Bisnis
Beranda / Bisnis / Harga Emas Dunia Kembali Menguat Naik Tajam, Tekanan Inflasi dan Yield Yang Tinggi Limit Reli

Harga Emas Dunia Kembali Menguat Naik Tajam, Tekanan Inflasi dan Yield Yang Tinggi Limit Reli

Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Senin 18 Mei tahun 2026. Penguatan ini didorong pelemahan dolar Amerika Serikat yang membuat emas lebih murah bagi investor global. Namun, kenaikan emas masih tertahan oleh lonjakan imbal hasil, obligasi, dan naiknya harga minyak mentah akibat memanasnya perang Iran. Harga emas pot tercatat naik 0,56% ke level 4.566 per troyons setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah sejak akhir Maret lalu. Analis pasar American Gold Exchange Jim Wikov mengatakan pelemahan

indeks dolar menjadi sentimen positif bagi emas. Meski begitu kenaikan imbal hasil obligasi dinilai masih berpotensi menekan harga logam mulia dalam jangka pendek. Di sisi lain, pasar obligasi global terus tertekan akibat kekhawatiran inflasi yang dipicu lonjakan harga energi. Imbal hasil obligasi Treasury Amerika Serikat, tenor 10 tahun bahkan naik ke level tertinggi sejak Februari tahun 2025. Kondisi ini membuat emas sebagai aset tanpa imbal hasil mulai kehilangan daya tarik karena investor beralih ke

instrumen dengan tingkat pengembalian lebih tinggi. Sementara itu, harga minyak mentah melonjak sekitar 2% ke level tertinggi dalam 2 pekan akibat kekhawatiran gangguan pasokan global. Sejak perang esisal melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu, harga minyak brand telah melesat sekitar 55%. Sebaliknya, harga emaspot justru turun hampir 14% dalam periode yang sama. Sejumlah bank investasi global pun mulai memangkas proyeksi harga emas jangka pendek. JPJ Morgan menurunkan target rata-rata harga emas tahun 2026 menjadi

5.243 per ons dari sebelumnya 5.708 per ons. Untuk loga mulia lainnya harga perak naik 1,4%. Sementara platinum dan paladium masing-masing melemah tipis pada perdagangan hari ini. Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Senin 18 Mei tahun 2026. Penguatan ini didorong pelemahan dolar Amerika Serikat yang membuat emas lebih murah bagi investor global. Namun kenaikan emas masih tertahan oleh lonjakan imbal hasil obligasi dan naiknya harga minyak mentah akibat memanasnya perang Iran. Harga

emas pot tercatat naik 0,56% ke level 4.566 per Troyons setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah sejak akhir Maret lalu. Analis Pasar American Gold Exchange, Jim Wikov mengatakan pelemahan indeks dolar menjadi sentimen positif bagi emas. Meski begitu, kenaikan imbal hasil obligasi dinilai masih berpotensi menekan harga logam mulia dalam jangka pendek. Di sisi lain, pasar obligasi global terus tertekan akibat kekhawatiran inflasi yang dipicu lonjakan harga energi. Imbal hasil obligasi treasury Amerika Serikat, tenor

Gojek Pasti Memberhentikan Skema Langganan Mitra Driver Go Ride Hemat Dengan Demikian

10 tahun bahkan naik ke level tertinggi sejak Februari tahun 2025. Kondisi ini membuat emas sebagai aset tanpa imbal hasil mulai kehilangan daya tarik karena investor beralih ke instrumen dengan tingkat pengembalian lebih tinggi. Sementara itu, harga minyak mentah melonjak sekitar 2% ke level tertinggi dalam 2 pekan akibat kekhawatiran gangguan pasokan global. Sejak perang esiserial melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu, harga minyak brand telah melesat sekitar 55%. Sebaliknya, harga emaspot justru turun

hampir 14% dalam periode yang sama. Sejumlah bank investasi global pun mulai memangkas proyeksi harga emas jangka pendek. JPJ Morgan menurunkan target rata-rata harga emas tahun 2026 menjadi 5.243 per ons dari sebelumnya 5.708 per ons. Untuk loga mulia lainnya harga perak naik 1,4%. Sementara platinum dan paladium masing-masing melemah tipis pada perdagangan hari ini. Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Senin 18 Mei tahun 2026. Penguatan ini didorong pelemahan dolar Amerika Serikat

yang membuat emas lebih murah bagi investor global. Namun kenaikan emas masih tertahan oleh lonjakan imbal hasil obligasi dan naiknya harga minyak mentah akibat memanasnya perang Iran. Harga emas pot tercatat naik 0,56% ke level 4.566 perroy ons setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah sejak akhir Maret lalu. Analis Pasar American Gold Exchange Jim Wikov mengatakan pelemahan indeks dolar menjadi sentimen positif bagi emas. Meski begitu kenaikan imbal hasil obligasi dinilai masih berpotensi

menekan harga logam mulia dalam jangka pendek. Di sisi lain, pasar obligasi global terus tertekan akibat kekhawatiran inflasi yang dipicu lonjakan harga energi. Imbal hasil obligasi Treasury Amerika Serikat, tenor 10 tahun bahkan naik ke level tertinggi sejak Februari tahun 2025. Kondisi ini membuat emas sebagai aset tanpa imbal hasil mulai kehilangan daya tarik karena investor beralih ke instrumen dengan tingkat pengembalian lebih tinggi. Sementara itu, harga minyak mentah melonjak sekitar 2% ke

level tertinggi dalam 2 pekan akibat kekhawatiran gangguan pasokan global. Sejak perang esiserial melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu, harga minyak brand telah melesat sekitar 55%. Sebaliknya, harga emas pot justru turun hampir 14% dalam periode yang sama. Sejumlah bank investasi global pun mulai memangkas proyeksi harga emas jangka pendek. JPJ Morgan menurunkan target rata-rata. Harga emas tahun 2026 menjadi 5.243 per ons. Dari sebelumnya 5.708 per ons. Untuk loga mulia lainnya harga perak naik 1,4%. Sementara platinum dan

Harga Minyak Kembali Melonjak Naik Tajam Setelah Iran Keraskan Sikap ke Amerika Serikat

paladium masing-masing melemah tipis pada perdagangan hari ini. Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Senin, 18 Mei tahun 2026. Penguatan ini didorong pelemahan dolar Amerika Serikat yang membuat emas lebih murah bagi investor global. Namun, kenaikan emas masih tertahan oleh lonjakan imbal hasil, obligasi, dan naiknya harga minyak mentah akibat memanasnya perang Iran. Harga emas pot tercatat naik 0,56% ke level 4.566 per troy ons setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah sejak akhir

Maret lalu. Analis Pasar American Gold Exchange, Jim Wikov mengatakan pelemahan indeks dolar menjadi sentimen positif bagi emas. Meski begitu, kenaikan imbal hasil obligasi dinilai masih berpotensi menekan harga logam mulia dalam jangka pendek. Di sisi lain, pasar obligasi global terus tertekan akibat kekhawatiran inflasi yang dipicu lonjakan harga energi. Imbal hasil obligasi Treasury Amerika Serikat, tenor 10 tahun bahkan naik ke level tertinggi sejak Februari tahun 2025. Kondisi ini membuat emas sebagai aset

tanpa imbal hasil mulai kehilangan daya tarik karena investor beralih ke instrumen dengan tingkat pengembalian lebih tinggi. Sementara itu, harga minyak mentah melonjak sekitar 2% ke level tertinggi dalam 2 pekan akibat kekhawatiran gangguan pasokan global. Sejak perang esiserial melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu, harga minyak brand telah melesat sekitar 55%. Sebaliknya, harga emaspot justru turun hampir 14% dalam periode yang sama. Sejumlah bank investasi global pun mulai memangkas proyeksi harga emas jangka

pendek. JP Jang Morgan menurunkan target rata-rata. Harga emas tahun 2026 menjadi 5.243 per ons. Dari sebelumnya 5.708 per ons. Untuk logam mulia lainnya harga perak naik 1,4%. Sementara platinum dan paladium masing-masing melemah tipis pada perdagangan hari ini.

 

Rupiah Kini Kembali Kuat, Tersentuh Rp 17.705 per Dolar AS Tengah Hari Rabu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *