Olahraga
Beranda / Olahraga / Dibohongi Hingga Dilempar! Tetapi Joao Cancelo Justru Membuktikan Bisa Dan Lolos Buat Sejarah Dunia

Dibohongi Hingga Dilempar! Tetapi Joao Cancelo Justru Membuktikan Bisa Dan Lolos Buat Sejarah Dunia

Dari tanah Lisbon 31 tahun yang lalu terlahir manusia langka bernama Jao Canselo. Mungkin Tuhan sudah menakdirkan garis tangannya sebagai sang juara. Berkelana dan mengembara tiada ujung. Jauh Cancelo berhasil membuat dunia terpanah. Juara di lima liga top Eropa bersama lima klub berbeda membuat namanya harum dan terpatri dalam buku sejarah sepak bola. Namun siapa sangka di balik pencapaiannya itu kano justru akrab dengan kepahitan demi kepahitan dari terseret kasus dikorbank dibuang hingga ditipu. Perjalanan back

sayap serba bisa ini bukan lagi tentang keajaiban, tapi juga tentang pengorbanan, ambisi, dan takdir. Di video ini kalian akan tahu betapa menderitanya Kamelo melewati satu demi satu cobaan yang akhirnya berbuah kisah indah yang belum pernah dilihat dunia. Bakat sepak bola Jauh Kanelo mulai ditempat di akademi Benfica. Pria kelahiran Bareiro itu adalah seorang bek sayap yang liar penuh determinasi. Sejak muda ia juga termasuk pribadi yang bermental baja. Cancelo orangnya tak gampang menyerah meski harus hadapi

rintangan seberat apapun. Suatu ketika pada tahun 2013 diceritakan Sport Bible dirinya mengalami peristiwa tragis. Cancelo yang pada saat itu berusia 18 tahun bersama keluarganya mengalami kecelakaan mobil di Jalan Raya A2 di Seiksal, Portugal. Kejadian itu merenggut nyawa sang ibunda tercinta Filomina. Sementara Cancelo dan adiknya Pedro dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami luka-luka. Duka yang mendalam itu lalu membuatnya mati rasa. Kancelo hampir memutuskan untuk meninggalkan sepak bola. Namun

dasarnya bermental baja dan didorong atas rasa cintanya pada sang ibu. Cancelo melanjutkan mimpinya menjadi pesepak bola. Kancelo berjanji akan membuat bangga sang ibu di surga sana dengan prestasi. Tidak butuh waktu lama bagi Kancelo untuk menunaikan janji itu. Saat masuk di skuad senior Benfica Suuhan Horge Jesus pada musim 2013-14. Cancelo langsung merasakan mahkota juara Liga Portugal. Meski belum menjadi pemain reguler, Cancelo paling tidak bisa memberikan hadiah pertama yang indah bagi mendiang sang ibu. Bagi

Cancelo, sukses di Benfica bukanlah akhir dari segalanya. Ini justru jadi pintu awal baginya untuk menuju tantangan selanjutnya. Demi mendapat menit bermain reguler dan pengalaman baru, Cancelo lalu memberanikan diri untuk mulai mengembara di negeri orang. Perjalanan awal karirnya di luar Portugal dimulai dari Valencia. Pada tahun 2014, kelelawar Mestaya meminjam Kancelo dengan jaminan memberikan menit bermain. Di bawah gemblengan keras Nuno Espireto Santo, Cancelo mulai berkembang menjadi bek sayap handal. Manajemen Los

Kesamaan King MU Pasti Kembali Dengan Rata! Michael Carrick OTW Permanen di Lama Trafford

melihat perkembangan yang luar biasa dari Cancelo sehingga mereka memutuskan untuk mempermanenkannya. Tapi kemudian masalah kembali menerpanya. Setelah dipermanenkan, nama kano justru terseret kasus. Diceritakan oleh Kaden Naser, Kejaksaan Umum Portugal mengendus adanya pelanggaran keuangan antara Benfica dan Valencia dalam hal transfer beberapa pemain termasuk Cancelo. Valencia menuduh pihak Benfica menggelembungkan nilai transfer untuk menguntungkan pihak perantara. Meski bukan sebagai pelaku, Cancelo

merasa dirugikan dalam kasus ini. Kendati begitu, Cancelo tak ambil pusing. Ia hanya fokus mengembangkan karirnya di rumput hijau. Mengabdi selama 4 tahun lamanya di Mestaya adalah sebuah pembelajaran yang panjang. Cancelo merasakan bagaimana pedihnya berjuang bersama Los ketika terpuruk hingga gonta-ganti pelatih. Namun ironisnya ia justru dikorbankan. Pelatih baru Valencia, Marcelino Garcia Toral memilih meminjamkan Cancelo ke Inter Milan demi mendapatkan pemain baru incarannya, Jofri Kondokbia. Ya, tukar

guling antara Kondokbia dan Cancelo pun tak terelakkan. Meski dikorbankan, Cancelo tak mengapa. Valencia sudah banyak jasanya bagi perjalanan karirnya. Sampailah Cancelo mengembara ke Italia. Namun perjalanan karirnya di Juspe Meazza ternyata tak semudah yang ia bayangkan. Alih-alih langsung nyetel dengan skuad racikan Luciano Spaletti, ia justru mengalami cedera ligam lutut parah. Cedera itu lantas membuatnya absen selama 2 bulan pada awal masa peminjamannya. Masa itu benar-benar jadi masa yang amat

sulit bagi Kancelo. Karirnya di Italia yang masih seumur jagung terancam bakal terhambat. Tapi pada akhirnya tak lama setelah pulih dari cedera ia justru berhasil cepat menunjukkan tajinya. Spaletti sampai terkagum padanya. Kerja kerasnya bangkit dari cedera berhasil diganjar dengan sebuah prestasi. Cancelo menjadi bagian yang membawa Lab Mata kembali masuk Liga Champions pada 2018. Manajemen Nerauri lalu berniat untuk menebusnya secara permanen. Namun apa daya karena terbentur aturan financial

fairplay, Inter tak mampu menebus klausul rilis yang diminta Valencia. Lantas bagaimana nasib Cancelo. Justru di luar dugaan, sang rival bebuyutan Juventus mengambil kesempatan untuk merekrutkan Selo. Laveora saat itu punya dana melimpah. Tanpa pikir panjang, mereka langsung bergerak menebus klausul rilis yang diminta Valencia sebesar 40 juta euro. Bersama rekan senegaranya Cristiano Ronaldo, Cancelo akhirnya mantap memutuskan untuk berseragam Bian Koneri. Hijrah ke klub rival membuat Cancelo dihujat oleh fans Inter. Apalagi pada

Tidak Menambah Dingin, Kini Malah Menambah Ronde! Drama Sparing Anyar Madrid Arbeloa vs Mbappe

suatu momen, ia menciptakan asis krusial bagi gol kemenangan Juventus atas Inter pada Desember 2018. Fans Inter saat itu benar-benar muak sekaligus dengki melihat Kancelo bersinar di Turin. Sebab bersama si Nyonya Tualah Cancelo justru berhasil meraih gelar Scudeto. Musim kesuksesan Cancelo di Turin telah ia raih. Namun jauh Cancelo menapaku dengan penuh ketidakpastian. Manajemen Juventus sedang dilanda krisis. Mereka sedang berupaya menyeimbangkan neraca keuangan. Akibatnya beberapa pemain terpaksa

dikorbankan termasuk Cancelo. Itulah mengapa Cancelo akhirnya dikirim ke Manchester City yang menjadi bagian dari tukar tambah dengan back the citizens dan Nilo. Iya, apa boleh buat? Cancelo harus terima keputusan pahit itu. Tapi bagi Cancelo, perjalanan hijrah ke Inggris adalah suatu tantangan baru. Di sana ia akan menimba ilmu dari maestro taktik bernama Pep Guardiola. Benar saja, ilmu yang didapatkan Selo selama di Itihad benar-benar membuatnya makin gacor. Sebagai salah satu bek sayap terbaik dunia yang spesial, ia berhasil

disulap oleh Pep menjadi inverted fullback. Sebuah inovasi posisi yang membuat nama Cancelo mulai dikenal sebagai pemain cerdas dengan kemampuan serba bisa. Gelar demi gelar berhasil ia raih bersama The Citizens, termasuk gelar prestisius yang diidam-idamkan selama hidupnya, yakni Liga Champions. Selain soal gelar, ada satu hal yang membuatkan Selo puas selama berada di Etihad. Momen itu terjadi ketika ia diberi karpet merah untuk memakai nomor punggung tuuh. Diceritakan oleh website resmi Manchester City, nomor itu adalah

