Kalian masih ingat enggak sama pandemi Covid-19 yang dulu bikin kita terisolasi selama beberapa tahun bahkan sampai merenggut jutaan nyawa. Nah, sekarang lagi ramai nih dibahas soal hanta virus yang dibawa sama tikus. Apalagi setelah kasusnya tuh ditemukan di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina. Di Indonesia sendiri, Kemenkes juga udah nyatat per Mei 2026, virus itu udah menginfeksi 23 orang dan bahkan menyebabkan tiga kematian. Berbagai reaksi muncul di media sosial. Ada yang langsung panik, ada yang
skeptis, bahkan enggak sedikit juga yang mulai khawatir soal nasib kerjaan mereka kalau sampai nanti bakal ada lockdown lagi. Ya wajar aja indis ekonomi gitu kan ya. Tapi tenang dulu, daripada overthinking mending kita cari tahu yuk. Sebenarnya ada berapa banyak sih jenis virus di dunia ini yang berasal dari hewan dan kenapa ya virus itu bisa nyebar ke manusia? Sini deh kita kasih paham. Penyebaran virus dari hewan ke manusia sebenarnya bukan hal yang baru. Dari dulu fenomena ini udah sering terjadi
dan dikenal dengan istilah zonosis. Tapi zonosis enggak muncul tiba-tiba dong. Ada banyak hal yang bikin virus ini jadi gampang nyebar ke manusia. Mulai dari penggundulan hutan sampai perubahan iklim. Coba bayangin deh, kalau rumah kamu dihancurin, pasti kamu bakal nyari tempat baru buat tinggal, kan? Nah, hal yang sama juga terjadi sama hewan liar. Makanya sekarang banyak hewan liar yang mulai masuk ke area perkebunan, perumahan pinggir hutan, bahkan tempat-tempat yang sebelumnya aman-aman aja. Belum lagi ada pasar hewan liar
yang nyampurin banyak spesies dari habitat berbeda dalam satu tempat sempit. Kondisi kayak gini jadi tempat yang pas buat virus saling pindah, tukaran gen, dan bermutasi. Akibatnya, batas antara dunia hewan dan manusia jadi makin tipis. Virus yang dulunya cuman ada di alam liar, sekarang jadi punya jalan lebih gampang buat masuk ke lingkungan kita. Buktinya ada loh. Lembaga kesehatan CDC dan WHO mencatat lebih dari 60% penyakit pada manusia berasal dari hewan, termasuk 75% penyakit infeksi baru. Penyakit-penyakit
ini enggak cuma berhenti di wabah biasa, tapi ada juga yang sampai jadi pandemi global. Contoh paling nyata ya COVID-19 yang asalnya dari kelelawar. Uniknya kelelawar ini satu-satunya mamalia yang bisa terbang dan aktivitas itu bikin suhu tubuh mereka naik drastis pas lagi di udara. persis kayak orang lagi demam. Nah, hal ini bikin sistem imun kelelawar jadi kuat banget. Akibatnya virus-virus yang hidup di tubuh mereka pun ikut beradaptasi supaya tetap bisa bertahan di suhu ekstrm itu. Tapi ini jadi
masalah besar kalau virus tadi pindah ke manusia apalagi sistem imun kita enggak sekuat kelelawar dampaknya bisa fatal. Enggak cuma COVID-19, kelelawar juga dikaitkan sama wabah berbahaya lain kayak ebola, marberg, virus nipah sampai SARS. Terus ada juga tikus hewan yang gampang banget ditemuin di sekitar kita ini ternyata enggak cuma pembawahan ta virus tapi juga laa fever dan wabah pest penularannya pun bisa cepat banget sesimpel lewat udara dari debu urin atau kotoran tikus yang mengering. Efeknya
enggak main-main. Bisa beresiko menyerang paru-paru atau ginjal kita. Enggak cuma itu, burung liar dan ayam juga bisa membawa flu burung kayak H5M1 dan H769. Lewat migrasi, burung-burung ini bisa bawa virus sampai lintas negara. Apalagi kalau masuk ke peternakan padat, penyebarannya bisa lebih cepat. Hal itu bikin para ilmuwan khawatir. Soalnya beberapa jenis flu burung punya tingkat kematian yang berpotensi lebih tinggi dibanding COVID-19. Selain itu di kelompok hewan primata ada monyet dan simpane.
Genetiknya yang mirip manusia bikin virus hewan-hewan ini lebih gampang nular ke tubuh kita. Contohnya HIV edge danx. Bahkan hewan ternak kayak unta, babi, dan sapi juga ternyata bisa jadi perantara penyebaran penyakit mulai dari mer sampai antraks. Terus ada juga musang dan trenggiling yang sering jadi perantara penyebaran virus dalam perdagangan satwa liar ilegal. Apalagi nih kalau hewan-hewan ini ditempatkan di pasar yang padat dan kotor, risiko penyebaran virusnya jadi makin besar. Terakhir ada nyamuk dan kutu. Jangan
salah, meski kecil hewan-hewan ini ternyata juga bisa nyebarin penyakit berbahaya kayak DBD dan zika lewat gigitan yang langsung masuk ke aliran darah manusia. Makanya dulu kita sering diingetin kan buat enggak biarin air tergenang gitu aja. Karena emang benar itu bisa jadi tempat nyamuk buat berkembang biak. Nah, tapi masalahnya sekarang perubahan iklim bikin penyebaran nyamuk makin meluas. Jadi enggak cuman di daerah tertentu doang. Nah, para ilmuwan sebenarnya punya satu pendekatan buat ngejelasin semua
fenomena ini namanya one health. Konsep ini bilang kalau kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan itu saling berkaitan dan enggak bisa dipisahin. Ibarat satu ekosistem, kalau yang satu sakit, yang lainnya juga bisa kena imbasnya. Kalau menurutmu gimana kira-kira? Masih ada virus lain yang belum aku sebutin? Komen di bawah, ya.

Komentar