Nobar film pesta babi ini digelar oleh empat organisasi profesi wartawan, yakni Ikatan Jurnalis Televisi atau IJTI Korda Malang Raya, Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Malang Raya, Aliansi Jurnalis Independen atau Aji Malang, dan Pewarta Foto Indonesia atau PFI Malang. Selain wartawan, nobar dan diskusi yang digelar di salah satu kedai ini juga dihadiri oleh mahasiswa dan warga sekitar lokasi. Selama 1 setengah jam, penonton dibuat fokus dengan video dan narasi yang disajikan dalam film pesta babi yang
dikerjakan oleh Watch Dog ini. Benny Indo, penyelenggara nobar yang juga ketua Aji Malang bilang bahwa nonton bareng film pesta babi ini merupakan salah satu jurnalis merayakan hari kebebasan pers internasional bersama masyarakat. Melalui nonton bareng dan diskusi film dokumenter pesta babi, jurnalis Malang Raya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kerusakan hutan yang ada di Papua yang juga bisa berdampak pada daerah lain di Indonesia. Kami ingin menyampaikan bahwasanya produk jurnalistik itu sangat erat
kaitannya sama masyarakat. Dalam konteks ini sangat erat kaitannya dengan apa yang terjadi di Papua. Sehingga kami berharap memang dari agenda kegiatan nobar ini bisa memberikan edukasi kepada publik luas. Karena kerusakan hutan di Papua itu tidak hanya berdampak pada Papua sendiri, tapi juga berdampak pada masyarakat yang lainnya termasuk di luar Papua. Saya kira itu yang ingin kami sampaikan dalam kegiatan malam ini. Film dokumenter pesta babi menuai beragam reaksi di masyarakat. Beberapa acara nonton bareng film ini juga
dibubarkan di sejumlah daerah. Tim liputan Kompas TV Malang, Jawa Timur. Ah
Komentar