Ini awal-awal aku ribut itu sama dia tuh aku kabur pertama sebelumnya kedua kalinya nih sebelum aku kabur aku udah ribut juga sama dia. Gara-gara aku kecapekan tidur enggak nemenin dia ngobrol di tengah malam ini. Sumpah demi Allah ya Mas aku enggak bohong. Iya. Jadi dia merasa kayak dicuekin. Padahal kalau aku balikin setiap hari aku selalu nemenin dia berjam-jam ngobrol. Dikala ada lelahnya aku pengin istirahat tapi itu masalah. Jadinya seakanya aku kurang kasih sayang, kurang sayangin dia. Tapi Miss Kom level kita kan semua beda.
Ada yang jerapah, ada yang panda. Ya kita beda dunia. Jadi kita harus mengerti dunia panda. Ini a jerapa ruang ini nih ruangan kamar. Boleh ditunjukin Mas? Boleh. Boleh. Kamar anak. Ini baju-baju waktu kemarin yang aku pisah. Aku bawa-bawain tuh baju-baju aku waktu kemarin aku bertengkar pisah ini di sini. Oh, di sini. Iya. Aku bajunya aku bawa-bawain semua. Berarti ee saat pertama Patengkar itu bawa bajunya dalam keadaan buru-buru berarti sampai di Iya. Di e sisa dikirim sisa aku bawa. Heeh. Acak-acakan. Hah?
Ini kasur aku tidur waktu kemarin aku 10 hari sendiri itu. Jangan mau rumah di tempat yang aku enggak suka dan lu enggak suka di sepatan. Enggak kenapa enggak bangun aja di Arab sekalian? Ya, aku jauh dong ke syuting-syuting ketemu wartawan kalau dibuatin di Arab. Kenapa gebot di Arab aja sekalian? Udah tahu dia seempatan anaknya kan ke mall melulu. Anak aku sekolah di BSD lah. Otomatis impossible berarti dia bikin rumah buat siapa? Cin. Oh, itu sering dulu-dulu dulu sering kalau ee pertama-tama itu
sering apa sampai dia bilang mau akhir hidup lah bisa kalau kamu tinggalin aku. Nah, terus kemarin juga waktu di TV kan ee kan udah udah ini kamu balik kamu pergi ya. Entar kita kan satu mobil ya beda-beda ya. Dia bawa mobil aku bawa mobil sampai bilang aku naik mobil kamu aja lah nanti kamu kabur lagi. Gitu. Enggak, aku enggak kabur. Kita intil-intilan ya di tol gitu. Intil-intilan. Nah, nyampai sana e dia telepon terus aku telepon aku sampai mana? Daerah mana gini-gini takut aku kabur. Pulang dari rumpi gitu. Takut aku
kabur. Jadi pas nyampai rumah aku nyuci mobil, handphoneku lobet. Terus pas aku colokin dia nelpon nangis kan. Aku kira kamu kabur. Aku mau pingsan begini-begini. Ah, aku nyuci mobil. Aku bilang gitu kan ada ininya. Tadi aja aku kesempatan dia nge-W aku. Kok enggak kabur kan? Ini ada kalau mau dilihat tunjukin kok enggak kabur kan? Enggak. Kamu sayang kan sama aku? Makanya kita buat e kesepakatan. Terus kalau ribut jangan pernah bilang cerai di depan left. Ini yang terakhir kalinya aku bilang. Tapi kalau kau suatu saat nanti
ini terjadi lagi, aku fix beneran. Aku sudahudah bilang gitu ini fix aku beneran enggak? Ak dan bener saking benerannya suatu saat ini terjadi kau bilang begitu lagi di lab besoknya aku langsung menikah sama wanita lain supaya kau enggak datang lagi di kehidupan gitu. Itu janji aku sama dia. Aku e masuk dalam itu enggak langsung dapur. Karena aku taruhnya itu e di ruang tamunya itu di atas. Aku enggak main ruang tamu bawah. Di sini pakaiin semua berarti ya. Iya. Ini semua sofa ada sih gambarnya
yang udah aku bikin. Jadinya seperti apa? Nanti saya kasih tahu. Oh, boleh itu dikirim WA aja. Iya, nanti saya aku kirim. Nah, inilah modelnya. Nanti di sini di sini nanti ada kayak furnitur-furnitur gitulah tempat-tempat naruh apa. Nah, sini TV gitu. Ee motifnya hijau. Ada ijaunya supaya kelihatan manis saja gitu. Lihat. Heeh. Ruang tamu di sini tembus langsung ke balkon. [mendengus] Nah, langsung kita ke balkon gitu. Tuh balkonnya di sini. Nah, ini kan kayak hotel kan modelnya. Betul. Nah, ini balkonnya di sini nanti. Dan
kan tadi e kaca udah gak ada. Ini kita taruh tempat dulu kayak tenda payung gitulah buat nyata-nyata ngerokok. Jadi ruang tamunya langsung menuju ke balkon. Iya, aku udah muak betul. Sama sekali aku udah bingung mau gimana tapi aku melihat dia kok aku berakhir sama dia gitu kan. Kita udah 3 tahun. susah senang hanya sepele tapi kayak begini tapi dia juga dia menganggap dia maafin aku ya aku yang kayak salah dia tapi dia minta maaf juga jadi kayak napas-napas gitu aku tuh kayak waktu di itu padahal aku udah menggebu-gembu di
ambiarnya ketika aku lihat dia kayak turun gitu ee pelimplan aku jatuhnya kayak pendirian aku kayak gimana gitu goyang Ya, ketika aku dekat dia gitu. Jadi yang ku ingat itu bukan kebenciannya, tapi aku mengingat susah senang sama dia. Seandainya otak aku melihat kebenciannya mungkin hari itu aku fix. Cuman sayang pikiran aku melihat susah senang sama dia. Makanya sekarang ini pelajaran. Kalau kita enggak suka sama seseorang, enggak seseorang dan ingin mengakhirinya, ingatlah kebenciannya. Jangan ingat waktu dia baik. Kalau ingat
baik, kita akan balik lagi. Ini kesimpulannya aku punya penemuannya di situ. Eh, saya sempat ngasih nasehat juga. Oh, sempat sempat ngasih nasihat sama Bang Arya. Hm. Ee, ini kan udah kesekian kalinya seperti kayak gini kan. Saya pikir kan ee sebagai kayak Bang Arya itu harus kasih keputusan yang lebih bijaklah gitu kan. Oh, ngomong gitu sempit. Eh, responnya kembali lagi sama Bang Arya sama Mami juga. Aku engak nanggapin kalau karena itu salah gitu. Karena sesuatu yang enggak benar [musik] aku tahu aku. Oke.
Karena itu salah ya aku enggak tanggepin lu salah. Aku enggak ada niat untuk settingan. Inilah real rumah tangga gua yang kayak gini yang keekpos gitu kan. E gua bis yang lain juga ada kok sering [musik] yang kawin cerai kawin cerai ribut tapi enggak keekpos oleh media. Karena aku content creator public figure yang di lab. Sedikit [musik] masalah pun kelihatan. Nah, jadi jatuhnya apa? Settingan, TV lah, apalah. Jatuhnya gitu. Dia pernah gimik sama Piky, tapi dibilang jadian. Ya, dia bilang enggak jadian gitu.
Niatnya awalnya begini, awalnya gitu itu. Tapi ketika dia nikah sama saya itu enggak ada settingan. Dia suka duluan dan karena kita kenalan dari TikTok dan dia suka sama saya bahkan nyamperin ke sini itu awalnya. Dan enggak ada sih kita setting-settingan. Aku enggak suka, Mas. Settingan enggak berkah, Mas, uangnya. Dia tuh emang wanita yang enggak tahu malu. [tertawa] Oke. Oke. Iya, aku jujur aja secara positif. Nah, mentalnya itu dia kuat. Itu yang positif yang aku dapetin dari dia. Pekerja kerasnya luar biasa gitu kan. Dan dia
juga kalau susah dia enggak pernah yang namanya menjual diri dia bahasa kasarnya bahasa kasarnya gitu ya. Waktu dia sendiri. Susah juga dia mah. Enggak pernah nama mau jadi simpanan orang. Apapun itu, itu salah satu. Cuman kalau dia suka sama orang itu bucin parah. Sekarang aku mau kasih tahu semua orang ini punya aku ya. Jadi kalau aku ngapir jadi takut kehilangan karya. Ya aku emang takut kehilangan banget. Aku bisa mati bisa berdiri enggak ada dia. Kenapa kan yang iya iya kan ya? Iya. Eh dia tahu kok. Iya, Guys.
Sekarang udah gila.
Komentar