dua juga berit. Halo, selamat pagi. Poin of kali ini akan ngobrol-ngobrol santai dengan salah satu menteri. Ini hitungannya menteri baru karena sebelumnya sebenarnya sudah ada, tapi kali ini kan dipisahkan menjadi satu kementerian sendiri. Kita pengin ngobrol apa sih sebenarnya tugas-tugas yang diberikan oleh Pak Presiden kepada Pak Menteri di bidang ekonomi kreatif. Sudah ada di sebelah saya ini Pak Menterinya, Pak Taukum. Mas, alhamdulillah baik, sehat. Harus selalu sehat ya kalau jadi harus dong, harus semangat.
Harus semangat. Kebetulan ini tuh jadwalnya padat banget, Pak Menteri. Itu baru ketemu sekarang. Jadi, apa sih kesibukannya? Iya, waduh banyak banget, Mas. Karena di Indonesia ini ekonomi kreatif lagi berkembang pesat, terutama di generasi Jenzy, generasi Mas Jati kan itu ya. Oh, padahal enggak. Tapi ya jeni dan milenial lah begitu. Jadi luar biasa. Jadi tentu Bapak Presiden melihat potensi yang luar biasa dari anak muda dan menitipkan memberikan amanah ke saya bagaimana ini harus diorkestrasi. H
tidak hanya menjadi tetapi bisa dikomersialisasi. Oke. Tentu keuntungannya juga untuk pertumbuhan ekonomi, untuk tenaga kerja, untuk ekspor, untuk investasi di Indonesia. Anak-anak sekarang emang gitu ya, kayaknya agak-agak malas kalau harus kantoran banget gitu ya. Iya. Pertama dia ingin bekerja sesuai dengan passion-nya, dengan hobinya. Benar. Passion banget gitu. Iya kan? Yang kedua, dia tidak mau bekerja dalam sistem yang kaku, jam kerja yang kaku. Harus bangun jam . Pulang jam .00, itu enggak
harus fleksibel secara waktu. Nah, yang ketiga mereka ingin penghasilannya juga lebih besar bahkan kalau bisa berkali lipat dari UMR di daerahnya. Di zaman sekarang ini dengan adanya digital itu memungkinkan, tetapi kan tentu perlu ketekunan, perlu pendampingan. Nah, di sinilah juga peran pemerintah bagaimana ee ee apa lapangan kerja yang diminati oleh banyak anak muda ini juga bisa terus didorong supaya semakin berkualitas dan yang paling penting sustain. Kadang untuk sustain itu kan butuh skill tambahan,
betul, kadang butuh akses pendanaan modal. Kemudian juga butuh akses pasar didampingi supaya akses pasarnya makin luas. He tidak hanya di kabupatennya saja, tetapi bagaimana mungkin bisa naik ke tingkat pasar nasional bahkan kalau bagus sekali bisa ke pasar global. Termasuk juga yang paling penting adalah untuk masalah kekayaan intelektualnya. Bagaimana itu harus disertifikasi biar enggak dibajak orang. Betul banget. Itu juga banyak suka lupa. I i Pak sejujurnya susah enggak sih ngurusin kementerian ini? Karena kan yang
dihadapin anak-anak muda, Genzy, milenial yang kreativitasnya luar biasa, yang enggak mau diatur tanda kutip ya. Maksudnya bukan diatur pasti mereka tuh kenang bebas pengin kreatif gitu. Susah enggak sih ngel? Enggak. Kalau saya sih lihatnya seru ya, bukan susah. Seru karena mereka kan pertama kreatif, kedua energic. Heeh. Terus juga resilience. Mereka juga semangatnya tuh juga luar biasa. Nah, tinggal memang harus terus ee didampingi, diberi semangat, diberi kesempatan sehingga ini juga apa namanya
bisa membanggakanlah tidak hanya untuk diri mereka tetapi juga untuk bangsa dan negara gitu. Oh, oke. Tapi ada kayak semacam target-target gitu enggak sih, Pak? Kalau ada kementerian ini kan ada raportnya yang dilihat presiden tiap tahun. Iya. I I Ben kalau istilah birokrasinya tuh KPI-nya atau apa jadinya yang harus KPI yang harus diraih oleh Kemen Aircraft ini apa ada empat. Yang pertama adalah investasi ya, kontribusi terhadap investasi dari sektor aircraf. Investasi dari luar negeri untuk masuk ke sektor aircraf.
Oh, ngurus itu juga. Iya. Wow. Nah, yang kedua adalah ekspor sektor aircraf harus semakin besar. Oh, oke. Begitu. Nah, kemudian yang ketiga adalah tenaga kerjaf juga harus bertambah tapi juga harus berkualitas. Tidak hanya bertambah aja jumlahnya. Nah, yang keempat adalah kontribusinya terhadap PDB. nasional. Oh, itu sudah pasti ya. Jadi enggak cuman ee nyedot FPBN tapi juga harus ada pengembalikannya juga. Nah, yang menarik Mas Jati data yang 2025 yang kami dapat dari BPS target yang diberikan untuk investasi
sektor ekraft itu berkontribusi sekitar 130% dari target. Jadi, melampaui gitu. Artinya investasi dari luar yang masuk ke Indonesia 9,5% sekarang ke sektor ekraft. Oh, berarti kepercayaan kalangan bisnis internasional terhadap sektorraft itu sudah semakin besar. He. Yang kedua, ekspor juga ada tuh targetnya 26 miliar US Dar itu 120% kami mencapai target sektor ini. Nah, kalau tenaga kerja juga itu 107% dari target hari ini sudah 27,4 juta orang bekerja di sektor ini. Oke. Nah, kontribusi terhadap PDB yang
menarik ketika rata-rata nasional di sekitar 5%-an, dia 1,5% di atasnya artinya laju pertumbuhannya. Artinya insyaallah ini juga bisa semakin tinggi kontribusinya terhadap PDB nasional. Boleh minum dulu ya? Iya. Monggo. Ngopi adalah salah andalanah untuk di tengah-tengah pekerjaan yang begitu banyak? Iya. Iya. D harus ngopi ya. Itu baterai untuk doping. Doping ini doping. Apa apa sukaannya Pak Menteri? Ya kopi Aceh, kopi Gayo itu juga favoritnya karena asal ya. Balik ke pertanyaan saya tadi orang-orang kreator-kreator ini tuh kan
informal. ada kerentan bahwa tadi jadi mereka bisa jadi enggak akan bertahan lama itu seperti apa e yang diupayakan oleh kementerian pertama pekerja informal ini kan ee ada dua satu yang karena situasi dia terpaksa menjadi informal tapi karena ada juga yang informal ini karena pilihan memang sekarang ee pekerja informal ini jumlahnya cukup banyak. Nah, untuk itulah arahan Bapak Presiden juga bagaimana kementerian ini bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak karena kementerian tidak bisa bekerja
sendiri, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Bagaimana kita mengaktivasi kreatif-kreative hub gitu supaya bisa menjadi tempat para pekerja informal juga bisa bekerja di situ atau mencari ee akses di situ dengan fasilitas tentunya. Nah, inilah yang kita lihat pekerja informal juga semakin banyak. Selain tadi mungkin karena situasi, nah di sini pekerja informal ini memang perlu ee juga diberikan dukungan karena pekerja informal ini juga banyak yang di sektor ekraft ya itu juga banyak yang penghasilannya juga e di atas UMR
begitu. Salah satu yang penting itu kan misalnya fasilitas kesehatan mereka. Nah, kementerian ini juga sudah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. bagaimana pekerja informal ini juga bisa mendapatkan ee fasilitas ee BPJS. Yang kedua ya tentu akses pendanaan. Kita juga bicara dengan Kementerian Keuangan, Perekonomian nih. Bagaimana nih para kreator-kreator IP Indonesia ini juga bisa dapat dong modal? Kita kan pernah dengar KUR kredit usaha rakyat untuk UMKM. Heeh. He. Nah, bagaimana mereka juga punya KUR
untuk industri kreatif berbasis kekayaan intelektual yang sudah punya kekayaan intelektualnya sudah disertifikasi di Kementerian Hukum bisa menjadi salah satu atau tambahan e agunan ke bank begitu. Karena para kreator-kreator ini ketika datang ke bank diminta agunan aset di agunan gedung mereka akan bilang aset aset saya di otak saya sama di laptop saya atau di komputer sayatifikasikan. Jadi memang belum bisa jadi agunan utama, tetapi bisa menjadi agunan pendukung. Jadi memang sebagai Kementerian Baru ini kita
juga harus membangun fondasinya. Oh iya ya. Jadi tidak hanya hadir ke acara-acara tetapi fondasi sehingga dengan regulasi yang baik mendukung berkembangnya ekosistem ini, industri kreatif Indonesia semakin besar. Mungkin Bapak, Ibu yang di luar sana anak-anaknya ada yang pengin enggak pengin kerja kantoran, enggak usah khawatir. Ternyata di sektor ekonomi kreatif sudah diset dengan sedemikian rupa sehingga secure lah ya untuk dijadikan pilihan hidup kita. Iya. Ini masih terus kita bangun gitu. Bagaimana ekosistemnya juga bisa semakin
sehat, semakin baik, dan juga mendukung untuk apabila mereka pilihan ee wirausahanya atau pekerjaannya di bidang ini juga bisa lebih mapan dan juga bisa lebih mudahlah ke depannya. Begitu. Ini hari ada kegiatan apa kalau enggak salah ada acara katanya. Iya. Jadi hari ini saya akan melakukan grand launching untuk eh WCCE. WCCE itu adalah world eh conference on creative economy. Jadi conferensi creative ekonomi yang paling besar di dunia. Nah, Indonesia akan menjadi tuan rumah. Oh, kita tuan rumah di tahun ini.
Di di tahun ini di bulan Oktober tanggal 21 sampai 23. Karena pesertanya ini juga akan sekitar insyaallah sekitar 80 negara. Oh. Dan WCCE ini IP event milik Indonesia. Inisiasi inisiasinya Indonesia kita dilakukan 2 tahun sekali. Tetapi karena kita yang bikin, kita bikinnya adalah setiap tahun ada di Indonesia tahun ber 2 tahun berikut di luar negeri terus kembali ke Indonesia. Kan tentunya kalau dilihat dari sepintas namanya untuk saling memperkenalkan, saling sharing gitu ya untuk ekonomi kre.