nomor favorit mendiang sang ibunda. Bagi Cancelo, itu adalah nomor keberuntungan. Cancelo memang pernah memakainya saat di Valencia dan Inter Milan. Tapi pada saat itu ia gagal mempersembahkan gelar. Banyak sudah cerita indah Cancelo di Etihad, tapi mirisnya pengabdian tulusnya ini justru diakhiri dengan kesan buruk. Pelatih yang membuatnya bersinar. Pep Guardiola justru terlibat perselisihan keras dengannya. Cancelo marah ketika ia terus diganti dan dicadangkan oleh Pep. Di sisi lain, Pep justru menganggap Cancelo sebagai pemain

bandel dan susah diatur. Amarah Cancelo pun lama-lama membuncah. Dirinya terus berani menentang Pep di berbagai sesi latihan. Cancelo bahkan sampai menyebut bahwa semua yang dikatakan Pep adalah kebohongan besar. Alhasil, dengan sikapnya itu kan harus menerima resiko berat yakni terus duduk di bangku cadangan. Akibat konflik berkepanjangan tersebut, manajemen The Citizens tidak tinggal diam. Mereka berupaya mencari solusi. Talenta Cancelo yang tak lagi terpakai di Etihad ini lalu dijajahkan ke klub

Maksimal Menang Sekali Buat Mengadakan Sejarah Paling Kuat! Skenario Persib Hattrick Menang Lagi

lain. Termasuk saat Kancelo harus menerima kenyataan dipinjamkan ke Bayern Munchan. Saat pertama kali hijrah ke Jerman bersama Bayern Munchen, Cancelo merasa mendapat angin segar. Pelatih Julian Gelsman sudah berbicara langsung padanya untuk bisa berkolaborasi membawa The Bavarian meraih berbagai gelar. Bagi Cancelo, ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan pada Pep dan City bahwa dirinya tak patut dibuang. Tapi harapan itu ternyata tak mudah untuk diwujudkan. Pelatih yang mempercayainya itu justru didpak di tengah jalan.

Perubahan pun mulai terjadi padanya saat Thomas Tuhel pegang kendali di Roten. Cancelo mulai kerap diparkir di bench. Alasan Tuhel mencadangkan Cancelo karena soal selera dan penyesuaian taktik. Tuhel lebih memprioritaskan Alfonso Davis yang sudah sembuh dari cedera karena dinilai memiliki kemampuan lebih komplit daripada Cancelo. Itulah mengapa Cancelo jadi kurang terkesan dengan TEL. Cancelo merasa tidak puas meskipun di akhir musim ia meraih gelar Bundesliga. Ya, gelar itu hamba rasanya bagi

Cancelo. Apalagi di akhir musim nasibnya juga tak menentu. Dirot tak berencana mempermanenkan Cancelo. Selain alasan ketidakcocokan dengan TEL, manajemen di Rotten juga tidak mau berjudi menebus biaya mahal yang diminta The Citizens sebesar 40 juta euro. Cancelo mau tidak mau harus menerima nasib kembali ke Etihat. Tapi selama masih ada Pep, karir Kancelo pasti tidak akan mulus. Tidak ada kata maaf atau damai dari keduanya. Itulah yang membuat situasinya serba menggantung bagi Cancelo. Di satu sisi

ia tak mau lagi bertemu Pep. Tapi di sisi lain belum ada klub yang menawarnya. Sampai pada akhirnya pada 2024 ada klub sultan dari Timur Tengah yang datang meminangnya. Alhilal dengan segepok uang datang dengan tawaran menggiurkan sebesar 25 jutao. Tak hanya itu, gaji yang ditawarkan padanya juga cukup tinggi, yakni sekitar 16 jutao per musim. Mereka juga berani mengikat kan selo dengan durasi kontrak jangka panjang hingga 2027. Hijrah menikmati atmosfer sepak bola Asia adalah pengalaman yang serba baru

baginya. Kanelo merasa sudah terlalu jenuh bergelut di kerasnya sepak bola Eropa. Di Arab Saudi, ia ingin karirnya kembali pulih dan bisa hidup dengan lebih nyaman. Tapi seiring berjalannya waktu, justru kenyamanan yang diimpikan Cancelo itu tak kunjung hadir. Bayangkan, alih-alih bisa kembali gacor dan meraih berbagai gelar, Cancelo justru kembali mengalami perlakuan yang tak mengenakkan. Cancelo ini ibarat seperti tenaga kerja Indonesia yang sering ditipu gaji tinggi untuk kerja di Arab Saudi. Pada musim 2025-2026,

Cancelo merasa dikhianati oleh manajemen Alhilal. Awalnya ia dijanjikan akan didaftarkan dalam skuad yang berlaga di Saudi Pro League. Tetapi pada akhirnya hal tersebut tidak terjadi. Dalam wawancaranya bersama Daen, Cancelo mengaku sangat kecewa dengan sikap klub. Ia mengatakan pihak alhilal membohonginya. Di sisi lain, sikap pelatih baru Alhilal Simone Inzagi juga tidak bisa dikesampingkan. Karena alasan strategi dan kebugaran alenator asal Italia itu enggan memakai lagi jasa Cancelo. Hal itu membuat Cancelo hanya

dimainkan selama enam kali saja musim ini. Nasib Cancelo pun terkatung-katung kembali. Ia tak tahu harus ke mana lagi menjajakan talentanya. Di sisi lain yang ada dalam benaknya hanyalah pergi dari tim yang sudah tega menipunya ini. Sampai pada akhirnya menemukan takdirnya di Katalunya. Barcelona asuhan Hansiflik datang membawa pulang Cancelo sebagai pemain pinjaman. Bagi Hansif Flick sangat disayangkan talenta seperti Cancelo ditelantarkan begitu saja. Salah satu alasan kenapa Hansif Flick kepincut

padanya adalah kemampuannya yang fair style. Di sisi lain, Flick juga sedang butuh kedalaman di sektor lini belakang ketika ditinggal cedera banyak pemainnya. Sementara menurut Cancelo bergabung kembali bersama Barcelona ibarat cinta lama bersemi kembali di Gemnu. Ia meluapkan nostalgianya. Ia mengenang masa-masa berjuang keras di bawah asuhan Safi Hernandez. Cancelo merasa ada misi yang belum kesampaian saat itu, yakni meraih gelar bersama blau gerana. Hari demi hari, Cancelo justru makin menemukan kenyamanan bersama Hans Flick.

Kenyamanan yang tidak bisa ia dapatkan ketika di Alhilal. Kemampuannya sebagai bek sayap liar kembali terlihat. Itulah mengapa Flick terus mempercayainya sebagai bek kiri. Meski Alejandro Baldi sudah pulih dari cedera. Lihatlah beberapa aksinya. Ia kerap jadi penentu kemenangan tim seperti asisnya ke Ronald Araho saat menang melawan Rayo Fayekano hingga penetrasi aduhainya yang berbuah gol dari Robert Lewandowski saat mengalahkan Atletico Madrid. Selain performa di lapangan, FIK ini ibarat sosok pelatih yang bisa menjinakan sisi

liar Cancelo. Hans Flick pernah tertangkap kamera berhasil melerai dan menenangkan Cancelo di akhir laga saat melawan Atletico Madrid. Saat itu sang pemain yang sudah mengantongi kartu kuning hendak meluapkan amarahnya kepada wasit. Sungguh beruntung menjadi Selo. Perjalanan singkatnya bersama Barcelona sebagai pemain pinjaman dikelilingi berbagai hal indah. Dari mulai kesempatan, kenyamanan hingga akhir dengan catatan sejarah. Di akhir musim, Cancelo berhasil meraih gelar La Liga pertamanya bersama Barcelona. Gelar yang

melengkapinya sebagai pesepak bola langka di dunia. Tidak ada pemain lain di belahan dunia manaun yang bisa menandingi pencapaiannya. Cristiano Ronaldo hingga Lionel Messi saja tak sanggup meraih lima gelar liga di lima klub berbeda. Pencapaian Cancelo ini tentu tak lepas dari sebuah proses panjang. Bagaimanapun, ia ditempa menjadi pengembara tangguh yang berhasil keluar dari lubang masalah seberat apapun. Kita semua sepertinya harus meniru mentalitasnya sebagai pejuang. Dikorbankan dia diam, dibuang pun ia

diam, sampai ditipu pun dia masih diam. Hebatnya, ia hanya membalasnya dengan sebuah prestasi, bukan dengan benci. Sejarah dunia yang ditorehkan hari ini juga spesial. ia persembahkan bagi sang ibu. Ia tak henti-hentinya melakukan selebrasi ikonik mengacungkan jarinya ke langit. Meski ia belum bisa memakai nomor tujuh kesukaan ibunda di Barcelona, tapi pencapaian ini sudah lebih dari cukup untuk membuat ibunya tersenyum di surga sana.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *