Olahraga
Beranda / Olahraga / Menandai Mengirim ANEH! Apa Yang Terjadi Pemain Bintang Resign ke Klub Ini?

Menandai Mengirim ANEH! Apa Yang Terjadi Pemain Bintang Resign ke Klub Ini?

Bukan bursa transfer namanya kalau enggak bikin heboh. Setiap periode transfer pasti ada aja gebrakan yang cetar membahana. Belum lama ini kalian pasti masih ingat beberapa transfer random yang terjadi di pertengahan musim 2025-2026. Misal ada Livin Kurzawa ke Persib Bandung atau mantan pemain Munchen Douglas Costa yang tiba-tiba nyasar ke Serie D Italia bersama Kievo Verona. Selain transfer di luar nalar tersebut, kalian harus tahu juga bahwa sempat ada juga pergerakan transfer yang lebih enggak ngotak lagi. Beberapa di

antaranya bahkan menyasar bintang-bintang ternama. Lalu apa jadinya jika transfer tersebut benar-benar terjadi? Bagi kalian yang penasaran ingin tahu siapa saja pemain bintang tersebut, let’s go kita bahas. Pertama ada kiper Bayern Munchen, Manuel Neuer. Enggak habis pikir deh jika kiper legendaris timnas Jerman itu tiba-tiba dikejar oleh klub medioker Brighton. Awalnya pergerakan transfer ini terjadi karena kondisi kontrak Neuer yang akan habis di Roten pada akhir musim 2025-2026. Belum adanya perpanjangan kontrak

membuat manajemen Brighton bergerak menawarnya. Pelatih The Seagles yang juga kawan Manuel Neuer Fabian Hurzeler adalah orang yang dijadikan alat negosiasi transfer tersebut. Menurut jurnalis Jerman Florian Petenberg, pergerakan transfer ini dilakukan juga karena masa depan kiper utama mereka Bart Fer Brugen tidak pasti. Kiper muda Belanda tersebut bahkan digadang-gadang sebagai kiper penerus Neuer di Bayern Munchen. Sistem tukar guling kiper antara Brighton dan Munchen inilah yang membuat pergerakan transfer ini jadi

makin heboh. Brighton akan menerima keuntungan terhadap kedatangan Neuer. Kiper 40 tahun tersebut bisa memberikan pengalaman dan rasa aman di bawah mistar jika disigel suatu saat nanti bermain di ajang Eropa. Bagi Brighton, merekrut pemain uzur juga bukan hal baru. Sebelumnya pemain seperti James Milner dan Pascal Gross saja mereka rekrut kok. Jadi enggak mustahil dong pemain seperti Neuer juga direkrut jika sesuai kebutuhan. Namun seperti dilansir oleh 442, masalah gaji yang tinggi dari Neuer sepertinya jadi masalah besar di

transfer ini. Terjadinya transfer ini tergantung pada kerelaan sang kiper untuk menurunkan gajinya demi menghabiskan masa tuanya di liga terbaik seperti Liga Inggris. Jauh sebelum ada pergerakan transfer heboh Manuel Neuer, klub medioker Inggris lainnya, WSM juga pernah melakukan hal yang sama. Tepatnya pada tahun 2010 ketika mereka coba merekrut Bintang Muda Brazil dari Santos Neymar Junior. Kaget rasanya melihat Neymar benar-benar serius ditawar oleh The Hammers. Dilansir Sky Sports, pergerakan

Kesamaan King MU Pasti Kembali Dengan Rata! Michael Carrick OTW Permanen di Lama Trafford

transfer ini diceritakan oleh agen Neymar Wagner Ribero. Menurut sang agen, The Hammers bahkan sudah mengajukan tawaran sebesar 12 juta pounds kepada Santos. Pelatih baru WSM saat itu, Avram Grand adalah orang yang sangat ngebet mendatangkan Neymar. Ia ingin lini penyerangan lebih berwarna dengan kehadiran Bintang Muda Brazil tersebut. Namun diceritakan juga oleh sang aen, komunikasi transfer antara kedua belah klub berlangsung alok. Kesepakatan harga tak kunjung ketemu. Usut punya Usut Santos terus menaikkan harga Neymar

sesuai klausul rilisnya saat itu, yakni 28,5 juta pounds. Itulah yang membuat The Hammers akhirnya mikir dua kali dan memilih untuk mundur teratur. Di sisi lain, Neymar yang masih berusia belasan tahun itu juga masih ingin mematangkan bakatnya dulu di Santos. Alih-alih harus pergi ke luar Brazil. Berikutnya ada Ronaldinho. Kalian percaya enggak jika senior Neymar itu pernah hampir direkrut oleh klub medioker Inggris Blackburn Rovers pada tahun 2011? Bukan Blackbird namanya kalau enggak bikin heboh jendela

transfer. Zinedin Zidan hingga Robert Lewandowski saja pernah diincar serius loh oleh klub berlogo bunga ini. Pergerakan transfer Ronaldinho ini adalah awal dari ambisi pemilik baru Blackbird, yakni perusahaan asal India Fankis. Diceritakan oleh BBC, pemilik baru ini menghubungi langsung perwakilan Ronaldinho di Brazil. Sang pemain bahkan sudah ditawar 20 juta pound dengan durasi kontrak selama 3 tahun. Saat itu kondisinya Ronaldinho sedang pulang kampung karena telah berpisah dengan AC Milan pasca kontraknya habis. Menurut

ketua Fenkis Anurada Desai, Ronaldinho adalah sosok pemain yang diproyeksikan untuk membawa timnya meraih target bermain di ajang Eropa. Manajer Blackburn saat itu, Stevekin juga sangat antusias mendengar kabar heboh ini. Tapi apa yang terjadi? Rencana perekrutan Ronaldinho ternyata enggak semudah yang dibayangkan. Ronaldinho yang sudah berusia 30 tahun itu ternyata lebih memilih untuk tetap tinggal di Brazil. Faktor keluarga besarnya sangat berpengaruh. Itulah yang membuat ia akhirnya memilih berlabuh ke Flamengo.

Sebelum Ronaldinho, Liga Inggris juga sempat dibuat heboh ketika pemain Bayern Munchen, Frank Ribery ditawar langsung oleh klub promosi Sheffield United. Kalian kebayang enggak jika Ribery tampil dengan balutan jersey The Blades terus bermain di Bramolin? Diceritakan oleh Talk Sport, pergerakan transfer tersebut terjadi pada tahun 2019. Kondisinya saat itu kontrak Riber sudah habis bersama di Rotan. Berstatus bebas transfer membuat pemain berusia 36 tahun itu diincar banyak klub termasuk klub dari Liga Qatar maupun Australia.

Tidak Menambah Dingin, Kini Malah Menambah Ronde! Drama Sparing Anyar Madrid Arbeloa vs Mbappe

Sebagai klub yang baru promosi ke Liga Inggris, pelatih The Blade saat itu Chris Wilder sedang butuh sosok berpengalaman untuk membimbing skuadnya bertahan di Liga Inggris. Iming-iming bermain di liga terbaik dan seketat Inggris jadi hal yang ditawarkan pelatih Chris Wilder pada Riberi. Namun Ribery tetap saja enggak tertarik menurut desan sang pemain menolak gabung Sheffield United karena masalah gaji. Tuntutan gaji tinggi yang diminta Riberi jadi ganjalan besar bagi The Blades. Alhasil ia akhirnya berlabuh ke Fiorentina. Di

sana gaji yang ia minta sebesar 4 jutao per musim dipenuhi oleh manajemen Laviola. Berikutnya ada pergerakan transfer heboh dari Whiteford. Bayangkan The Hornets yang saat itu masih berlaga di Championshipip nekat banget menawar seorang legenda yakni Alessandro Del Piero dan Filipo Inzagi. Diceritakan oleh Mirror, Wetford benar-benar serius ingin mendatangkan Del Piero dan Inzagi bersamaan pada Juli 2012. Ide awal ini datang dari pemilik baru mereka asal Italia, keluarga Pozo. Mereka ingin Wford secepatnya promosi ke Liga

Inggris. Kebetulan kedua legenda Italia itu masih berstatus free transfer. Pergerakan transfer tersebut enggak secara langsung dilakukan oleh keluarga Pozo, melainkan melalui perantara yakni pelatih baru The Hornets asal Italia, Gian Franco Zola. Zola yang bergerak menghubungi Del Piero dan Inzagi. Zola bahkan nekad datang langsung ke Italia hanya untuk bernegosiasi dengan kedua juniornya tersebut. Namun apa daya negosiasi tersebut tidak mencapai titik temu? Bukan masalah gaji. Karena keluarga PZO sanggup membayar berapapun

yang dimau. Faktor keinginan sang pemainlah yang membuat transfer ini gagal. Ya kali pemain sekelas Del Piero dan Inzagi mainnya di divisi 2 Inggris. Del Piero yang sudah berusia 38 tahun menyatakan diri untuk hijrah ke luar Liga Eropa sebelum pensiun. Itulah mengapa ia berlabuh ke Liga Australia bersama Sydney FC. Sebaliknya, Filipo Inzagi yang sudah berusia 37 tahun lebih memilih pensiun dan mengembangkan karirnya sebagai pelatih di Akademi AC Milan. Selanjutnya ada pergerakan transfer heboh dari klub Skotlandia Rangers. Pada

tahun 2003, Rangers sempat hampir meminjam salah satu talenta terbaik Barcelona, Lionel Messi. Tapi yang kalian harus ingat saat itu kondisinya Messi belum masuk skuad utama Barca. Gold menceritakan bahwa pergerakan transfer tersebut awalnya dilatar belakangi oleh keinginan sang pelatih Rangers, Alex Mlis. Keinginan MLIS tersebut lalu ditindaklanjuti oleh Manajemen Rangers. Kedekatan hubungan Rangers dengan Barcelona di beberapa transfer seperti Ronald the Boer maupun Michel Arteta. Jadi angin segar Rangers

Maksimal Menang Sekali Buat Mengadakan Sejarah Paling Kuat! Skenario Persib Hattrick Menang Lagi

untuk mendapatkan Messi. Pendekatan awal dilakukan oleh asisten MLIS yang berasal dari Belanda, Yan Waters. Wats menghubungi langsung rekan lamanya sesama Belanda yakni asisten Barcelona Heng Tenkt KT. Waters beralasan ingin menambah amunisi lini tengahnya yang baru saja ditinggal pemain kreatif seperti Berry Ferguson. Tapi apa jawaban Tenkt saat itu? Messi masih terlalu muda dan terlalu kurus untuk bermain di kerasnya liga sepak bola Skotlandia. I TNK benar-benar sangat khawatir jika bakat Messi tidak berkembang. Mendengar

pendekatan transfer Rangers tersebut, Presiden Barcelona Juan Laporta langsung menolaknya dengan tegas. Ia bahkan berjanji akan memproyeksikan pemain Lamasia seperti Messi maupun Iniesta untuk secepatnya promosi ke skuad utama Barca. Well, transfer tersebut akhirnya gagal terwujud. Tapi apa jadinya ya jika Messi berlabuh ke Ranger saat itu? Apakah kita akan melihatnya jadi mega bintang seperti saat ini? H

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *