Hiburan
Beranda / Hiburan / Kurban 12 Sapi Sekaligus, Dewi Perssik Sebut Semua Rezeki Uang Atau Apapun Itu Milik Allah

Kurban 12 Sapi Sekaligus, Dewi Perssik Sebut Semua Rezeki Uang Atau Apapun Itu Milik Allah

Halo tribuners. Pedangdut Dewi Persik baru bisa memotong hewan kurban yang ia beli di rumahnya pada hari Kamis, 28 Mei 2026. Hal itu dikarenakan pada pertepatan pada hari raya Idul Adha, Dewi Persik masih menuntaskan pekerjaannya di daerah Kalimantan. Dan kemudian satu hari setelahnya, tepatnya pada hari ini, Dewi Persik pulang ke Jakarta untuk memotong hewan kurbannya. De Persik memilih menunda pekerjaan untuk bisa berbagi kepada warga sekitar. De Persik mengaku memotong dua ekor sapi limosin dengan bobot 1,3 ton per ekornya

atau total 2,6 ton dan nantinya dagingnya dibagikan kepada warga sekitar. Hal itu memang dilakukan oleh Dewi Persik rutin setiap tahunnya. Selain di Jakarta, Dewi Bersip mengaku memotong e hewan kurban di beberapa wilayah, termasuk di Jember dan juga Tasik Malaya. Total sekitar 12 ekor sapi yang dibeli oleh Dewi Persik ee pada tahun ini yang mengatasnamakan tujuh orang ee berisikan keluarganya sendiri. Dewi Persik mengakui ee tidak enak dengan warga sekitar yang sudah menantikan daging kurban yang biasa ia

berikan setiap tahunnya. Berikut keterangan dari Dewi Persik. Jadi beliaunya udah kayak orang tua sendiri dan ee mesti mesti harus ada ke sana gitu. Jadi lebaran di sana terus sekarang balik ini langsung karena memang kan sudah janji sama tetangga-tetangga sama Pak RT juga kasihan gitu kan. maksudnya kalau misalkan ditunda-tunda jadi tanggal 27 dan 28 sebelumnya saya sempat tanya boleh enggak karena enggak hari kan ternyata boleh dan sekarang ya sudah bisa berjumpa dengan ee tetangga-tetangga dan Pak RT dan semua

teman-teman yang ada di sini. Berapa sapi hari ini, Ming? Dan kambing ee ada e kambingnya itu dikasih e dikasih dua bonus ya mungkin karena sudah langganan gitu jadi 1,3 1,3 ton. Jadi semuanya 2,6 apa 26,6 berapa ya? Pokoknya satu sapinya 1,3 ton gitu. Jadi untuk di sini gitu secara tapi kalau secara keseluruhan ada 12 sapi tapi sudah dialokasikan di tempat yang berbeda di Jember dan juga ee Iya di Jember sama di Tasikmalaya. Berarti hari ini mami juga ikut motong ya? Ikut motong lihat ya. Tapi biasanya

kan aku mau nanti sebentarlah aku mau cuma sebenarnya aku hari ini capek sekali lelah cuman enggak apa-apa aku sih aku usahain buat teman-teman karena kemarin tuh kita kan sampai berturut sampai jam .00 pagi jam . pagi terus dan ee apa tetap ada ee keluarga besar di situ dari Kalimantan Barat semua pada ya pokoknya sama seperti yang di sini. Kami banyak banget masyarakat yang nungguin mami gitu ya. Iya kan kalau aku tinggal kan kasihan ya gitu kan. Ini aja sepertinya aku saya belum pulang gitu karena masih ada

Buat Unjuk Rasa Besar-besaran Terjadinya di Berbagai Kota Iran, Dukung Angkatan Pangkat Bersenjata Dan Hizbullah

beberapa titik lagi kan. Terus saya bilang, “Pak, saya mesti pulang. Saya kalau enggak pulang gimana gitu. Saya sudah beli sapi satunya tungguin saya di situ di rumah. Jadi saya mesti pulang gitu.” Tapi masyarakat tuh dari pagi, Mi, nungguin mami kan gitu. Itu rasanya gimana diin sama masyarakat di sini? Uh, kan saya kemarin tuh kan saya enggak jelas nih pulangnya kapan ya kan. Saya bilang, “Papa, saya mesti pulang ya, Pak.” Saya bilang sama Kak UT kan kebetulan jadi yang naik seharusnya

belum pulang kanya mau enggak nah udah udah naik helikopter. Jadi beliaunya naik helikopter sampai ke sini untuk untuk bisa nyampai. Karena saya bilang, “Bu, saya ini lebaran ini. Saya kan enggak pernah ke mana-mana. Baru kali ini saya bisa ke mana-mana.” Terus ee karena memang beliaunya ini adalah orang baik selama ini, selalu ingat sama Dewi Persis. Saya diundang sama beliaunya dan enggak enak gitu kalau saya nolak gitu kan. Jadi saya mau enggak mau saya hadir tapi beliaunya menjanjikan saya disegera

segera dipulangkan lagi gitu. Jadi pribadi Iya. Karena memang e karena memang ee harus pergi kalau enggak kan ke sini ke Pontianak, dari Pontiana ke Ketapang. Dari Ketapang ke Kayong berapa jam? Wah, enggak nyampai-nyampai, enggak kelar-kelar. Akhirnya beliau memutuskan ya udah tenang aja nanti naik e naik prjet sama naik helikopter sama papa beserta keluarga gitu. Jadi masyaallah alhamdulillah terima kasih karena beliaunya ini sudah dari saya tahun 2007 sudah biasa seperti itu. Sayang. Dulu kan saya enggak pernah ada di Jakarta.

Pulang-pulang balik ke Jakarta sudah bawa satu karung duit gitu kan. Karena memang kerjanya kan dulu pilkada ke sini ke sini ke sini gitu. Nah sekarang beliau ee katanya enggak rindu kamu kayak gitu lagi rindu. Tapi kan saya di Jakarta sekarang sudah punya keluarga dan tetangga sudah pada nungguin enggak enak gitu nih katanya e daging Mami salah satu apa ya? Berkah buat masyarakat juga di sini gitu kan. Mami merasakan enggak sih mungkin akhirnya banyak yang sayang juga masyarakat di sini sama mami gitu

perhatian itu atau gimana sih? Dari dulu sebelum saya kasih sapi-sapi begini, mereka-mereka tetangga saya tuh sayang kok. Sering ngasih saya makanan, makanan-makanan Betawi, terutama nenek, Pak RT gitu. Jadi, alhamdulillah maksudnya tidak pernah maksudnya tidak pernah yang enggak sayang. Terus kebetulan memang ini saya melanjutkan tradisi keluarga besar saya di Jember dan kebetulan saya tinggal di Jakarta. Jadi, ya kami seperti biasa berbagi misalnya karena rezeki mungkin ada makna sendiri enggak sih 12 sapi gitu tahun

Terkini Di Tempat Area Pemadaman Listrik, Masyarakat Pasrah Beli Genset

ini? Ee sebenarnya kalau misalkan Maknata sendiri gini kan em menjauhkan diri dari kepemilikan gitu. Jadi itu saya kalau kalau kalau kata Mas Alir kan semua milik Allah ya kan. Jadi menjauhkan diri dari kepemilikan tuh dalam arti di sini tuh ini semuanya bukan punya saya tapi ini titipan dari Allah. Jadi entah itu cinta, entah itu harta semuanya saya pasrahkan kepada Allah. seperti saat ini saya ada rezeki lebih ya tidak ada salahnya saya berbagi gitu karena memang bukan milik saya memang milik semuanya gitu milik Allah.

Mami nanti dagingnya mami olah mami masak lagi nanti masak lagi. Ah enggak tahu deh nanti coba lihat ya. Yang pastinya namanya saya Eyang saya kedua orang tua saya. Anak saya Felis Gabril sama Eyang Kakung sama Eyang Uti. Satu lagi sama nenek udah tu. Beratnya berapa M di sini? 1,3. Satu sapinya berarti ada dua 2,6 2,6 ton. Lihat sapinya dulu M. Boleh sapi? Iya. Nanti pokoknya semuanya ini saya serahkan kepada Bapak RT sama warga di sini. Jadi, jadi ya seperti biasalah. Oke. Sempat membagikan ke masyarakat

atau pasti dong kalau membagikan. Iya. Cuma biasanya kan saya motongin tuh sampai selesai. Nah, mungkin saya sedikit aja soalnya saya ngantuk banget. sebelum tidur saya tidur dulu paling enggak sejam, 2 jam rumah nanti saya bisa bangun lagi.

 

Momen Dalam Kebahagiaan Akrab Presiden Prabowo Bersama Pengawal-Pengawal Prancis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *