Harga minyak dunia kembali melonjak di tengah memanasnya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, harga minyak brand naik 1,3% menjadi 106 Amerika Serikat per barel. Sementara minyak mentah Amerika Serikat atau WTI menguat 1,6% mendekati level 100$00 Amerika Serikat per barel. Kenaikan harga terjadi setelah laporan Reuters menyebut pemimpin tertinggi Iran memerintahkan agar uranium yang diperkaya tinggi tetap disimpan di dalam negeri. Langkah tersebut dinilai memperkeras
sikap teheran dalam negosiasi damai dengan Amerika Serikat terkait konflik Iran dan Israel. Situasi semakin sensitif karena Iran juga memperketat kontrol atas Selat Hormos. Jalur laut strategis itu sebelumnya menyalurkan sekitar 20% kebutuhan energi dunia. Iran bahkan membentuk otoritas baru bernama Persian Gulf Straight Authority untuk mengelola kawasan tersebut. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Washington masih membuka peluang negosiasi, namun tetap mempertimbangkan opsi serangan militer
lanjutan. Ketegangan ini membuat pasar khawatir terhadap gangguan pasokan energi global. Meski begitu, sejumlah analis menilai harga minyak masih relatif terkendali karena adanya pelepasan cadangan minyak strategis dan meningkatnya pasokan dari Amerika Serikat. Pasar kini terus memantau perkembangan negosiasi Iran dan Amerika Serikat yang dinilai akan menjadi penentu arah harga energi dunia ke depan. Keputusan bisnis terbaik datang dari data, bukan tebakan. Mudah berlangganan bisnis insight dengan subscribe with
Google. Download aplikasi kontan sekarang di App Store atau Play Store.

Komentar