ee korbannya juga banyak ya, korbannya banyak baik yang tercatat maupun tidak tercatat dan ee sebetulnya sampai sekarang itu itu pelanggaran HAM berat yang terjadi ee terkait dengan kerusahan Mei itu sebetulnya belum ada belum pernah ada ujungnya, belum pernah dituntaskan meskipun ee tim pencari fakta gabungan itu sudah ee sudah menyampaikan e data-datanya ya. 15 Mei ratusan korban tewas terbakar ditemukan di tol serba Jogja di kalender ya. Tos serba Jogja di kalender. Sabtu 16 Mei ratusan korban ee tewas terbakar
di Celeduk Plaza. Minggu 17 Mei angka resmi menunjukkan 499 korban tewas dan lebih dari 4.000 gedung hancur atau terbakar akibat ee kerusuhan. ya ee kita memperingati 28 tahun itu ee dengan ee penuh rasa miris ya. H [musik] halo sobat milenial andzy, ketemu lagi di Pof Time. Semoga selalu dalam keadaan sehat ya. di mana kita akan membahas isu yang sedang ramai diperbincangkan dari sudut pandang editorial ID and Times bersama pemimpin redaksi Mbak Uni Lubis. Halo, Mbak. Halo, Gilang. Halo, Teman-teman.
Semangat Senin. Semangat Senin. Dan mumpung masih di bulan Mei, Mbak, ini artinya bulannya memperingati reformasi 98 yang menjadi titik dimulanya ee dimulainya demokrasi di Indonesia. Nah, PO Times kali ini akan membahas kilas balik reformasi Mei 28 tahun lalu. Di mana saya usianya baru 1 tahun. Wow. Baru lahir. Sebenarnya gua sudah kerja ya. Gua di lapangan pada saat itu. Nah, [tertawa] itu yang mau saya tanyakan Mbak kan Mbak Uni otomatis sudah jadi reporter Mbak ya. Nah. Iya. Sebenarnya saya sudah jadi lumayan
agak bos juga. Saya wakil pemimpin pemimpin umum majalah Panji Masyarakat. Heeh. Ee tetapi ya seperti kalian tahulah even sekarang saya sebagai PMR juga masih suka turun ke lapangan kan. Turun ke lapangan. Itu yang mau saya ee saya tanyakan, Mbak. Nah, situasinya saat Mei ’98 gimana, Mbak? Ya, itu sebetulnya sudah dimulai dari tahun sebelumnya. Kita tahu bahwa peristiwa 98 reformasi ee kemudian ee pernyataan sikap mundur dari Presiden Soeharto itu sudah dimulai dari krisis ee moneter ya ee 9697.
Jadi ini bolanya itu sudah mulai bahkan sebetulnya ee Pak Amin Rais yang kemudian pada saat itu dikenal sebagai lokomotif reformasi itu sejak awal 90-an itu sudah mengkritik secara terbuka. Waktu itu cuma Pak Amir Rais yang berani mengkritik ee praktik-praktik KKN ya ee korupsi, kolusi, dan nepotisme yang ada di rezim ee Presiden Soeharto pada saat itu ya. Jadi itu sudah dimulai. Kemudian Krismon ee ini kok kayak daavu dari segi pelemahan rupiah ya. Pada saat itu rupiah itu sekitar Desember atau
Januari itu sempat mencapai 17.000 dolar. Jadi benar-benar melemah melemah mungkin sepertiganya dari 2.500-an sekian ya ee gara-gara itu. Jadi ada distrust, ada ee tapi itu juga ada financial crisis yang ee yang terkena tuh tiga negara ee Indonesia, Thailand, dan ee Korea Selatan ya. Nah, jadi memang ee krisis politik, krisis ekonomi waktu itu benar-benar mendorong suasananya ke arah ya mulai Januari Januari ee 98 itu sudah banyak demonstrasi dilakukan oleh di berbagai tempat di seluruh Indonesia
oleh ee teman-teman ee mahasiswa yang pastinya sekarang sudah pada menjadi mileni apa namanya mungkin usianya itu sudah mungkin 44 kan ini sudah 28 ya 28 saat Kalau mahasiswa tambah 20 mereka sudah 40 hampir 50 mungk 48 hampir 50 ya lagi mapan-mapannya mungkin pekerjaannya sekarang bahkan sudah banyak yang jadi tokoh-tokoh yang saat itu tokoh mahasiswa yang jadi politisi ya duduk di mana atau duduk di komisaris jadi direksi BUMN itu banyaklah pada saat itu ya bahkan e bergabung bergabung dengan ee
kabinetnya ee ee Pak Prabowo ya. Nah, jadi tapi memang hangatnya banget itu, memanasnya banget itu dimulai Selasa 12 Mei ya, Selasa 12 Mei ’98 itu ee aparat kamar menembak dan sampai tewas empat mahasiswa yang sedang unjuk rasa secara damai di Universitas Trisakti ini kita kenal dengan ee tragedi ee Trisakti. Kemudian 13 Mei mulai dan itu memicu protes dan ee kerusuhan di wilayah sekitar Universitas ee Trisakti. Jadi 13 14 Mei itu adalah kerusuhan ya di di mana-mana bakar-bakar ban, bakar bangunan, bahkan ee terjadi
kekerasan ee termasuk kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan-perempuan terutama warga Tionghoa yang ironinya dalam wawancara saya dengan ee Menteri Kebudayaan saat ini Pak ee Pak Fadizon, dia mempertanyakan dan menganggap itu adalah rumors padahal sudah ada sudah ada hasil dari tim pencari fakta gabungan yang disampaikan kepada Presiden BJ Habibi yang ee kemudian menggantikan ee Presiden Soeharto dan itu menjadi cikal bakal ee lahirnya Komnas ee Anti Kekerasan Terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan
ya. Jadi, nah ee Gilang yang menarik juga soal tanggal 14 ini. Pada tanggal 14 berarti Jakarta lagi membara ya. Waktu itu saya tuh ada di daerah Salemba ya. Jadi saya tuh mobile aja dari berbagai titik e demo yang ada di Jakarta itu kita jurnalis-jurnalis itu mobile. Jadi begitu ada kita dengar ada di mana kita tuh nyadap radio polisi ya. Handphone Mbak waktu itu belum ee ya handphone sudah ada tapi kan e yang kita untuk menyadap kondisi waktu itu semua redaksi itu punya ee ini HT yang kita pasang di frekuensi
percakapannya ee polisi. Jadi kita nyadap di mana di mana aja ya. Nah, ini yang kemudian salah satu yang selalu menjadi kontroversi ya, terutama di antara ee ee kubunya Pak Prabowo Subianto dengan Pak Wiranto. Pak Wir saat itu Panglima ABRI, jadi membawahi tidak hanya tiga matra TNI, tapi juga polisi. Nah, ee dan dia justru pada tanggal 14 itu justru membawa ee Pangkosrat. Pangkosat itu Pak Prabowo pada saat itu dan Jen Kopasus dan Marinir dan semuanya pokoknya petinggi-petinggi ABRI itu untuk sebuah upacara rutin dari pasukan
pemukul reaksi cepat PPRC yang biasa aja dari divisi 1 ke divisi 2 Kostrat di Malang ya. H. Jadi ee kalau menurut versinya Fadizon pada saat itu dia ee ee pada ee beberapa tahun yang lalu dia sempat tweet itu sebetulnya Pak Prabowo sempat ee meminta supaya itu dibatalkan karena Jakarta sedang membara. Tetapi panglima ABRI pada saat itu bersi keras Pak Wiro, untuk tetap ee ee ee pergi ke Malang untuk sebuah acara yang harusnya bisa ditunda gitu ya. Kara situasi kan eedang krisis Jakarta. Panglima daerah
militernya Pangdam Jaya pada saat itu adalah Pakamsudin yang sekarang ee menjabat e Menhan ya. Jadi ini selalu tapi ya ironinya dan sebetulnya dalam buku-buku sebelumnya itu terkesan bahwa ee Pak Wiro itu quote unquote ee apa namanya ee agak minor kepada Pak Prabowo tetapi sekarang mereka ada di kubu yang sama. Pak Wir selalu ada di kubu yang menang tentu saja ya ee sejak di eranya ee Pak Jokowi dan sekarang di eranya Pak Prabowo. Nah ee kemudian 15 Mei ratusan korban tewas terbakar ditemukan di tol serba Jogja di
kalender ya. Tos serba Jogja di kalender. Sabtu 16 Mei ratusan korban ee tewas terbakar di Celeduk Plaza. He. Minggu 17 Mei angka resmi menunjukkan 499 korban tewas dan lebih dari 4.000 gedung hancur atau terbakar akibat ee kerusuhan. Ya. Lalu Senin ee 18 Mei berarti ee 28 tahun yang lalu hari ini itu ribuan mahasiswa menduduki kompleks MPRDP. Berarti fotonya itu sangat fenomenal ya. Jadi gedung kura-kura itu ee di apa namanya? ee di di semuanya tertutup sampai atasnya itu dengan ribuan ee mahasiswa ya. Dan ee sorenya
itu e Ketua MPR DPR Harmoko meminta Presiden Soeharto mundur. Ah, ini mengagetkan karena Harmoko ini dikenal sebagai loyalis luar biasanya Presiden Soeharto. Bahkan beberapa bulan sebelum itu ee dia masih mengatakan sebagai ketua ee umum Golkar masih mengatakan bahwa ee ee Pak Harto ee maju aja ee di pemilu ee maju aja lagi karena rakyat masih mendukung. tetapi melihat tekanan luar biasa dan dan memang ee sejumlah ee elit termasuk jenderal-jenderal di ABRI pada saat itu nampaknya sudah sampai pada
keputusan bahwa ini tidak bisa dipertahan dipertahankan lagi. Ee dan Harmoko kemudian meminta Presiden Soeharto mundur. Tetapi lagi-lagi Panglima Abri Jenderal Tedi Wiranto mengatakan permintaan Harmoko itu tidak memiliki landasan hukum yang kuat. He. Jadi e Wir karena dia mantan ajudan, orang dekatnya e apa namanya Soeharto ngebelain. Nah, Selasa 19 Mei, Presiden Soeharto berjanji akan mengadakan pemilu secepatnya dan tak akan mencalonkan diri lagi. Ia juga mengumumkan rencana membentuk ee komite reformasi, ya. Nah, ini yang
mulai seru tuh Rabu, 20 Mei beredar kabar ada akan ada longmch mahasiswa dari kompleks MPR DPR ke Monas. dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang akhirnya enggak jadi. Dan waktu itu sebenarnya ee rencananya tokohnya itu adalah Pak Amir Rais ya, Pak Amir Rais. Tapi kemudian ada semacam pembicaraan di belakang layar bahkan di antara komite reformasi ini yang khawatir kalau terjadi apa terjadi pihak-pihak yang kemudian menjadi provokator dan membuat pertemuan itu ee menjadi rusuh. Eh, lalu kemudian
pertemuan itu ee tidak jadi dan proses politiknya itu sangat cepat, Gilang. dan teman-teman karena ee kita hari ini kita menerbitkan wawancara ee khusus dengan ee Bang Ilham Akbar Habibi, putra sulung dari Presiden ee BJ Habibi ya, mengenai momen-momen ee bagaimana interaksi dia dengan sang ayah yang kemudian dilantik sebagai presiden. Ya, itu kaget aja. Pak sendiri pada saat itu juga ee kalau menurut versinya Bang Ilham tuh enggak pernah menduga, enggak pernah menyangka bahwa akhirnya Presiden
Soeharto mau mundur. Jadi itu benar-benar semuanya tuh proses yang mengagetkan bahkan dari ee Pak Habibi yang notabnya pada saat itu menjadi ee wakil ee Presiden. Nah, jadi ee ini adalah nah momen itulah kemudian kita pindah era dari era represif tidak demokratik ya di era Presiden Soeharto, kemudian Presiden Habibi menjabat dan kemudian dia melahirkan sejumlah ee sejumlah aturan, sejumlah regulasi yang menjamin termasuk Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 99, kemudian ee Undang-Undang Otonomi Daerah, Bank Sentral menjadi independen,
e milit kembali ke barak. Jadi ee itu yang ee demokrasi itu suasana demokrasi itu lahir tuh momen momennya adalah ketika ee 21 Mei Presiden ee BJ Habibi ee dilantik untuk menjadi presiden yang ketiga. Oke, ya. Jadi itu proses cepat, seru terus terang, Teman-teman. Tetapi saya pribadi sangat tidak ingin situasi itu terjadi terjadi karena ee korbannya juga banyak ya. Korbannya banyak baik yang tercatat maupun tidak tercatat dan ee sebetulnya sampai sekarang itu itu pelanggaran HAM berat yang terjadi
ee terkait dengan kerusaan Mei itu sebetulnya belum ada, belum pernah ada ujungnya, belum pernah dituntaskan. meskipun ee tim pencari fakta gabungan itu sudah ee sudah menyampaikan ee data-datanya. Nah, Mbak kalau ee saya juga sempat baca-baca ya karena kan posisi saat itu memang belum merasakan. Nah, di momen menjelang mundurnya Presiden Soeharto lalu digantikan ee BJ Habibi ini kabarnya mencekam. Nah, ini benar atau enggak, Mbak? Dan kalau memang benar seperti apa nih, Mbak sebelumnya? Iya. Mencekam dan banyak rumor, banyak
ketidakpastian, bergulir. Tadi saya katakan bahwa bahkan ee bahkan seorang wakil presiden BJ Habibi aja ee tidak tahu semuanya termasuk bahwa kemudian Presiden Soeharto akhirnya mau mundur. Ya, kita yang wartawan yang meliput di lapangan ya, kita meliput demo ya, meliput segala macam, meliput rumah sakit, korban. Tetapi mungkin yang menarik adalah kisah-kisah di balik layar dari dan itu bisa ee diketahui dari ee orang-orang yang terlibat dalam proses itu ya. Nah, ee saya pernah menulis ee cukup panjang nih, Gilang dan
teman-teman ee dan sumbernya dari berbagai macam termasuk buku yang diterbitkan oleh ee ini wartawan senior kemudian sempat menjadi ee pakar militer ya, banyak sekali ee sebagai ahli yang menganalisa tentang militer Indonesia. Terakhir menjadi duta besar ya namanya Pak Salim Said. dia punya buku namanya judulnya dari Gestaf Gestapu ke reformasi. Dia menceritakan pengalaman ee ikut dalam sebuah rapat yang ee menentukan ya tata cara peralaian kekuasaan 21 ee Mei 98. Aku baca cepat aja ya biar biar akurat ya.
He. Jadi dia menerima panggilan telepon ya pada tanggal 20 Mei. Oke. Berarti 2 H1 sebelum H- E pas lagi mau seru-serunya itu ya. dia terima telepon yang nelepon itu adalah stafnya Letnan Jenderal Susilo Bambang Yudoyono. Ya, jadi ini namanya kita kenal semua ya. Kemudian Pak SB jadi presiden. Saat itu Pak SBI itu menjabat kepala staf sosial politik angkatan ee bersenjata Republik Indonesia ABRI. Ya, Salim Said ini diminta hadir di rapat yang diadakan malam itu tanggal 20 malam jam .00 malam di gedung Urip Sumoarjo di
kompleks Departemen Pertahanan Keamanan yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat. Eh, Pak Salim mengatakan, “Mobil saya hanya bisa mengantar sampai ke Tugu Tani di Mentaya.” Sebab di sanalah garis perbatasan diletakkan. Jadi, garis peratan itu kayak yang kawat ini kawat berduri ya. Karena kan ke arah istana sampai sekarang juga kalau mau demo pasti ee satu di ee di Menteng gitu kan. Nah, terus kemudian ee ee pada saat telepon itu masuk ee Pak Salim saya itu mengatakan ya oke dia pergi. Nah, karena
dan dia menceritakan bahwa menjelang tanggal 20 Mei itu Pak Amir Rais yang saat itu dianggap sebagai lokomotif reformasi, tokoh terpenting dalam proses itu mengumumkan agar 20 Mei rakyat Indonesia membanjiri lapangan Monas tadi yang aku ceritakan meneriakkan agar Soeharto mundur. Jadi eh ini kan di depan depan istana banget ya. Nah, tapi Pak Salim mengatakan dari komunikasi dia dengan petinggi-petinggi militer termasuk Pak Susilo Bambang Yudoyono, yang ditakutkan oleh petinggi militer saat itu adalah masa akan merangsek ke
mana-mana dan itu sebabnya ee aparat keamanan memiliki alasan kuat mencegah pengukulan massa. Jadi, ini tadi yang sudah berarti konform dengan ee konfirmasi ee cerita yang dikumpulkan oleh Pak ee Salim Said pada saat itu. Jadi malam itu militer memasang barikade dan dalam keadaan serba tertutup itu ee Pak Salim datang ya. Nah ee penyeberangan ke wilayah Monas di Jakarta ketat dan mm dia mengatakan bahwa ee waktu itu dia ada sejumlah petinggi ABRI termasuk antara lain Lejen Harisarno kemudian menjadi Menteri Dalam
Negeri di era Bu Mega. Juga hadir tim dari Universitas Indonesia yang pimpin rektornya ada juga Prof. Harun Al Rasyid dan Prof. Zin Umar ee guru besar di bidang ketatanegaraan. Karena kan rapat malam itu adalah rapat gimana membahas proses pengalihan kekuasaan itu seperti apa. Karena kan 32 tahun Soeharto jadi presiden ya. Jadi ee gimana nih kalau misalnya terjadi ee didorong ya mahasiswa kemudian mendorong ee supaya Soeharto ee apa namanya ee turun dan kemudian tapi bagaimana prosesnya. Nah, ini harus dirapatkan
