan akses ke Selat Bap Almadan. Penasihat senior pemimpin tertinggi [musik] Iran Ali Akbar Velayati menegaskan bahwa front perlawanan kini memandang kepentingan di bab almandab
setara dengan kepentingan di Selat Hormus. Ancaman takher heran ini muncul setelah Presiden Donald Trump secara resmi memerintahkan blokade terhadap [musik] setiap kapal yang mencoba memasuki atau meninggalkan wilayah pesisir Iran. Militer Amerika Serikat mengkonfirmasi bahwa mulai Senin ini blokade akan diberlakukan di seluruh pelabuhan Iran yang berada di Teluk Persia hingga Teluk Oman. Meski demikian, pihak militer menyatakan bahwa kapal-kapal yang menuju pelabuhan non Iran tetap diizinkan melintas guna menjaga stabilitas pasukan
energi dunia. Meski kondisi keamanan [musik] kian tidak menentu. Adapun posisi selat bab Almadap yang terletak di antara Yaman dan Jiputi merupakan koridor strategis yang dilewati sekitar 12% aliran minyak global. Bergabungnya kelompok Putih Yaman dalam Aliansi Iran pada akhir Maret lalu memperkuat ancaman blokade ganda di jalur energi dunia tersebut. Jika ancaman ini terwujud, peragangan global antara Asia dan Eropa diprediksi akan mengalami kelumpuhan total. Situasi ini kini membuat pasar energi
global berada dalam bayang-bayang guncangan hebat yang dapat memperburuk krisis ekonomi internasional di sepanjang tahun 2026. Berbagai sumber IDX Channel. Baik pemirsa, untuk membahas tema kita kali ini menjaga ketahanan energi saat ketegan geopolitik meninggi. Kita sudah tersambung melalui Zoom bersama dengan Bapak Satya Widya Yuda, anggota Dewan Energi Nasional dan juga sudah bergabung. Beliau adalah Prof. Tumiran, direktur Engineering Research and Innovation Center dari Fakultas Teknik UGM dan juga
anggota Dewan Energi Nasional tahun 2009-2019. Langsung saja kita sapa ini. Halo, Pak Satya. Apa kabar, Pak? Baik-baik, alhamdulillah sehat. Alhamdulillah. Terima kasih atas waktu yang disempatkan. Prof. Tumiran, apa kabar? Ee sehat-sehat alhamdulillah. Ini ada Pak Dr. Satya Yuda nih, aden kita ini. Baik, terima kasih atas waktu yang disempatkan. Baik, langsung saja kita akan review terlebih dahulu dari Dewan Energi Nasional ya terkait dengan negosiasi damai begitu antara Amerika Serikat dan Iran yang nampaknya masih
belum menemui titik temu nih alias buntu begitu. apa yang bisa kita review dari Dewan Energi Nasional menyikapi kita ya cukup tertekan dengan loncakan harga minyak mentah dunia ini, Passat ya. Ya, sebetulnya dinamika harga energi itu kalau kita lihat ya dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2025 itu memang tantangan utamanya bukan sekedar di level harga tapi volatilitas ekstrem ya. Karena kita pernah waktu itu lonjakan ee batubara pada tahun 2022 dan fluktuasi LNG yang harganya sampai hari ini masih
ee [berdehem] juga tinggi. Maka secara langsung memang meningkatkan beban fiskal kita dan ketahanan energi. Maka strategi kebijakan ee energi nasional itu kita beralih sekarang dari respon harga jangka pendek ya menuju ke penguatan efisiensi konservasi energi dan diversifikasi sebagai strategi stabilisasi jangka panjang. Jadi ee ada beberapa senario yang kita hitung ya. Jadi kalau kita ee senario yang paling bawah itu namanya stabilisasi. itu kita kira-kira harga ICP-nya di putaran 73 sampai dengan 3 US
Do per barel itu kita dengan kurs 16.300 sampai 16.700 itu kita hitung total subsidi energi. Jadi termasuk BBM dan listrik itu kisarannya 350 sampai dengan 392 triliun. Kalau misalkan ee harganya itu kita bikin 92 sampai di atas 100 ee yaitu 107 US Do per barel ICP-nya. Kursnya bergerak sampai 16 sampai 17.500, maka ee subsidi kita juga bergerak antara 4 445 triliun sampai 523 triliun. Itu kita anggap sebagai ee senario eskalasi ya. Senario yang shock ya, yang kita anggap satu krisis global itu e
kalau ICP-nya menyentuh sampai dengan harga 145 US Do. Jadi 125 sampai 145 dan kursnya 18.000 sampai 20.000. Jadi ini ekstrem gitu. Itu total subsidi energi kita itu antara R95 triliun sampai R80 triliun. Nah, ini sudah kita e mapping out ya dari beberapa skenario dan bagaimana sekarang kita memitigasi seperti tadi yang di depan bahwa kita tidak boleh hanya merespon dari sisi gejolak harga jangka pendek ya karena kalau kita sifatnya seperti itu nanti ee tidak sustain gitu di dalam ini. Maka kenapa senario
penguatan atau efisiensi itu dilakukan enggak cuma Indonesia tapi di beberapa negara ya kalau kita lihat seperti Filipin itu ada penerapan apa minggu apa sat 4 hari kerja lah dalam 1 minggu. Kambodia itu dia mencoba untuk mengadakan rapat secara daring gitu ya sebagai salah satu kayak waktu kita COVID dulu. Myanmar itu juga kerja jarak jauh, WFH ya itu e Thailand mendurung kerja jarak jauh dan juga Vietnam juga melakukan hal yang sama dan Indonesia sudah mulai ee menerapkan kan WFH ini. Jadi paling tidak ini perilaku untuk
melakukan efisiensi di dalam apa konsumsi energi kita ee ke depan memang strateginya macam-macam kayak Jawa Timur. Dia mengatakan WFH-nya di hari Rabu karena khawatir kalau Jumat nanti ee kebablasan gitu. Jadi bukan WFH tapi menjadi extended ee liburan. Nah, itu yang kita juga kita lihat perilaku-perilaku seperti ini. Tapi yang perlu saya sampaikan dalam forum yang bagus ini adalah bahwa ee niatan daripada pemerintah untuk menahan harga baik itu ee apa ee BBM yang bersubsidi ataupun juga non subsidi itu harus
dimaknai sebagai sesuatu yang harus kita sikapi dengan cara yang lebih ee berperilaku efisien ya di dalam mengelola konsumsi energi kita. Karena jangan sampai masyarakat merasakan bahwa ya ini sebagai hal yang common gitu, bisnis usual. Jadi dia masih ee juga menggunakan mobil-mobil pribadi secara ee apa masif gitu. Jadi kalau kita lihat misalkan Jakarta masih macet di mana-mana, nah saya melihat ini merupakan satu perilaku yang mari kita bersama-sama koreksi ya. Karena kita harapkan ee peningkatan daripada
pemakaian ee transportasi massal ya atau transportasi publik itu juga menjadi salah satu strategi kita di dalam rangka melakukan penekanan-penekanan konsumsi. Jadi penekanan konsumsi kita kita apa kita titik beratkan dalam hal ini ya. Itu dia Pak Satya yang sudah disampaikan oleh Dewan Energi Nasional ada beberapa skenario ini Prof. Timiran yang sudah disampaikan ada yang soft bahkan yang sudah ekstrem dari kacamata Prof. Tumiran sendiri bagaimana sih sebenarnya perkembangan dari konflik global kemudian terkait dengan
pergerakan harga minyak mentah dunia dan ketahanan energi nasional kita begitu Prof. Iya. Saya beberapa poin tadi sepakat dengan Pak Setia ya. Jadi terutama bagaimana kita mengatur melakukan suatu efisiensi karena situasi sekarang ini kan unpredictable situasinya. Enggak ada negara yang bisa memprediksi bagaimana situasi akhir daripada Timur Tengah ya. Karena skenarionya kan di luar suatu polisi politik. E jadi kebijakan-kebijakan yang sifat sporadaris unpredictable ya, tapi kita sudah merasakan dampak ya. Kita kalau
dalam situasi ini the worst condition-nya kita anggap aja akan terjadi bahwa harga minyak itu akan naik. Itu itu the worst condition yang harus diantisipasi oleh kita gitu ya. Jadi dengan kata the worst condition maka langkah-langkah apa yang dilakukan tadi Den melalui Pak Satya sudah mendorong untuk efisiensi. itu saya kira suatu langkah. Tapi efisiensi itu kan tidak bisa hanya statement pemerintah, tapi bagaimana menyadarkan secara kolektif masyarakat kita untuk melakukan langkah-langkah tersebut dan juga tentu
sikap daripada para gubernur, bupati, pemerintah daerah untuk bersama-sama gitu. Tadi Pak Satya sudah menjelaskan bagaimana sektor transportasi ya. Ini harus kesadaran kolektif bagaimana misalnya di setiap provinsi ke depan itu ada transportasi umum yang baik sehingga orang akan mengurangi penggunaan kenderaan sendiri. Tetapi yang kita harus sadari, Pak ya, kalau harga minyak ini naik, harga gas juga naik, itu dampaknya terhadap fiskal negara terlalu berat ya. Apalagi kalau nanti kita enggak mampu menjaga ketahanan rupiah
kita terhadap gejola harga terhadap dolar ya ini akan berdampak terhadap fiskal dan beban kita akan berat. Maka menurut saya ada satu langkah strategis yang lain yang harus diubah. Jadi bagaimana tadi Bapak mengapakan tentang apa namanya ketahanan energi ya. Jadi, resiliien. Nah, kita harus mulai bergeser menyadari secara kolektif bahwa keterbatasan itu harus membuat kita untuk mulai bertahap mandiri. Jadi, saya mendorong kembali, Pak seperti yang dulu ya, sekarang kita harus mengajak masyarakat berkurang di dalam rumah
tangga mengurangi penggunaan LPG. Berilah kita misalnya ke listrik secara bertahap. Ini saya kira positif karena listrik kita bisa dipasok dari dalam negeri. Listrik kita baik juga kita bisa dorong menggunakan EBT matahari dan lain-lain. Di rumah-rumah dikembangkan apagi Pak Prabowo sudah mendorong untuk 100 gig maka 100 gig itu harus didorong dimennya dari mana? Salah satu arah kita adalah bisa mendorong penggunaan komp listrik untuk rumah tangga menggantikan LPG ya secara bertahap ya. Ini ini saya
kira harus dilakukan tapi pemerintah harus melakukan suatu terobosan gitu ya. Jadi bagaimana misalnya sekarang struktur tarif ya, tarif itu kira-kira 6 jutaan pelanggan PL itu kan R3 juta baru 1300 PA ke bawah itu harus digeser menjadi 2.200. Jadi harus dilakukan secara bertahap. Kemudian program pemerintah yang mendorong konversi harus kita dorong. Nah untuk didorong itu juga mendorong industri motor listriknya muncul di dalam negeri. Jangan impor, jangan bikin kebijakan tahu-tahu impor. Itu enggak betul, Pak. Itu ngabisin
devisa juga. Ya, saya kritiklah teman-teman menteri yang senangnya masih impor. Ini titik melalui Pak Satya kalau di sektor energi jangan didorong impor lah ya. Berdayakan sumber daya nasional. Jadi APBN kita juga untuk mengcreate ekonomi menciptakan lapangan kerja. Nah, jadi konversi itu harus didorong motornya dari dalam negeri, inverter-komernya juga dibangun dari dalam negeri kita. Itu akan menggerakkan ekonomi baru, bikin resilien di bidang ekonomi juga, Pak. Jadi itu harus langkah-langkah
strategis dilakukan. Kemudian berikutnya kalau boleh pemerintah daerah juga secara bertahap melakukan suatu regulasi. Misalnya dari hari-hari tertentu suatu kawasan itu enggak boleh ada kenderaan sepeda motor berbahan bakar. BBM masuk harus pakai misalnya bertahap kenderaan listrik. Sehingga proses konversi ini akan berlaku efektif efisien. Seperti halnya di Cina kalau kita lihat itu di kota itu enggak ada lagi kita jumpai sepeda motor berbahan BBM, Pak. Semuanya sepeda motor listrik. Kotanya bersih, industrinya tumbuh. Ah,
ini kan harus ada kesadaran kolektif k pemerintah daerah. Prosesnya bertahaplah. Mungkin enggak bisa 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun ya. Apalagi kalau nanti komersi itu dilakukan subsidi. Ya, itu saya kira kita dengan situasi ini ngambil poin untuk membangun ketahanan ekonomi baru. Ketahanan energi jalan, ekonomi kita tunggu, lapangan kerja tercipta. Nah, itu akan penguasaan teknologi juga di bidang konversi jalan. Jadi, simultan berjalan, Pak. Tinggal bergantung bagaimana teman-teman yang di pemerintah itu sinergis. Saya kira Den
mempunyai peran strategis itu, Pak. Jadi ada satu fungsi koordinasi lintas sektor ada di tangan Pak Satya itu nanti mengkoordinir itu. Baik, itu dia. Demikian, Pak. [tertawa] Ini ini menarik berarti memang kalau kita bicara transisi energi ini bisa menjadi game changer untuk menjaga ketahanan energi nasional. Tapi Pak Sat yaat dari dan sendiri melihat bagaimana mengingatkan transisi energi itu kan tidak apa ya tidak dalam waktu yang bisa singkat begitu butuh waktu lama. Sementara dengan kondisi geopolitik dan
juga global begitu yang saat ini justru eskalasinya semakin meningkat. Kesiapan apa saja? Bagaimana dengan ee produktivitas energi kita? Kemudian bagaimana dengan e transisi yang akan dilakukan ke depannya? Tahan dulu jawabannya. Tapi ya Pak Satya kita akan jeda dulu sebentar ya. Dan pemirsa, kami akan segera kembali sesaat lagi ya. Terima kasih Anda masih bergabung bersama kami dalam Market Review pemirsa dan kita akan lanjutkan kembali perbincangan bersama dengan Bapak Setya Widayuda kemudian juga Profesor Tumiran.
Nah, Prof. Anda tadi sudah menekankan pentingnya bahwa transisi energi ini perlu segera juga dilakukan meskipun kita tahu kita sedang on the track begitu ya menuju ke sana. Tapi kan ee seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya bahwa ini prosesnya tidak sebentar, butuh waktu lama, kesiapan dari pemerintah sendiri. Anda katakan sinergi pemerintah, kemudian bagaimana nanti lokomotif bisa berada di Dewan Energi Nasional untuk bisa menjamin ketersediaan energi terbarukan dan juga bagaimana kita memproduksi ee energi
fosil kita juga tetap ee berjalan begitu. Ingat ini kan harus ee paralel begitu. Prof. Tumiran silakan. Ya, saya appreciate ya bahwa Den telah mendorong terbitnya PP nomor 40 tentang kebijikan energi nasional menuju 2060 ya sebagai targetnya zero gitu. Jadi di sana sudah jelas mana sektor-sektor yang harus diakselerasi dan kemudian target-target. Nah, ini tinggal lagi diturunkannya di dalam Ruen. Mudah-mudahan nanti bisa cepat dengan di Ruen itu nanti siapa yang bertanggung jawab akan segera dimunculkan Pak Pras ya. Tapi ini harus
segera saya kira diakselerasi. Misalnya target Nejero kemudian EBT mau ditargetkan sampai sekian apa 17 giga gitu ya. Nah, sektor industri harus mengikuti ke mana industri kita harus tumbuh gitu. Enggak bisa dibiarkan itu hanya seolah-olah tanggung jawabnya ISDM misalnya sektor industri harus bergerak tumbuh, Kementerian Perindustrian harus bergerak. Kemudian kebijakan fiskal kemudian Kementerian Riset dan Teknologi juga harus diajak bagaimana target penyiapan sumber daya. Jadi di situ peran den akan bisa optimal menurut saya
mengakselerasi apalagi sekarang misalnya dengan PPIT nomor 40 tadi kemudian apa RUKn ya rencana umum listrik nasional juga sudah menyesuaikan terhadap KEN ya dituangkan dalam RUPTL. Nah ini kan target policy skenario eksekusi. Nah bagaimana implementasi itu harus menggerakkan sektor terkait Pak. Enggak bisa. Misalnya sektor Kementerian Perindustrian berdiri sendiri, seolah-olah tidak mengikuti, enggak bisa. Sektor perdagangan juga harus mengikuti. Bagaimana kebijakan-kebijakan supaya industri kita tumbuh. Kebijakan
fiskal juga harus berjalan. Bagaimana upaya-upaya fiskal? Kemudian sektor BUMN swasta itu juga dilibatkan. Ada enggak BUMNB BUMN strategi kita yang bisa mengakselerasi percepatan industri yang sudah unggul gitu. Ini saya kira kalau sinergi itu jalan ya insyaallah dalam 5 tahun ke depan itu kita akan bisa berkira sangat cepat. resilien kita di sektor energi tahan, kemudian ekonomi kita juga tumbuh, penciptakan lapangan kerja berbasis green ya insyaallah akan tumbuh. Mengacu aja kepada PP nomor 40 saya kira
disinergikan akan sangat apa positiflah buat kita. Jangan lagi nanti misalnya setelah ada PP nomor 40 yang menjadi guidan kebijakan energi nasional itu sektor membuat kebijakan-kebijakan sendiri yang tidak inline dengan PP nomor 40 yang selama ini kan sering terjadi demikian Pak ya. Mudah-mudahan ini tidak akan terjadilah untuk yang ke depan sehingga sinergis, optimal, pemanfaat APBN juga gain produknya positif, Pak. Gitu. Baik, saya izin ya, Pak Pras ya. Ini mohon maaf nih, Pak Satiah. Terima kasih atas waktu yang
disempatkan, Prof. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sukses semuanya warahmatullahi wabarakatuh, Prof. Terima kasih. Baik, kita lanjut lagi. Langsung saja begitu ya ke pasat ya dengan beberapa data informasi yang sudah disampaikan begitu oleh Prof. Tumiran ini memang mengarah kepada bagaimana proses transisi energi kemudian kesiapan dari pemerintah khususnya Dewan Energi Nasional bisa menjamin ketersediaan energi kita baik yang energi fosil maupun terbarukan. Apakah segala sesuatunya ini bisa berjalan seiring
sejalan dan bagaimana kita? Iya, alhamdulillah ee Dewan Energi Nasional pada periode saat ini ee stronger ya, jadi lebih didaya gunakan, lebih kuat gitu ya. Karena kita dilantik oleh Bapak Presiden bersama dengan anggota dewan adis nasional dari unsur pemerintah yang terdiri dari beberapa menteri ya, ada delapan menteri termasuk menteri SDM sehingga kerja sama lintas sektor kita cukup baik ya. kita sudah mengadakan sidang anggota yang pertama dan kita follow up dengan beberapa kali rapat anggota. Jadi saya ambil contoh ee
mahaspras. Jadi misalkan bahwaak presiden mengatakan ee supaya 100 GW PLTS itu dijalankan. Ya, itu sebagai salah satu contoh itu eh Den langsung melakukan rapat anggota yang memanggil seluruh kementerian terkait termasuk Kementerian Perindustrian dan kita coba memilah kira-kira e demandnya itu bisa kita create atau tidak agar 100 GW yang dicanangkan oleh Bapak Presiden itu bisa terimplementasi. Ini sebagai salah satu contoh. Dan setelah kita berbicara dengan Kementerian Perindustrian. Jadi Kementerian Perindustrian tidak berjalan
sendiri. Jadi mereka masuk di dalam apa Dewan Energi Nasional ya, Bapak Menterinya Pak Agus Gumiwang juga sebagai anggota DE ya. Eh staf-stafnya dan termasuk Dirjen dan staf ahli juga membantu ada setiap kali kita ada rapat anggota setelah disisir kira-kira industri itu akan menyerap sekitar 40 GW. Ini suatu hal yang luar biasa. He. Jadi kita nanti di dalam rangka mengimplementasikan 100 GW tidak hanya untuk menerangi daerah yang pedesaan remote yang mungkin ee dari skala kapasitasnya tidak terlalu besar tetapi
industri akan menyerap. Nah, ini merupakan pola kolaborasi yang menurut hemat saya ee berjalan ya dari apa yang diinstruksikan oleh Bapak Presiden. Nah, mengenai RUPTL ya, RUKN memang kita sekarang ini ee di dalam tahap penyusunan daripada RUENO rencana umum energi nasional itu adalah ee domainnya ada di pemerintah ya. Tetapi yang menetapkan nanti itu adalah Dewan Energi Nasional. Nah, maka leading sektornya karena itu ada di pemerintah adalah Kementerian SDM nanti dibantu oleh Pak Penas Kementerian Keuangan,
Perindustrian, termasuk Pertanian ya semuanya bekerja sama untuk ee bagaimana mendefinisikan rencana UM energi nasional itu. Pada gilirannya nanti akan diputuskan oleh ee oleh Den ya sebagai ruen kita turunan daripada kebijakan energi nasional dalam bentuk Perpres ya. Kalau kemnya kan dalam bentuk PP, nanti ee RUENnya dalam bentuk Perpres dan ini menjadi acuan ya di dalam rangka membuat rencana umum kelistrikan nasional atau RUKM dan juga otomatis menjadi acuan dalam rencana umum pembangunan tenaga listrik ataupun
RUPTL. Jadi kita harapkan nanti akan inline, nah ini sudah kita miliki, vehikel itu sudah kita miliki, payung hukum sudah kita miliki, koordinasi lintas sektor ee kita doakan berjalan dengan baik dengan penguatan daripada e dewan nasional. Nah, hal-hal yang lain yang ee Mas Pras perlu diketahui ya iki itu dalam skala senario ya kita yang barusan saya sampaikan, tetapi dalam skala implementasi saja itu kerja sama antar KL, antar kementerian dan lembaga 6 bulan ke depan itu semua sudah menyusun senario masing-masing.
Ya, saya ingin memberikan salah satu contoh. Contoh ya ee Kementerian ee Dalam Negeri dan juga Kementerian ee Penertiban Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ya. Mereka mencoba ya mengatakan bahwa coba kita bikin WFH 1 hari per minggu ya kalau kita mulai 1 April kemarin gitu ya. He. Sehingga kita plus minusnya dalam 6 bulan itu 39 kali WFA itu penghematan BPM-nya setelah dihitung itu sekitar 4,74 juta KL dikalikan 12.500 per liter itu 59,2 triliun. Jadi kan luar biasa. Jadi kalau kita tadi ee bicara ada senario
harga minyak sampai e di atas 100 ee US dolar per barel ICP kita. Saya tadi sudah sampaikan skenario terjeleknya bisa sampai 500 sekian apa ee subsidi energi termasuk di dalamnya BBM dan listrik. Maka sekarang bagaimana cara kita menambal ya supaya ee gap tersebut itu bisa dipenuhi. Ini salah satu contoh dikoordinasikan oleh eh Kemenpan e PenB dan juga Kementerian Dalam Negeri penghematan listrik ya ini hanya 1 WFA itu sekitar 1,70 TW hours. Kalau kita kalikan harganya R81 eh per kw ini teraw hour ke kil itu
penghematannya sudah 13 eh 3,18 triliun. Jadi kalau kita lihat estimasi pengematan BPM dan listrik saja ya itu sudah sekitar 62 triliun itu sampai 6 bulan ke depan apabila WFH 1 hari per minggu. Belum lagi Kementerian Perhubungan ya ini kita ambil contoh Kementerian Perhubungan dia mempromosikan tentang konversi energi peningkatan kendaraan listrik ya konversi kendaraan bermotor dan listrik itu. E sekarang kita ambil lagi contoh Kemenko Perekonomian dia melakukan rapat-rapat koordinasi lintas sektor
menetapkan ambang batas harga energi dan juga penebalan daripada bantalan sosial atau BLT. Jadi ini semua kementerian bekerja ini. Jadi yang dikatakan Prof. Miran tadi ee mempunyai harapan gitu. Nah, ini alhamdulillah harapannya sudah dijalankan ini. Baik. Ini ini menarik Pak Satya. Tadi Anda katakan dari beragam upaya-upaya efisiensi tadi WFH 1 hari baik untuk energi listrik maupun juga ee BBM 62 triliun. Sementara untuk skenario soft yang Anda sampaikan begitu dengan pergerakan ICP 70 sampai dengan 80
Amerika ee Serikat. Begitu. Kalau misalnya ini terjadi sampai dengan 92 ke 107 ya, beban subsidi bisa mencapai 350 sampai dengan 500 triliun. Ini kalau kita ee pergerakan dari 70 sampai dengan 170 e dolar Amerika Serikat perbayar. Nah, lantas bagaimana untuk bisa mengisi gap Cad e tadi? Sementara pemerintah kan tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi. Kita bahas lebih jauh di segmen berikutnya. Kita akan jeda kembali sebentar pasatnya. Dan pemirsa tetaplah bersama kami. Baik pemirsa, kita lanjutkan kembali perbincangan
bersama dengan Bapak Satya Widayuda, anggota Dewan Energi Nasional. Nah, ini menarik. Lantas bagaimana kita bisa mengisi gap tadi di pasat ya? Apakah juga nanti efisiensi itu kan baru WFH. Kemudian adakah kebijakan-kebijakan lain juga yang perlu dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkan mungkin seluruh masyarakat di tanah air begitu. Apabila memang ee program efisiensi energi ini bisa dikatakan ee cukup signifikan dampaknya begitu. terutama untuk menjaga ruang fiskal kita. Misalkan iya misalkan sekarang ini
pembelian BBM ya 1 hari ya itu tentunya ee harus dengan kesadaran tinggi untuk membeli tidak berliter-liter. Oke ya tadi kan beberapa waktu yang lalu kan terucap untuk sampai 50 liter. Menurut tempat saya kan ee itu satu pendekatan yang cukup wise ya. Kecuali kalau memang mereka di berada di bisnis transportasi yang dia 50 liter tuh kecil dalam 1 hari. karena dia rutenya jangka jarak jauh ya. Tapi kalau untuk kehidupan normal untuk berangkat dari kantor dari Bekasi misalkan ke kantor Jakarta saya
pikir angka 50 liter per hari ini luar biasa besar. Iya. Nah, ini harus kita sikapi dengan cara supaya kita menghemat. Di samping itu juga menggunakan public transportation tadi, publik apa? Transportasi umum itu menjadi salah satu jawaban yang ee sangat manjur ya menurut saya. Lantas yang kedua juga kita menghemat listrik ya. kita menggunakan ee alat-alat listrik yang apa yang ee istilahnya hemat energi ya. Kita menggunakan kompor listrik ya itu otomatis ee apa mengurangi daripada kebutuhan LPG ya. Hal-hal yang demikian,
syukur kalau nanti ee harga ee sepeda motor listrik juga sudah terjangkau, orang sudah berpindah ke sana secara masif, begituun pulang untuk mobil, maka saya pikir e konsumsi daripada BBM yang dalam ee tanda petik saya selalu mengatakan bahwa BBM itu bukan bahan bakar apa ee mobil, motor ya, tapi bahan bakar mahal ya. karena sedemikian rentannya terhadap gejolak daripada harga minyak dunia ini bisa dikurangin gitu. Nah, perilaku demikian itu ee yang apa yang yang lagi digarap oleh pemerintah dan kita menghimbau kepada
masyarakat untuk melakukannya. Nah, di dalam kerja sama lintas sektor itu, Kementerian Sosial juga dalam hal ini sangat ee berperan ya. misalkan mengintegrasikan data TTKS ya, data untuk ee ketahanan sosial itu dengan dengan sistem yang di Pertamina ada My Pertamina dan juga PLN untuk memastikan ee subsidi hanya mengalir kepada masyarakat yang miskin. Ini juga hal sekali lagi hal-hal yang ee bisa menekan daripada konsumsi atau kita berperilaku ee lebih ee efisien ya. Dengan demikian masyarakat ee secara langsung itu
menolong pemerintah mengatasi daripada ee gap tadi yang karena kita masih bertahan untuk tidak menaikkan harga BPM baik itu subsidi ataupun juga non subsidi. Nah, ini menurut saya perlu ee mendapatkan apa ee mendapatkan apresiasi tetapi dibalas oleh ee masyarakat kita dengan perilaku-perilaku yang tepat gitu. Baik. Lantas bagaimana upaya den untuk mendorong SKK migas kemudian KKS begitu untuk bisa bagaimana memprioritaskan seluruh hasil produksi minyak bumi tadi memang untuk diserap kilang-kilang
domestik kita untuk diolah lagi menjadi energi di dalam negeri. Begitu ee Pak Sat kita sudah sampaikan di dalam berbagai macam forum ya kita ada mekanisme di Dewan Energi Nasional itu ada rapat yang namanya rapat anggota itu dihadiri oleh perwakilan kementerian jadi bukan menteri perwakilan kementerian. Nah, lantas nanti ditingkatkan dari rampat anggota menjadi ee sidang anggota. Nah, sidang anggota ini harus dihadiri oleh menteri atau kalaupun tidak ee orang yang sudah ditunjuk gitu paling tidak
eslon 1 karena mereka punya hak voting. Jadi itu ee harus memenuhi kriteria siapa yang hadir. Ee baru nanti di dalam sidang anggota itu dipimpin oleh ee Menteri SDM selaku ketua harian ya untuk dilaporkan kepada sidang paripurna. Nah, di dalam sidang paripurna itu dipimpin langsung oleh Bapak Presiden untuk mengambil keputusan-keputusan strategis. Jadi seperti hari ini ee Mas Pras kalau kita ikuti berita kan Pak Ketua Harian kita Pak Baladia mengikuti kunjungan presiden ke mana? Ke e Rusia dan sudah dijanjikan akan ee apa turut
serta meringankan kita di dalam ee pengadaan BBM. Saya pikir itu menjadi terobosan ya, karena di sana menghasilkan grut yang cukup besar yang bisa kita ee proses dengan refinery kita atau kilang kita di Indonesia ya. Itu termasuk mengurangi ee apa kebutuhan daripada impor minyak kita, minyak mentah kita dari daerah konflik. Kita bisa divert menuju kepada Rusia. Rusia harus diingat ya, Rusia itu panjang sekali sampai pelabuhan ujung sendiri yang dekat dengan Korea namanya Vladi Stok. Jadi kalau misalkan transportasinya nanti
melalui Vlad Stock itu sudah jelas ee menghindari daripada daerah-daerah konflik. Saya menangkap ini menjadi kabar gembira kunjungan Bapak Presiden ke Rusia paling tidak ee secara langsung turut meringankan beban fiskal kita. Baik, berarti itu sudah disampaikan begitu ada beberapa strategi yang sudah disiapkan. berarti pemertah sudah mendapatkan alternatif lain begitu ya untuk kita bisa ee menjadi pasokan barulah untuk importasi e minyak mentah Indonesia begitu dan semoga ee kita berharap juga konflik segera
selesai ya Pak ya sehingga akan lebih meringankan lagi beban ekonomi dunia termasuk Indonesia. Baik Pak [berdehem] Seat terima kasih banyak atas informasi update yang sudah disampaikan. Sampai berjumpa kembali Pak. Salam sehat. Sukses ya. [musik]
Komentar