Sementara itu, Saudara Menul Iran Abbas Arachi menuduh Uni Emirat Arab aktif membantu serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran. Seperti yang dikutip dari Press TV, Harachi di sela pertemuan jembatan di New Delhi, India mengingatkan kalau rezim Zionis dan Amerika Serikat nggak bisa menjamin keamanan Uni Emirat Arab. کاملا تشریح بکنم برای جلسه ورا همه کش بیکس که ما درسته که نمیگیم وخا اسرا Dari Tiongkok, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakhiri kunjungannya ke Beijing hari ini dengan…
pertemuan pribadi di kediaman resmi Sijimping sebelum berangkat ke Washington. Trump bilang pembicaraan sepakat kalau Tiongkok dan Amerika Serikat pengen perang antara negaranya dan Israel sama Iran cepat selesai. Kita ngerasa sama banget, kan? Kita pengen itu berakhir. Kita nggak mau mereka punya senjata nuklir. Kita, eh, pengen selat itu tetap terbuka. Sekarang kita tutup, mereka yang tutup duluan. Terus kita tutup lagi di atas mereka. Tapi kita pengen selat itu terbuka. Dan, eh, kita pengen mereka cepat selesaiin karena ini hal yang gila. Mereka itu…
sedikit gila dan itu nggak baik. Gak boleh ada. Mereka nggak boleh punya senjata nuklir. Sementara itu, Sobat, visual yang kalian lihat ini adalah Oke, sementara itu, Sobat, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araci, menegaskan bahwa Selat Hormus jadi pihak yang paling pertama dan paling parah kena dampak dari agresi dan blokade ilegal Amerika Serikat di Selat Hormus. Pernyataan ini disampaikan saat pertemuan para menteri luar negeri yang diadakan di New Delhi, India. Araci dengan tegas membantah tuduhan bahwa Iran…
Sengaja mencekik jalur perairan strategis dunia itu. Dia malah nyalahin kebijakan militer pemerintahan Donald Trump sebagai akar masalah krisis maritim global yang terjadi di Selat Hormus. Itu aneh tapi gak masalah kecuali soal perang dan respons yang diberikan Iran ke Amerika di wilayah mereka sendiri. Ya, itu bikin ribet dan saya terpaksa jelasin semuanya dengan jelas di pertemuan itu buat semua negara anggota BRICS.

Komentar