oleh ee ahli-ahli itu ya. Jadi ada Pak Ras Rasid dan tuan rumahnya itu adalah Pak E Legend Teddy Susilo Bambang Yudoyono dan Pak Salim tuh masih ingat teman-teman bilang menu makannya pada saat itu nasi kotak isinya nasi gudek ya. Pada malam itu mereka sebenarnya menunggu kehadiran Pak Wiro Panglima Abri yang kemudian ketika sudah datang bergabung dimulai e rapatnya oleh Pak SBY. Nah, ini ee intinya adalah kalau Soeharto itu mundur bagaimana cara mundurnya. Nah, kalau menurut Pak Salim malam itu enggak ada debat tentang soal
Soeharto harus mundur ya, semuanya sudah sepakat dan kemudian karena semuanya sudah sepakat Pak Wiro kemudian meninggalkan ruangan dan ee Pak SBY meneruskan rapat itu ya. Dan Pak Harisarno pada saat itu sepakat dengan pelaksanaan pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945 ya tentang ee trans apa namanya yang mengatur tentang itu dan sempat ada keraguan tentang kesanggupan dari ee kewibawaan dari BJ Habibi untuk sebagai wapres untuk ee apa namanya untuk ee menggantikannya ya. He. Jadi ini adalah ee adalah apa namanya
kisah-kisah ya malam itu dan kemudian tiba-tiba mendadak ee ee Pak Salim mendapat informasi saat rapat di gedung Urip Sumaharjo tanggal 20 Mei malam, Presiden Soeharto melalui ajudannya memanggil Jenderal Wiranto dan Sekretaris Negara Pak Sadilah Mursyid. Keduanya diminta mempersiapkan timbang terima dari Presiden Soeharto kepada penggantinya Wakil Presiden BJ Habibi. Nah, tanggal 21 besoknya sekitar jam 10. Dilantik. Itu versi Pak Salim Said dari bukunya. Ada juga versi Wir ee yang keluar dari Saku Jenderal
Wiranto ya itu ee proses peralian kekuasaan dimulai dengan perintah Soeharto berarti confirm ya. Iya. Dan ee ee di situ ada kutipan ketika rapat masih berlangsung, saya mendapat pesan agar segera menghadap Pak Harto di Jalan Cendana, kediaman pribadi beliau. Saya ditemani oleh dua periwira tinggi, Jenderal Subagyo Kasat pada saat itu dan Maijen Andriartono Surparto kemudian sempat menjadi panglima TNI. Pada saat itu adalah komandan pasukan pengamanan presiden. Dan sebelum masuk ruangan saya diberit
tahu ajudan bahwa Pak Habibi Wakil Presiden baru saja diterima oleh ee oleh Pak. Jadi ini adalah cerita-cerita ee apa namanya ee di balik layar di tanggal 20 hari yang krusial ee menjelang ee kemudian akhirnya besok paginya tanggal 21 ee Presiden ee BJ Habibi ee dilantik. Jadi ini saya cerita dikit aja tentang momen-momen ee di balik layar yang sempat diceritakan oleh orang-orang yang langsung ee terlibat. Pak Salim Said sudah meninggal dunia, Pak Wiro. Masih ada. Jadi sebenarnya banyak tokoh-tokoh
penting dari reformasi 98 itu, Teman-teman, itu ya sekarang ee masih ada sebetulnya ya. Iya. Iya. Nah, Mbak kalau dilihat sekarang ini artinya tepat 28 tahun lalu ya Mbak di tanggal 18 Mei juga. Sebenarnya nasib semangat reformasi saat ini ini seperti apa, Mbak? Dan sebenarnya tuntutan mahasiswa saat itu apa, Mbak? Nasibnya menyedihkan. Menyedihkan ya, Mbak ya. 28 tahun. Eh, tapi mungkin ini friendly reminder ya. Eh, waktu itu tuntutan mahasiswa ketika menggulirkan roda gerakan reformasi itu ada enam.
Satu, Adil Soeharto dan kroni-kroninya. Kemudian dua, laksanakan amandemen Undang-Undang 1945. Ya, antara lain yang penting adalah masa jabatan presiden dibatasin. Yang tadinya enggak terbatas sehingga Soeharto bisa berkuasa sampai 32 tahun. I sekarang sesudah amandemen kan ee maksimal itu ee dua periode dan kemudian pemilihan. Dulu kan pemilihan presiden itu lewat proses di MPR ya, tapi sesudah ee amandemen itu adalah pemilihan langsung ya. Sekarang sekarang ini ee sudah menguat suara ya bahwa ee ada kehendak bahwa
mengembalikan pemilihan kepala daerah itu lewat DPRD ya. Jadi sudah mulai nih ada upaya untuk membalikkan ee proses-proses politik yang sedang yang terjadi itu ke situasi sebelum reformasi. Yang ketiga, hapuskan di fungsi ABRI ya. Jadi kan tadi ee ee ABRI ee militer kembali ke barak ya. Kalau sekarang kan sudah bukan ABRI. Jadi, TNI dengan tiga matra polisi sudah langsung ee ke apa namanya ke Presiden. Jadi, Panglima TNI dan Kapori langsung ke Presiden. Sekarang ee masyarakat dan publik melihat suasana-suasana itu mulai
muncul. Oke, ya. [berdehem] Makanya kemarin di ee Rancangan Undang-Undang TNI kan ee banyak protes dari kalangan penggiat sipil karena ada posisi-posisi yang mestinya tidak diduduki oleh ee militer aktif diduduki. Kemudian ee yang soal teritorial yang sesudah reformasi itu enggak ada dulu itu, Teman-teman, itu ee ABRI ee TNI aktif atau polisi aktif tuh bisa jadi gubernur, kepala daerah, bisa tanpa harus ee mundur atau pensiun dari ee apa namanya ee posisi sebagai polisi dan juga sebagai TNI ya. He
sekarang ee akan dibangun di semua kabupaten kota akan ee akan dibentuk ee dan sebagian penyiapannya kemarin kan waktu Bupati Siak ee Mbak Afni Zulkifli ee datang ke sini diwawancara di sini oleh ee Eko ya Ardianto. Dia juga cerita bahwa ee harus menyediakan ee tanah sekian puluh hektar ee untuk batalion-batalyon pembangunan mungkin katanya ya. Jadi itu artinya tuh udah masuk ya sekarang ee masuk ke berbagai ke berbagai aspek iya kehidupan urusan pang urusan segala macam itu militer sudah masuk ya. Jadi
ee kemudian yang keempat tuntutannya pelaksanaan otonomi daerah yang seluas-luasnya. ini juga sekarang misalnya gini ee itu juga yang dikeluhkan oleh Bupati Afni yang menggambarkan bagaimana yang dialami oleh kepala daerah se-Indonesia saat ini ketika kemudian ee cukup signifikan ee dana bagi hasil ee itu kemudian ditarik ya apa namanya ditarik ee dipangkas ee ditarik ke pusat ya. Ee nah padahal ini sebetulnya yang ee dulu itu semangat reformasi itu adalah ee sebanyak jadi apa yang menjadi apa namanya menjadi ee
ee pajak yang diambil dari dari kekayaan yang ada di tiap daerah itu yang tadinya ee tidak cukup dinikmati oleh daerah itu diberikan ee dan kemudian keputusan-keputusan juga diberikan ee secara otonom ke daerah dan ini sebagian-sebagian sudah mulai ee ee mau ditarik ya minimal dari penganggaran yang dipangkas ee luar biasa ya sehingga sedikit sekali ruang yang bagi kepala daerah pada saat ini untuk menjalan program karena apa ee image-nya itu adalah seolah-olah semua kepala daerah itu korups korup
seingat dan tidak layak tidak bisa membangun dan segala macam ya pasti ada yang seperti itu. Tetapi polisi yang dilakukan saat ini itu adalah gebyah uyah generalisasinya. Jadi tarik semuanya sebagian ya. Tapi tidak kemudian melihat mana yang memang tidak bisa ee ee apa namanya menggunakan itu dengan ee dengan efektif untuk membangun ee mana yang bisa ya. Nah, jadi ini situasi seperti ini. Kemudian kelima tuntutannya menegakkan supremasi hukum. Heeh. Di sini aku enggak usah bahas ya, karena tinggal kita lihat sendiri apakah
memang saat ini 28 tahun kemudian superasi hukum itu ee benar-benar seperti yang diharapkan oleh rakyat yang pada saat itu mendukung ee gerakan ee reformasi ya. Yang keenam, ciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN. He. Nah, ini ee sekarang ini banyak kritik karena sebetulnya dan sebenarnya bukan hanya sekarang dari mulai pemerintahan sebelumnya ternyata setiap kekuasaan itu selalu kemudian pertama kali memberikan tempat itu yang enak, yang basah itu kepada orang-orang yang dianggap mendukung dia
ya. baik itu dalam posisi menteri, wakil menteri, kepala badan, direksi BUMN, komisaris BUMN kan ee baik itu kepada orang dekat bahkan kepada keluarga atau keluarga dekat maupun keluarga yang enggak dekat ya. Tapi intinya sama lah. I intinya sama ee praktik-praktik itu terjadi ya ee dan ya padahal ini adalah ee bagian dari yang diperjuangkan oleh ee adik-adik mahasiswa pada saat itu ya. Ciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN. Jadi ee jadi dari enam ini nasi ya itu tadi enggak tadi saya sudah baca. Jadi
[tertawa] ya kan ee beberapa tahun yang lalu kan sudah beredar ya hashtag ee di adik-adik yang anak muda ya di media sosial ya ee reformasi di korupsi ya ee tagarnya itu adalah reformasi dikorupsi karena semangat reformasi dan friendly reminder waktu itu yang dituntut adalah ee enam poin ini itu ya sudah ee makin ke sini makin pudar ya apakah masih ada atau enggak ee ee kalau meminjam kemarin apa yang disampaikan oleh ee Bang Ilham Habibi, dia minimal masih ngelihat hari ini ya demokrasi itu masih ada karena masih ada
ee tiga pilar itu ya ee apa namanya pilar eksekutif, yudikatif ee kemudian legislatif itu masih ada bahwa apakah tiga pilar tiga pilar ini ee berfungsi dengan seharusnya independen dan benar-benar berpihak hak kepada rakyat itu adalah pertanyaan yang sangat-sangat besar. Jadi ee kita memperingati 28 tahun reformasi itu ee dengan ee penuh rasa miris ya karena ee mayoritas dari apa yang diperjuangkan itu ee sekarang sebagian sudah kembali ke seperti posisi sebelum ee ee reformasi. Ee dan ee pertanyaannya mungkin apakah ee kita
akan ee menerima begitu saja? Menerima begitu saja. Situasi ekonomi juga sedang tidak baik-baik aja. Tadi saya katakan di awal ini kalau dari segi kurs rupiah ini theavu. Tapi teman-teman ini kita harus fair juga kalau yang pada saat itu ee kursnya itu ee mendadak melemah ya. Sehingga kemudian ketika Presiden Habibi menjadi presiden kan dengan trust ya yang dibangun itu adalah kepercayaan ya kepercayaan dan predictable ya ee keputusan-keputusan yang diprediksi dengan baik ee lebih transparan karena
semangatnya masih reformasi di awal-awal sedemikian sehingga kemudian bisa di ee diperkuat lagi menjadi sekitar 6.000 lebih dari Rp6.000 ya. Nah, tapi kalau sekarang pelemahan rupiah itu kan proses yang berjalan sudah berapa lama ya? Jadi ee para ekonom yang kita ngobrol di redaksi itu bilang bahwa yang sekarang enggak akan bisa kembalik lagi ke misalnya 7.000 atau 6.000 kayak zamannya Pak Habib ya. Karena proses ini sudah sudah apa namanya sudah ee berjalan ee cukup lama ya dari mulai sempat 13 14
15.000 ee 16.000 ya mungkin ee yang di apa namanya yang diharapkan bahwa itu turun ke ee posisi ee nilai tukar yang menjadi asumsi di ee APBN mungkin yang itu yang ee yang diharap tapi enggak mungkin balik lagi ke 6000 kan enggak mungkin [tertawa] itu mungkin Heeh itu ya situasi yang Mbak Uni ceritakan agak panjang ya enggak apa-apa soalnya [tertawa] ada sejarah betul betul betul Mbak Oni terima kasih banyak untuk episode kali ini. Jangan lupa untuk baca selalu artikel dari ID teman-teman jurnalis ID dan saksikan
video-video selengkapnya juga di IDNs. Kita bertemu di episode selanjutnya. Salam sehat selalu.
Komentar