Dunia kembali dibuat waspada. Organisasi kesehatan dunia atau WHO resmi menetapkan darurat kesehatan global setelah wabah Ebol Strain Langka menyebar di Afrika. Virus mematikan ini dilaporkan telah menewaskan puluhan orang dengan tingkat kematian yang bisa mencapai 50%. Yang lebih mengkhawatirkan, hingga kini belum ada vaksin maupun pengobatan khusus untuk strain baru tersebut. Apakah dunia kembali menghadapi ancaman wabah besar? WHO menetapkan status darurat kesehatan masyarakat internasional atau public
health emergency of international concern untuk wabah Ebola train Bundibo di Republik Demokratik Kongo dan Uganda. Meski belum disebut sebagai pandemi, WHO mengaku sangat khawatir terhadap potensi penyebaran wabah tersebut. Menurut data CDC Afrika, hingga saat ini tercatat sedikitnya 336 kasus dugaan infeksi dengan total 88 kematian. Pemerintah Kongo juga mengonfirmasi strain Bundi Bugio belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus. Menteri Kesehatan Kongo menyebut tingkat kematian virus ini dapat mencapai hingga
50%. Wabah terbaru ini terdeteksi di Provinsi Ituri di timur Laut Kongo. Seorang perawat disebut menjadi pasien pertama setelah datang ke fasilitas kesehatan dengan gejala mirip ebola pada akhir April. Gejala virus ini meliputi demam tinggi pendarahan dan muntah. Kondisi di lapangan disebut semakin memprihatinkan. Warga melaporkan banyak pasien meninggal di rumah karena keterbatasan fasilitas isolasi dan layanan kesehatan. Jenazah korban bahkan disebut masih ditangani langsung oleh anggota keluarga
yang meningkatkan risiko penularan lebih luas. WHO ini memperingatkan adanya risiko penyebaran regional yang signifikan. Karena selain di Kongo, kasus kematian akibat strain ini juga telah ditemukan di Uganda. Organisasi kemanusiaan DTER Sut Borders atau MSF menyebut lonjakan kasus dan kematian dalam waktu singkat sangat mengkhawatirkan. Apalagi masih ada ketidakpastian mengenai jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi. Kongo sendiri bukan pertama kali menghadapi wabah ebola. Dalam 50 tahun terakhir, penyakit ini
telah menewaskan sekitar 15.000 orang di Afrika. Wabah paling mematikan di Kongo terjadi pada 2018 hingga 2020 dengan lebih dari 2.300 korban meninggal. Penetapan darurat kesehatan global oleh WHO kini membuat dunia kembali siaga. Di tengah belum tersedianya vaksin untuk strain Bund Bugio, ancaman penyebaran wabah ebola menjadi perhatian internasional. Dan dengan tingginya tingkat kematian serta keterbatasan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak dunia kini, berharap wabah ini dapat segera dikendalikan.
Sebelum berubah menjadi krisis kesehatan yang lebih besar. Keputusan bisnis terbaik datang dari data bukan tebakan. Mudah berlangganan bisnis insight dengan subscribe with Google. Download aplikasi kontan sekarang di App Store atau Play Store.

Komentar