Formasi pertama yakni terkait harga minyak mentah WTI yang bertahan di atas 92 USD per barel pada Selasa. Harga juga masih tinggi setelah melonjak lebih dari 5% sejak awal bulan. Pasar tetap berhati-hati karena pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran belum menunjukkan kemajuan. Dan media Iran juga melaporkan Teheran telah menghentikan komunikasi dengan Washington. Langkah tersebut disebut sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon. Laporan tersebut juga menyebut Iran bersama sekutu regionalnya tengah
mempertimbangkan penutupan penuh Selat Hormus dan Selat BAB Elmandep. Kedua jalur tersebut merupakan rute penting bagi perdagangan minyak global. Ancaman penutupan memperbesar kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasukan energi dunia. Di sisi lain, Presiden Donald Trump juga menegaskan negosiasi dengan Iran masih berlangsung telah menyebut nota kesepahaman untuk membuka kembali Selat Hormus berpeluang dicapai dalam pekan depan. Sementara itu, otoritas Lebaran juga mendorong agar seluruh wilayah
negara tersebut masuk dalam perpanjangan kesepakatan kencatan senjata antara Hizbullah dan juga Tel Afif. Kita pantau bersama harga minyak mentah dunia per pukul 9.00 waktu Indonesia Barat tanggal 2 Juni 2026 di mana brand saat ini menyetus 94,4 dan WTI di 91,6. Dan dari minyak pemirsa, kita juga akan melihat posisi ee batu bara termal yang juga naik mendekati 137 USD per tonnya. Di mana harga tersebut menjadi level tertinggi dalam 7 pekan terakhir. Penguatan terjadi setelah ledakan gas mematikan menghantam sebuah tambang di
Provinsi Sansi, China. Izinan tersebut juga dilaporkan menyebabkan sedikitnya 82 orang tewas. Kecelakaan itu juga memicu operasi penyelamatan besar-besaran yang melibatkan ratusan petugas darurat. Di mana pasca insiden tersebut, otoritas China menghentikan sejumlah aktivitas produksi dan meningkatkan inspeksi keselamatan di wilayah penghasil batu bara terbesar negara tersebut. Pengetatan pengawasan diperkirakan juga akan menaikkan produksi batu bara dalam jangka pendek. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi pasukan pembangkit listrik
dan menambah tantangan bagi upaya Beijing untuk menjaga ketahanan energi. Sebelumnya harga batu bara sempat mengikuti pelemahan di pasar minyak dan gas alam. Sentimen itu muncul seiring meningkatnya harapan. bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dapat mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormus. Laporan mengenai sejumlah kapal LNG dari Uni Emirat Arab yang berhasil melintasi Teluk Persia ini juga sempat meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global. Namun kekhawatiran terhadap pasokan
batuara kini kembali menjadi fokus utama di pasar menyusul insiden tambang di China tersebut. Kita lihat juga posisi harga batuara di mana saat ini harganya sudah 140 USD per tonnya per tanggal 2 Juni 2026. Dari batu bara kita bergeser juga ke komoditas lainnya. Sudah ada harga emas yang diperdagangkan di bawah 4.500 USD per ons-nya pada Selasa. Loga mulia ini melanjutkan pelemahan setelah tertekan pada perdagangan sebelumnya. Sentimen pasar dibayangi mandeknya negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Kondisi tersebut menjaga kekhawatiran terhadap inflasi dan arah suku bunga tetap menjadi fokus utama investor. Media IRA melaporkan Tehran telah menghentikan komunikasi dengan Washington di mana langkah tersebut diambil sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon. Meskipun demikian, Presiden Donald Trump juga menegaskan pembicaraan masih berlangsung. Trump juga menyatakan kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormus berpotensi tercapai paling lambat di pekan depan. Namun di sisi lain, pasar kini mulai
memperhitungkan terkait potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve sebelum akhir tahun ini. Ekspektasi itu muncul setelah inflasi Amerika Serikat yang meningkat yang sebagian besar didorong oleh dampak konflik di Timur Tengah. Investor saat ini menantikan rilis data ketenagakerjaan bulanan Amerika Serikat serta komentar sejumlah pejabat defet. Kedua faktor tersebut akan menjadi petunjuk penting terhadap arah kebijakan moneter dan prospek pasar keuangan global. Ya, saat ini sesuai dengan judul pemirsa di mana emas dipergangkan di
bawah 4.500 tepatnya di 4.475 e USD ya untuk per ounce-nya.

Komentar