Jadi, jadi nanti ee stakeholder ekonomi kreatif dunia tidak hanya dari unsur pemerintah, tapi akademisi, pegiatnya langsung, pebisnisnya, mungkin financing IP-nya gitu ya. ini bersama-sama kita duduk, kita rumuskan kira-kira apa yang di Jakarta ini kita mau jadikan inisiatif. Nanti pada sidang PBB tahun 2027 kita akan masukkan itu ke di dalam sidang PBB dibantu Kemlu nanti didukung oleh negara-negara yang sudah sama-sama nyusun sama kita di sini. Kita jadikan resolusi PBB untuk ee kebijakan atau
semacam dukungan terhadap e ekosistem ekonomi kreatif global. Pak Presiden Prabowo mungkin salah satu yang ee berpikir masa depan karena enggak belum banyak negara yang ee membuat Kementerian Kusus Ekonomi Kreatif. Padahal ini sesuatu yang besar. Nah, ini juga membuat juga negara-negara di dunia melihat, “Wah, Indonesia one step ahead nih.” Nah, ini juga terus kita ingin agar Indonesia ini juga dalam peta ekonomi kreatif global selalu ada sebagai salah satu leadernya lah di situ. Oke, tadi sudah lihat kesibukannya Pak
Rifkin di ikut tadi kan? Iya. Rameai ya acaranya. Tapi ini adalah kantor ekran. Oh iya, ini kantor keren banget. Kantor kementerian ini baru ngelihat ini loh kantor kementerian pakainya gitu. Ini apa ini? Ini sebetulnya dari ee waktu 17 Agustus yang lalu Heeh. kita ee dapat ee apa namanya? Pemberianlah dari eh eh Museum of Toys. Museum of Toys. Dia ini dari kain-kain bekas, kain percah terus dibikin ini terus ya dikasih untuk untuk pajangan lah gitu. Ini makanya ini belang-belang gitu karena emangnya dari
kain percede ini kreativitas juga kan kreativitas anak bangsa ini. Tapi kan ada juga yang apa namanya? Kopi-kopi lokal gitu. Jadi untuk tamu-tamu juga ee apa namanya? Bisa merasakan kopi-kopi lokal gitu. Wah, buat ini kopinya kopi Indonesia. Kopi Indonesia. Kopi Indonesia. Wah, enak harus untuk disable juga kita juga juga kita siapin kalau misalnya nanti ini kan ada tamu-tamu yang perlu ini sudah dari sejak kapan ada di ini kalau enggak salah di gedung tertinggi di Jakarta ya ini. Iya makanya padahal saya rada takut
ketinggian juga makanya enggak berani yang tinggi-tinggi ni agak ngeri sih kalau liir ke sana pemandangannya wah tinggi banget dari sini ya ternyata sampai 109 lantai tapi saya enggak berani tinggi. Jadi ya di tiga lantai 30-an aja. 30-an aja ya. Oh sepertiga dari keseluruhan. Ini adalah ruang untuk kerja. Iya. Jadi di sini kawasan dari tempat kerja tim kita di sini yang di bawah busesmen kayak kantor-kantor ini ya apa startupstart gitu ya. Iya kayak kantor media juga kayak iya benar benaren. Kayaknya enggak
seragaman emang tidak di diwajibkan seragam kan supaya kreativitasnya juga lebih. Ini ada hari-hari yang pakai seragam. Heeh. Tapi ee sebagian besar mereka pakaian bebas. Oh. Karena kita dari hampir 700-an pegawai kita itu 80%-an itu genzy sama milenial. Serius? Iya. Anak-anak muda kan. Oh iya ya. Jadi supaya kreativitasnya juga semakin terbuka gitu kan. Penasaran pengin membuktikan dulu seperti apa kreativitas dari teman-teman di ekos ngobrol dulu. Sesmen kita aja coba intip ruangannya kayak gimana coba. Iya.
Oh. Oke, coba coba sini sini sini. Ini ruangan dindingnya warna ungu dan ruangannya enggak besar-besar. Di sini semua ruangan ya keren ya. Mejanya pun juga ee modelannya enggak kayak model meja kerja banget gitu. Iya. Oh, ini Sesmen di sini. Ruangan Sesmen. Warnanya kan kayak warna-warna di salon gitu kan. Ee kalau misalkan saya kerja di sini boleh minta warna gak ya? K warnanya warna sawan banget. Permisi. Mbak siapa, Mbak? Dengan Virg. Iya. Ee karyawan dari udah dari sejak kapan? Ee udah 7 tahun ya dari sebelumnya.
Heeh. Kamu kelahiran tahun 97. Aduh 97 mundur mundur 97. Kenapa pengin masuk ke kementerian eksi? Kalau aku ya itu dia bagian kayaknya ini kan part of creative ya. Jadi aku bisa mengeluarkan sisi kreativitas aku sendiri sih gitu. apa sih yang sudah dikeluarkan sisi kreatifnya si ee kebetulan kan kalau di bagian aku kan ee ada mengelola biro humas eh di humasnya ya maksudnya mulai dari media sosial terus habis itu itu kan part of kreativitas ya kan yang bisa misalnya ada ee kita bikin sebuah program-program
yang memang kreatif banget. Nah, itu kita bisa mengeluarkan ide-ide kita yang mungkin ee bisa kita salurkan di program-programnya ee Kementerian Ekonomi Kreatif berdasarkan program dan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pak Tengku gitu. Oh, gitu. Oke deh kalau terima kasih. Iya, Jumbo. Iya, Jumbo ini kan ee karya dari Visinema. Heeh. dan ee kami terus juga mendorong ee agar tidak hanya filmnya tapi juga IP derivatifnya itu juga ee bisa ee dikembangkan. Jadi ini misalnya sudah masuk ke buku, buku tulis, buku gambar
ya kan juga lain-lain. Jadi kaosnya jumbo jumbo. Jadi memang ee itulah yang kita harapkan ya ee produser-produser film seperti V Cinema ini kan kreatif sekali. Tidak berhenti hanya di filmnya saja, tapi mereka juga sangat eager juga untuk mengembangkan ke IP-IP lainnya. Itu kan kayak kita tahu kayak ee ee Spider-Man, Batman, Harry Potter, e Pokemon. Mereka kan juga enggak berhenti juga dengan ee dengan ee produk kreatif yang pertama, tapi kan turunannya bisa macam-macam. Prodction figure. Iya. Sampai ke toys-nya nanti sampai ke
games-nya. Bahkan ini ada grand mas essentialnya ini. Ini kolaborasi mereka kayaknya. He kolaborasi alat masak loh. Oh emang emang. Nah itu yang kita harapkan. Kita harapkan IP-IP Indonesia semakin banyak yang bisa kolaborasi dengan lintas subsektornya gitu. Itulah yang menariknya di subsektor ekonomi kreatif ini kan tidak hanya mereka tapi bisa kolaborasi yang musik bisa dengan film, yang film bisa dengan animasi, yang animasi bisa dengan fashion kan begitu. Mereka bisa saling mendukung ekosistemnya.
Jadi enggak cuma untuk merek jumya akhirnya jadi long lasting karena produk-produknya diturunkan di sini. Iya. Jadi ini kan membantu juga yang di fashion, yang di penerbitan, di percetakan juga hidup ya kan. ini yang bikin apa namanya alat masak ini juga industrinya hidup gitu jadi saling mendukung. Kalau zaman dulu kita ini ya apa buku tulis ininya apa Spider-Man atau apa jumbo. Bangga juga emang harus begitu. Nah, kita mendorong juga film-film yang lain yang animasi film animasi yang lain juga untuk kolaborasi juga dengan
pihak-pihak seperti ini begitu. Jadi mungkin kalau belum beruntung pengembalian investasinya dari filmnya, mungkin mereka bisa dapat Oh, benar. Keuntungannya juga dari ee produk-produk kolaborasi yang seperti ini. Bukan karena enggak ada anggaran untuk bikin plafon ya, tapi memang memang modelnya begini. Industrial ya? Iya, memang industrial bukan karena enggak ada anggaran. W ini banyak banget loh ya ee pajangan-pajangan ini-i yang di bawahnya Craf ya. Iya. Wah, ini ada siapa? Siang, Pak. Saya lagi review game, Pak.
Review game. Coba apa, Mas Yoga ini? Eh, jadi ini game Kloniku. Kloniku? I Kuloniku bahasa Jawa. Iya. Kuloniku bahasa Jawa itu artinya berarti saya itu adalah gitu ya. Betul. Jadi konsep game-nya ini e game simulator di mana kita ini ee sebagai tukang bakso. Iya, tukang bakso. Betul. Kita di sini punya restoran kecil. Restoran bakso. Betul, Pak. kita di sini e fokus jualan bakso. Jadi di sini enggak cuma jualan bakso aja, kita juga e ada interaksi dengan teman-teman kita di daerah sini. Kita juga bahkan bisa ikut kompetisi
memasak di game ini. Jadi dia ini ee tukang bakso tapi di sebuah ruko kecil. Jadi tamu datang pesan. Nah, dia harus cepat juga untuk ee melayani, membuatnyaopernya Gambir Studio. Gambir Studio. Jadi mereka punya mokapnya mereka punya mokapnya tahun lalu. Kemudian ee salah satu tugas kementerian ini kan bawa tugas kementerian ini kan bawa IP ini ke itu ada sekitar jadi waktu itu ada game 15 Indonesia game developer Indonesia yang sudah bagusnya sudah bagus demo-demonya mereka juga punya pengalaman dari punya pengalaman
sebelumnya game-game kitaasi bersama pendekan bersama DKA luar negeri kita hadir kemudian bawa Kita hadir bahwa mereka paling besar dibu paling besar di dunia games di Jerman. Oh, di Gamescom itu kita buka Indonesia di situ mereka ada di bidang jadi untuk para investor untuk para investor dunia setiap tahun seluruh dunia datang ke situ untuk yang mereka mau developer yang mereka mau invest bertemulah investor investor itu kemudian mulai dari kemudian mulai dari apa akhir tahun lalu mereka akhir tahun lalu mereka
akhirnya dapat dananya mereka dapat dananya mereka dapat kalau engak salah Kalau saya tanggal kalau enggak salah saya tanggal 7 begitu dirilis 2 minggu yang minggu yang download itu hampir yang download itu sekitar hampir000 sekitar hampir000 dari seluruh dunia mayoritas mayoritas itu dari Amerika Brazil Cina Indonesia dan Thailand itu yang Indonesia dan Thailand itu yang bignya seperti itu bignya seperti ituanya terus dari investor dari kali investor dari kalian sudah kembali seminggu setelah seminggu setelah kembali
itu kembali invest sekarang mereka jadi sekarang mereka ee sambil mendapatkan ee apa mendapatkan baru mereka terus baru mereka terus lagi juga untuk supaya menariklah begitu mereka menarik mereka bisa menghasilkan berapa nilai tahu tapi katanya rahasia tahu tapi katanya rahasia biar kayak gimana nih mainnya coba bisakah Eh, ini apa ini? Ini ada pesanan. Betul. Nama pesanannya di sini Zesty Noodles. Zesty Noodles. Oke, lanjut. Kebetulan di sini juga ee ada berbagai macam bahasa sih. Jadi untuk kalau
teman-teman dari luar negeri itu misalnya dari Brazil seperti atau ee dari Thailand itu ada bahasanya Thailand juga, ada bahasa Spanyol juga, Jerman, Mandarin. Ee ada delapan di sini. Delapan bahasa. Betul. Kebetulan saya lagi pakai bahasa Inggris di sini. Bahasa Aceh enggak ada ya? Mungkin belum, Pak. Tapi di sini menariknya kita juga memperkenalkan makanan Indonesia ke global kan. Ah, that’s why bakso. Iya. Jadi di sini juga peran untuk culture Indonesia, kebudayaan Indonesia, kuliner Indonesia. Nah, jadi kementerian
ini juga mendorong game-game developer ini juga memasukkan unsur Indonesianya. Wah. Supaya semakin dikenal gitu kan. Boleh enggak sih, Mas? Cobain, Mas. Boleh, Mas. Mau coba coba ya, Pak. Saya bukan gamer soalnya Pak Menteri tapi gampang kok. Nanti kalau misalnya bagus, dia akan happy banget. Oh, L. Coba lihat tipsnya. Lihat tipsnya. Tipsnya nanti kita bagi dua. Buat para gamers di luar sana jangan sedih. Harus terus kreatif karena ternyata bisa menghasilkan kayak gini. Dan banyak sebetulnya sekarang yang
games-game studio kita sudah mendunia. Uh, banyaklah. Banyak banget. Iya. Bahkan kan mereka juga punya asosiasinya agi namanya. Asosiasi Games Indonesia. Asosia G Asosiasi Games Indonesia. Iya. Mereka mewadahi banyak ee game-game studio. Keren, keren, keren, keren, keren. Mas Joga, thank you ya. K pengin tahu ini kan suasanya seru banget. Kalau ruang kerjanya Menteri kayak apa ya? Ayo kita lihat. Oke, kita lihat yuk. Oke, ini adalah ruangan kerjanya, Pak. Silakan ya. Enggak, enggak besar tapi ya
untuk kerja cukup. Cup. Ngomong-ngomong soal kerjaan itu tadi agak-agak sedikit dejafu ketika kita lewat lobi tadi. Heeh. waktu itu pernah ee con sama Amsal Situk. Oh iya, itu kan cukup mencengangkan ya, Pak Menteri. Kalau enggak salah sempat ada pernyataan menyiapkan panduan panduan kreatif untuk jasa kreatif sampai mana itu? Kami kan terus berkomunikasi dengan berbagai asosiasi karena asosiasi videografer, fotografer dan lain-lain itu kan cukup banyak ya. masukan dari mereka ini juga mohon panduan kita juga
jangan mengunci hasil kreativitas itu dengan harga tertentu. Karena yang seniors senior kan bilang bahwa aduh kalau dikunci harganya ee terlalu murah nanti kami gimana yang udah udah puluhan tahun di sini kan atau belasan tahun. Terus kalau yang junior juga aduh kalau terlalu tinggi tinggi nanti kliennya expectnya gimana kok misalnya kapabilitas gimana belum yang kerjaan kalau di indoor sama outdoor kan juga beda tingkat kesulitannya perlengkapannya begitu belum yang di kota besar di daerah tapi yang
dipentingkan semangatnya adalah bahwa pemahaman dari seluruh pihak bahwa ee jasa kreatif itu beda dengan jasa atau ee tidak bisa disamakan dengan barang berbentuk fisik. Betul. Karena kreativitas itu kan intangible, enggak bisa dilihat begitu. Nah, inilah yang sedang kami susun dan yang paling penting adalah bahwa pemahaman dari pemda karena inspektur atau auditor daerah itu biar jangan salah paham menghitungnya itu seperti meja kursi ini begitu atau juga dengan para penegak hukum. Nah, ini yang terus kami ee sedang
bicara dengan stakeholder. Apakah itu ke Mendagri untuk disampaikan ke pemda-pemda, apakah itu ke Kejaksaan Agung supaya disampaikan ke para jaksa-jaksa di daerah? Pada tahu ya itu sedang kami susun. Nah, tapi ketika itu ditarik ke dalam sektor ekonomi untuk dinilai kan pasti tetap akan ada ukuran untuk pemberian Ve. Nah, itu gimana menemuin titik temu satu hal yang agak susah diukur tapi di sisi ekonomis kudu diukur. Makanya kita sedang diskusi ya secara intens apakah itu diserahkan ke pemda masing-masing dalam mengukurnya
menjadi kesepakatan begitu ee atau bagaimana begitu. Sebetulnya memang enggak itu kan antara demand and supply kan melihatnya, mengapresiasinya seperti apa ya. Sangat berbedalah cara melihatnya. Nah, ini yang kita coba bikin koridornya bagaimana sehingga apresiasi terhadap hasil kreativitas. Yang penting kan jangan nol rupiah itu yang enggak benar. Jangan benar. Jangan dong bisa marah-marah nih Bapak-bapak di belakang kamera gitu kan. Nah, itu gimana caranya menjaga buat teman-teman yang ada di
dunia kreatif, di industri kreatif ini bisa tetap aman. karena sempat muncul waktu itu ramai ee Pak Menteri itu dibilangnya udah jangan ngambil proyek pemerintah. Oke. Jadi sebetulnya kalau bisa ini para pegiatraf juga mempunyai wadah bergabunglah ke salah satu asosiasi yang sesuai dengan profesi mereka. Asosiasi. Terus yang kedua diraf sendiri itu sebetulnya ada kanal namanya ppid.craft.go.id. Heeh. Nah, di situ kita mau menanyakan informasi atau ada situasi tertentu yang butuh pendampingan atau butuh ee informasi itu juga bisa
sebenarnya dilaporkan ke situ. Terlepas nanti kami mungkin oh ini ee kami perlu kolaborasi dengan siapa untuk membantunya itu kan bisa kementerian kan pemerintah bisa melakukan itu begitu. itu bisa diakses secara bisa diakses secara publik karena ini iya kita ada tim sendiri di ruangan sendiri bisa datang bisa ee apa namanya WA bisa email bisa telepon itu ada di situ mudah di sekarang ya kita keliling-keliling dulu ini kantor Pak Menteri. Wah, ini bukan toko mainan ya. Ini kantor. Ini kayak ini kok kayak toko buku ya.
Ini adalah IP-IP. Iya. Ini jadi buku-buku di Indonesia. Jadi kan sebetulnya banyak sekali tulisan-tulisan dari baik itu komik, baik itu novel yang bisa ee dikembangkan. Apakah itu jadi ke film, apakah itu jadi ke animasi, apakah ke games. Indonesia ini kan kaya sekali akan cerita-cerita, baik itu cerita daerah, cerita perjuangan, belum yang legenda. Betul. Belum yang fiction gitu kan, belum yang horor. Nah, iya kan si buta dari gua hantu itu kan cerita waktu dulu ini mungkin belum lahir. Saya kecil sudah ada cerita
si buta gua hantu moon mas in wonderland ya itu juga ee lagi ini yang nulis ini juga lagi membuat filmnya. Oh iya sekarang juga banyak yang bikin IP-IP karakter. Dulu kan kita tahunya superhero dari e Marvel. Iya. Kalau mungkin mereka sudah bikin IP karakter yang cocok, mungkin bisa ketemu penulis, kemudian ketemu sama produser film, terus ketemu sama investor. Bisa aja itu kolaborasi kan mereka bisa jadi film-film sangat-sangat ini minyak wangi, minyak wangi lokal karena bahan baku minyak wangi dunia itu kan
juga salah satu yang paling dasar tuh nilam. Nilam. Dan nilam dunia itu mayoritas juga suplainya dari Indonesia. ada dari Kalimantan, ada dari Aceh. Nah, kemudian kan selama ini kan ekspornya kan ekspor bahan mentah. Nah, sekarang kita juga mendorong untuk dihilirisasi juga supaya keluar juga udah produk jadi ya. Ini kan brand juga IP juga apa ee dengan kemasan itu enggak kekayaan intelektual. Iya. Keren ini bukannya logo? Iya. Jadi ini HUD RI. Jadi kementerian ini juga mempunyai tugas selama ini sejak zaman parcraf,
zaman backraft, kemudian PAR Ecraf lagi sekarang Kementerian Khusus Ecraf. He itu juga ee membantu ee pemerintah, membantu Bapak Presiden juga dalam menyeleksi logo-logo HUD RI setiap tahunnya. Jadi kami kementerian bekerja sama dengan ADGI Asosiasi Desain Grafis Indonesia ya. Kemudian ee membuat semacam sayembara begitu. Terus mungkin banyak puluhan yang ikut dikurasi. Mungkin terbaik lima terbaik. Kemudian kita pilih untuk kita kirimkan ke Bapak Presiden. Oh, tetap. Kemudian nanti Bapak Presiden pilih,
nanti kita ceritakan kenapa logonya begini berdasarkan informasi dari desainernya kan. Kenapa begini, filosofinya apa, nanti masing-masing nanti Bapak Presiden pilih baru ditentukan. Oh, prosesnya gitu ya. Jadi yang kita tahu selama ini itu sudah langsung neplok ada di TV, ada di media sosial tuh melalui proses pajar kan yang terakhir kan yang 80 tebal itu kan itu Bapak Presiden Pak Prabowo pilih kan udah bulan apa bulan Mei dikit lagi Agustus ini jalan timnya lagi terus lagi proses juga nanti pada
saatnya kita akan kirim lagi Bapak Presiden untuk dipilih begitu bicara soal IP program-produk ini segala macam yang dekat dengan hal ini adalah soal hak kekayaan intelektual itu. itu kan jadi masalah juga ya Pak Menteri. Banyak orang yang merasa masih tidak aman, tidak secure kan ada Undang-Undang Hak Cipta. Heeh. Nah, cuman Undang-Undang Hak Cipta ini kemarin kan sempat ramai-ramai masalah royalti musik. Walaupun Undang-Undang Hak Cipta itu sebetulnya tidak hanya mengcover royalti musik, tetapi seluruh karya
cipta kan begitu dalam berbagai ee bentuk begitu. Nah, ini juga ee sedang dalam proses revisi di DPR begitu. Jadi buah undang-undang kan mungkin perlu ada ee penyesuaian-penyesuaian karena perubahan zaman sekarang zamannya zaman digital. Iya. Mungkin ee dari pihak apa namanya para musisi pencipta lagu juga ingin agar royalty-nya itu dibaginya real time. Kemudian sistem eh collection-nya juga lebih transparan, lebih akuntabel. Nah, ini juga sedang diatur kembali. Tetapi memang penting sekali kekayaan
intelektual ini, hak cipta ini memang setiap karya. Jadi kalau misalnya ada seorang anak atau seorang dewasa mempunyai hasil kreativitas yang dianggap ini bisa dijadikan ee sesuatu yang komersial itu disarankan untuk segera pergi pergi ke Kementerian Hukum daftarkan daftarkan dulu ee kekayaan intelektualnya yang hakinya itu. Nah, setelah itu baru bagaimana kita mengkomersialisasi. Jadi kalau di sana di Kementerian Hukum untuk pendaftarannya gitu. Kalau di kita ini kan pendampingan untuk ini bagaimana supaya bisa
dikomersialisasi tergantung bentuknya apa gitu. Misalnya bentuknya parfum misalnya gimana parfum ini ee tadinya misalnya ini produksi dari Aceh misalnya pengusaha di Aceh gitu bagaimana ini bisa masuk ke pasar nasional gitu. Nanti yang pasar nasional gimana kita bisa masuk pasar global begitu kira-kira itu bicara soal kreativitas luar biasa ya orang Indonesia itu ternyata kreatif banget kreatif banget pun sampai urusan bajak pembajak juga kreatif benar pembajak-pembajak ini kan terus juga bermunculan tapi di sisi lain kan
kita juga ingin bahwa ini semakin jerah begitu kan memang kan di sini ada ee enggak bukan di Kementerian Ekraf tetapi kami kan bisa mendampingi apakah itu untuk mendapatkan perlindungan hukum Apakah itu untuk ee menggugat gitu kan untuk bagaimana mereka juga bisa memproses secara hukum atau kalau misalkan misalnya contoh film yang dibajak di platform digital misalnya ini kita berkolaborasi dengan KOMDJ kita minta tolong itu tolong di-take down ini karena itu bukan aslinya tapi bajakan atau misalkan buku ebook
itu novelnya atau apanya yang ditampilin situ itu bukan bukan untuk asli ee penulisnya atau ee produser filmnya atau ee e musiknya. Nah, itu yang kita minta take down juga. Tetapi kan mungkin juga belum semua tahu bahwa itu sebetulnya kita bisa fasilitasi untuk ke pihak-pihak terkait juga. Nah, itulah gunanya PPID eh.go.id. Sekarang sudah duduk agak santai kita ngomonginnya yang lain. Enggak ngomongin soal kerjaannya Pak Menteri, tapi kita mau melihat personal. Oh, ini kan kita tahu Pak Menteri ini
dulunya adalah anggota DPR, kemudian Sekjen Partai, sekarang di pemerintahan, di eksekutif. Kalau boleh milih dari tiga itu e DPR, e Sekjen Partai, sama menteri pilih yang mana Pak Menteri? Semuanya ada ee apa namanya? keseruannya sendiri. Oh, iya iya. Di DPR memang kemarin kan sampai kemarin tuh lima kali dilantik 20 tahun kan kita di sana. Kemudian ee Sekjen Partai itu 5 tahun walaupun di partai sudah sekitar ee hampir 25 tahun gitu. Kemudian ee sekarang dieksekutif Heeh. diamanahkan Presiden Prabowo untuk jadi
Menteri Ekonomi Kreatif. Jadi semuanya tuh mempunyai ee tantangan dan keseruannya masing-masing begitu. Tetapi kalau sekarang ini ee kan keseruannya itu adalah kita bertemu dengan berbagai macam komunitas komunitas kreatif. Heeh. anak-anak muda ya, termasuk yang dewasa begitu dengan segala e semangatnya, spiritnya gitu, terus kreativitasnya tapi ada tantangannya. Kita coba ee ngulik, “Aduh bisa enggak ya kita bantu tantangannya gitu. Apa sih masalahnya?” Oh, masalah kami masalah pendanaan atau masalah kami masalah ee
pelatihan atau masalah kami adalah masalah pasarnya. Begitu. Jadi, itu yang ee kita coba ee bantu mencari solusinya gitu. ee apakah kadang-kadang juga kita berpikir, oh jangan-jangan kalau masalah itu bisa kita selesaikan dengan satu regulasi yang meringankan mereka atau insentif itu urusannya yang di daerah-daerah lain walaupun yang ngomong satu orang ini bisa itulah kebijakan kita misalnya begitu. Jadi hal-hal seperti itu yang punya dampak yang lebih luas ya bisa dibilang kayak gitu ya. Iya. Iya. Jadi ee kalau sekarang kan
kalau dulu di DPR kan lebih mengawasi. I kalau sekarang kan kita diberikan kesempatan juga untuk membuat kebijakan-kebijakan ee untuk bisa membantu mereka juga bisa langsung kena ke masyarakat gitu ya. Nah, di partai Demokrat gimana sih kedekatannya Pak Menteri sama Mas AHY? Kan dulu ketua satunya Sekjen pasti komunikasi lancar. Sekarang sama-sama di pemerintah sibuk pastinya ya yang satunya Pak Menkum, satunya ngurusin RRAF. masih berkomunikasi seperti tentu masih berkomunikasi ya kan baik ee kaitannya dengan ee pemerintahan dalam
membantu Pak Presiden Prabowo juga kami juga ee apa namanya juga bertemu mungkin saat-saat mengurus partai. Tetapi kan saat ini saya bukan Sekjen lagi tapi sebagai wakil ketua umum wakilnya Mas AHY lah begitu. Jadi ya ada diskusi-diskusi yang sesuai dengan kapasitas saya kan penugasan ke saya di partai juga gitu. Tapi ya masih ketemu paling tidak 2 minggu sekali lah. 2 minggu sekali itu ngurusin partai ya enggak enggak macam-macam kita. Kalau partainya kan secara day to day-nya udah enggak lagi.
Oh tapi lebih mungkin ada diskusi-diskusi begitu. Oh jadi tidak to akhirnya bisa lebih fokus ke pemerintahan ini. Iya. Iya. Karena kan enggak mungkin juga sebagai menteri, sebagai sekerah-daerah padahal kita ada tugas. Jadi memang kebijakan dari beliau adalah ee kita fokus di apa namanya? Di pemerintahan membantu Pak Prabowo karena kan program-programnya itu kan banyak, kemudian juga yang perlu kita dukung juga banyak gitu kan di sektor ekonomi kreatif ini. Jadi perlu juga kita fokus untuk membantu
masyarakat. Kalau tadi di awal saya bertanya soal pesan dari Pak Presiden terhadap pekerjaan sehari-hari sekarang. Kalau dari Mas Ai pesannya apa nih? kita dipanggil pertama kali sama Presiden Prabowo kan dititipkan adalah sektor ekonomi kreatif terutama juga ee membantu anak-anak muda karena bidang ini kan banyak diminati oleh anak muda. Hari ini kan ada 27,4 juta orang pekerja di ekonomi kreatif ya data dari BPS dan sekitar hampir 60% itu genense dan milenial. Heeh. Nah, Presiden tentu punya konsern
tentang bagaimana genzy sama milenial ini kan juga semakin sejahtera begitu. Nah, di situlah ee setelah saya dikasih sebelum dilantik nih kan sempat dipanggil Mas Aah tanya penugasannya apa sebagai Menteri Ekonomi K. Oke, itu bagus. Dia bilang gitu. Harus kita sukseskan karena juga ke depan ini kan juga generasi muda inilah yang akan membangun Indonesia. Jadi jangan sampai apa yang menjadi hobi dia, apa yang dia minati sekarang itu akan sia-sia. Tidak bisa dimonetize, tidak bisa menghasilkan, tidak bisa menghidupkan
keluarga mereka. Ini yang menjadi tugas kita. Oh, jadi sebenarnya emang langsung tugasnya dari Pak Presiden ya. Bahkan Mas saya pun enggak enggak tahu akan ditempatkan apa segala macam. Iya. Kan di dipanggil satu-satu waktu itu kalau lihat di berita kan satu-satu dipanggil ke Kertanegara kan. Oh. Jadi enggak dilaporkan dulu ke ketua Ketum bahwa saya ee mau nih Pak Rifki ini untuk meg hakatif Presiden tadi kan sudah mengatakan bahwa sehari-hari sudah enggak ngurusin partai. Tapi sang anak nih mulai masuk kayaknya
ke dunia politik. ini apa dorongan atau keinginan pribadi itu seperti apa? Enggak. Jadi kalau anak saya itu kan usianya sudah 27 tahun. Hm. Terus ee dia tuh senang organisasi. Oke. Tapi mungkin juga belum suka terlalu apa namanya hard politik lah begitu atau hardcore lah secara politiknya gitu. Jadi sambil belajar belajar ee buka jaringan terus ee bersama teman-teman yang juga apa namanya ee ingin ee dari berbagai macam latar belakang terutama yang ee bukan banyak juga yang dari bukan ee keluarga politik
begitu ingin ingin mengetahui lebih dalam. Nah, inilah jadi satu wadah yang mereka bentuk dan ee kemarin sudah dilantik oleh Mas Ae kan. Iya. Jadi memang ada keinginan apa gara-gara ngelihat bapaknya tapi enggak kita enggak wajibkan tenang aja silakan gitu nanti by proses kalau memang waktunya siap untuk lebih serius lagi silakan begitu tapi kan memang ada mungkin nanti ke depannya untuk kerja-kerja politik juga karena mungkin juga udah sering lihat bapaknya kayak gimana jadi kayak biasa ya ee partai ini 20 hampir 25 tahun ini 25
tahun ee umur dia sekarang 20 27 27 berarti Kan dari sejak umur 2 tahun sudah kenal ya sebenarnya. Makanya kayaknya sering lihat bapaknya begadang-begadang. Bapaknya begadang ngurusin partai orangurusin orang lain. By the way ini lagi sibuk juga ngurusin mau mantu ya. Insyaallah. Insyaallah. Nah, gimana ada pesan-pesan apa buat ana yang lagi mau mencoba belajar terjun ke politik dan juga mau membina rumah tangga? Pesan seorang ayah dong mungkin kepada anak silakan seperti apa. Iya. Jadi kalau pesan saya sih ke
anak-anak muda ya, terutama anak saya gitu. Pertama kan ee jangan pernah ragu untuk mencoba sesuatu. Hm. Dan yang kedua tuh jangan takut gagal. Oke. Nah, yang ketiga harus konsisten. Hm. Dan baru nanti kita akan merasakan hasilnya. Begitu. Itu prosesnya ya. Proses. Jadi memang prosesnya harus harus dilewati. He gitu ya. cuman dengan mungkin ada masukan dari orang tua mungkin bisa nanya ke mentor begitu atau ke guru gitu kan atau ke senior yang lainnya mudah-mudahan kan ee proses jatuh bangunnya bisa lebih singkat gitu
dibandingkan orang tua atau yang ditanyanya yang mungkin merasakan itu lebih panjang begitu kira-kira itu. Siap sebagai anak muda. C ngaku-ngaku anak muda. Jenzy genzy. Oke, menarik banget ngobrol-ngobrol nih sokong menteri. Semoga selalu sehat dengan segala macam aktivitasnya. Karena ini urusannya sama anak-anak muda. Jadi, energinya harus double ya. Iya. Walaupun kita enggak muda lagi. Enggak kok mesti muda. K. Terima kasih udah boleh ikut dan tadi office tour keren banget. Yang mau main ke sini
boleh ya, Pak. Ya. Boleh. Siapa tahu menambah kreativitas. Itu tadi perbincangan saya dengan Menteri Ekonomi Kreatif. Sampai sini point of view. Sampai jumpa. Sama TV.

Komentar