Berita Utama
Beranda / Berita Utama / Langka Hari Nakba Diperingati Secara Internasional, Solidaritas Buat Palestina Sangat Menguat

Langka Hari Nakba Diperingati Secara Internasional, Solidaritas Buat Palestina Sangat Menguat

Jutaan warga dunia memperingati 78 tahun nakbah atau hari ketika rezim penjajah Zionis Israel melakukan pembantaian dan pengusiran paksa besar-besaran terhadap bangsa Palestina. ka y hai to aye hamare sath ch a mukha rah mur warga pakistan di karchi memperingati hari nakbah sebagai bentuk solidaritas terhadap warga palestina dan mengecam dukungan amika serikat terhadap zionis israel demonstran membawa tulisan hancurlah amerika serikat dan israel serta peti mati tiruan yang melambangkan rezim Amerika Serikat dan Israel rapat

umum tahunan ini bertajuk Mampuslah Amerika yang diadakan sebagai protes terhadap campur tangan dan penindasan Amerika Serikat di seluruh dunia. Tanggal 16 Mei adalah salah satu hari paling gelap dalam sejarah. Menandai momen ketika Amerika Serikat mengakui Israel yang tidak sah menduduki tanah Palestina. Beberapa jam menjelang final Eurovision di Wina Austria pada hari Sabtu. Sebuah protes digelar untuk menentang partisipasi Israel dalam kontes lagu tersebut. Ratusan pengunjuk rasa mengibarkan spanduk dan meneriakkan

slogan-slogan seperti from the river to the sea, Palestine will be Free. Selama 3 tahun berturut-turut kontes ini diprotes dengan tuntutan agar Israel dikeluarkan dari kontes ini. Lima negara telah memboikot kontes Eurovision ini, yakni Spanyol, Belanda, Irlandia, Islandia, dan Slovenia. Sementara itu, sebuah pawai besar peringatan 78 tahun NAKbah juga berlangsung di Sao Paulo, Brazil pada hari Sabtu. Aksi ini untuk memperingati pengusiran paksa masal warga Palestina oleh rezim apart Zionis Israel. Mendy,

seorang anggota global Sumut Flotila mengatakan protes ini sangat penting untuk memperkuat perjuangan melawan genosida dan menuntut pembebasan tahanan politik Palestina yang ditahan secara ilegal oleh [musik] Zionis Israel. Sementara Bruno, anggota Flotila lain mengatakan kekerasan terhadap warga Palestina belum berhenti meskipun ada gencatan senjata. Di Afrika Selatan, sebuah aksi besar yang menandai peringatan 78 tahun NAKBA dimulai di Castle of Good Hope di Cape Town pada hari Sabtu. Para pengunjuk

rasa mengibarkan bendera Palestina di atap Kastil yang dihiasi dengan tanda bertuliskan Zionisme adalah rasisme dan Cape Town bukan Tel Afif. Aksi ini juga menuntut pembebasan Nelson Mandelanya Palestina yakni Marwan Bargoti. Pemimpin politik Palestina tersebut tetap dipenjara secara ilegal oleh Zionis Israel sejak 15 April 2002. Menjalani lima hukuman seumur hidup berturut-turut.

Kapal Laut Tanker Dibajak di Somalia, 4 Warga Negara Indonesia Kirim Permintaan Tolong

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *