Kami khawatir tentang sesuatu yang sebenarnya saya tidak peduli, saya tanya kamu, apakah mereka bohong sama saya? Saya nggak peduli soal hilangnya kebenaran kita. Saya tanya kamu, apakah mereka bohong? Dan itu dimulai dengan apa yang terjadi di Iran. Makanya saya juga sudah menyampaikan itu, kita menderita berat di Jerman dan Eropa karena dampaknya. Katanya kamu dari departemen kejahatan perang. Kenapa kamu pesan bom ke sekolah perempuan di Iran? Kenapa kamu lakukan serangan ilegal itu?
membunuh nelayan di Karibia? Kenapa kamu terusin? Di tengah perang AS-Israel lawan Iran yang udah jalan 2 bulan penuh, tekanan internasional ke pemerintahan Presiden Donald Trump makin berat. Kanselir Jerman Frederick Mers secara terbuka ngasih kritik tajem ke keputusan Trump yang mulaiin konflik di Iran. Nah, yang menarik kritik ini muncul pas di Washington Menteri Pertahanan Pitt Hexet yang juga dijuluki Menteri Perang keliatan terpojok di sidang kongres AS. Dia dicecar banyak pertanyaan.
pertanyaan di mana dia bahkan sering dinilai jawab dengan blunder. Salah satunya soal ketidaksinkronan jawaban yang bilang sudah hancurin fasilitas nuklir Iran. Tapi kok masih aja nyerang Iran? Mental Trump juga nggak luput dari pertanyaan di sidang itu. Terus, seperti apa sih sidang itu yang bikin Menteri Pertahanan AS hancur dan gimana update terbaru soal perang AS versus Iran? Berikut rangkuman lengkapnya. Kanselir Jerman, Frederick M, dalam pidatonya yang tersebar luas di media Eropa, ngungkapin keraguan besar.
soal perang Iran. Dia bilang dari awal dia udah ragu kenapa AS sampai memulai konflik ini. Menurut MERS, Jerman dan seluruh Eropa sekarang lagi kena dampak buruk dari perang itu. Apalagi karena gangguan di Selat Thor yang bikin harga energi naik drastis. Ekonomi Jerman yang udah rapuh jadi makin tertekan, dan Merge ngejelasin kalau Eropa gak ikut ambil keputusan soal perang ini, tapi malah harus nanggung biayanya. Sebelumnya, Frederick M juga sempat ngekritik Trump soal Iran yang dianggap pinter dalam negosiasi dan udah bikin malu.
AS. Dia bilang dengan tegas, jelas banget kalau orang Amerika sama sekali gak punya strategi yang jelas dan Iran udah bikin mereka malu. Orang Amerika bener-bener gak punya strategi, sekarang mereka milih jalan sendiri, apalagi karena orang Iran jelas-jelas nego dengan sangat jago. Orang Amerika yang ke sana. Ya, sekali lagi ini kritik paling keras dari kanselir Jerman ke pemerintahan Trump soal Iran sampai sekarang. Bukan cuma soal ekonomi, tapi langsung nuduh AS dipermalukan oleh…
Iran di meja perundingan. Sementara itu di Washington, sidang Komite Layanan Udara DPR pada 29 April 2026 jadi panggung utama di mana Menteri Pertahanan Pit Hexet dihajar habis-habisan oleh pertanyaan tajam dari anggota Kongres. Dalam salah satu momen paling viral, Hexet ngaku kalau fasilitas nuklir Iran sudah hancur total atau obliterated karena serangan AS-Israel. Tapi anggota DPR dari Partai Demokrat, Rap Adam Smith langsung ngejebak dia dengan kontradiksi. Smith tanya, “Kamu bilang kita harus mulai”
Perang ini karena ancaman nuklir Iran yang udah dekat banget atau bakal segera terjadi? Sekarang kamu bilang fasilitasnya udah hancur total. Jadi operasi itu nggak ngasih hasil yang berarti, ya. Dapet pertanyaan itu, Hexe keliatan gelisah. Gerakan tangannya kurang meyakinkan, dan jawabannya malah muter-muter bilang kalau Iran masih punya ambisi nuklir dan lagi bangun pertahanan konvensional berupa ribuan rudal. Terus bikin mereka sampe di titik duduk bareng dan nyerahin semuanya, gitu deh.
Belum pernah punya. Jadi mereka belum, jadi mereka belum hancur. Oke. Kita belum sampai situ karena semua fasilitas nuklir sudah hancur total di bawah tanah. Mereka terkubur dan dijaga 24/7. Jadi kita tahu di mana pun ada bahan nuklir. Sabar sebentar ya. Kita harus mulai perang ini, kamu bilang 60 hari yang lalu, karena senjata nuklir itu ancaman yang sangat dekat. Sekarang kamu bilang itu sudah benar-benar hancur. Mereka belum menyerah dengan ambisi nuklir mereka dan mereka masih punya…
Perisai konvensional dari ribuan operasi tengah malam gak ngasih hasil berarti. Gak cuma itu, pertanyaan lain datang dari rapset Molten yang langsung nanya, “Kita menang perang di Iran gak sih?” Heet jawab tegas, “Pasti menang, dong.” Molt lalu nanya soal penutupan Slator sama Iran, di mana Hexet coba jelasin kalau AS juga ngelakuin blokade balasan, tapi jelas Mult langsung bantah. Jadi mereka blokade kita, kita blokade mereka. Kondisi yang dinilai…
bukan sebuah kemenangan. Jawaban Hexet juga terdengar defensif dan nggak meyakinkan. Menurut kamu, kita menang secara militer di medan perang? Tapi kita menang perang? Pasti. Oke. Jadi, kamu bilang Iran yang nutup jalur perang itu menang? Ya, aku bilang blokade yang kita pegang yang nggak ngizinin apa pun masuk atau keluar dari pelabuhan Iran itu sebenarnya kita yang blokir mereka duluan. Jadi, mereka blokir kita. Puncak dari sidang memalukan itu sendiri adalah saat Converse Woman
Sarah Jacobs, Demokrat dari California, ngajuin pertanyaan langsung yang cukup sensitif. Dia nanya, “Menurut Anda, apakah Presiden Donald Trump cukup stabil secara mental buat jadi commander in chief?” Dia nyebutin postingan Trump di X yang dianggap kasar soal perang Iran, terus ngingetin juga kalo tokoh konservatif kayak Mercury Taylor Klinic, Candis Owens, dan Tucker Carlson pernah meragukan kesehatan mental Trump di masa lalu. Dapet pertanyaan itu, Hexsa gak jawab iya atau enggak secara langsung.
langsung. Dia malah puji Trump sebagai yang paling tajam dan paling paham dari semua panglima yang pernah ada. Joe, sidang-sidang ini bukan cuma drama politik biasa. Ini nunjukin krisis kepercayaan yang makin dalam terhadap kepemimpinan Trump. Partai Demokrat pakai forum kongres buat ngangkat kontradiksi dalam narasi pemerintahan. Di satu sisi klaim menang, tapi di sisi lain ngaku Iran masih jadi ancaman. Sementara itu, kritik dari Jerman nunjukin kalau sekutu tradisional AS mulai bosen.
dengan kebijakan Amerika duluan yang malah bikin mereka rugi. Frederick MS yang dikenal sebagai pemimpin konservatif pro AS sekarang berani ngomong keras karena tekanan ekonomi di negaranya terlalu berat. Ini jadi sinyal kuat kalau Eropa mungkin nggak mau lagi ikut-ikutan bayar buat petualangan militer AS yang nggak jelas hasilnya. Kayak analisis dari foreign policy baru-baru ini. Gak ada yang tahu kapan Selat Hormus bisa dibuka. Meskipun AS selalu ngaku udah ngalahin Iran dengan klaim terbaru yang bilang kalau angkatan laut AS mulai…
melakukan operasi bersih-bersih ranjau sejak 11 April 2026 pakai dua kapal perusak USS Frank E Paterson Jr. dan USS Michael Murphy plus drone bawah air. Tapi Pentagon sendiri ngaku di depan kongres tanggal 21 April 2026 kalau bersih-bersih total bisa makan waktu sampai 6 bulan. Yang lebih penting, operasi besar-besaran ini kemungkinan baru bakal dilakukan setelah perang bener-bener selesai. Artinya AS sebenernya nggak bisa ngelakuin pembersihan kalau perang masih jalan dan Iran nggak ngizinin. Menteri
Pertahanan Pit Hexet cuma bilang, “Kita yakin bisa bersihin rintangan yang kita temuin tepat waktu. Maksudnya, klaim aman dari militer aja nggak cukup buat dunia bisnis.” Ya, sampai sekarang Selat Horm masih efektif tertutup buat layanan komersial biasa. Udah hampir 9 minggu sejak 28 Februari 2026, Iran nutup selat ini sebagai balasan atas serangan AS dan Israel. Iran naro rintangan di beberapa bagian selat dan cuma ngizinin kapal yang nggak bermusuhan lewat jalur khusus yang lebih dekat ke pantai.
mereka. Akibatnya sekitar 2000 kapal terjebak di Teluk Persia. Harga minyak dunia langsung naik drastis dan ekonomi global, termasuk Jerman sama Eropa, langsung ngerasain dampaknya. Ya, kalo gak ada kesepakatan, gak ada yang tau kapan Hormes bakal balik normal. Gak ada yang bisa bilang pasti besok atau minggu depan sloters bakal aman. Bahkan setelah angkatan laut AS selesai bersihin masalah, perusahaan asuransi masih bakal ketat selama berbulan-bulan sampai mereka yakin gak ada lagi ancaman mendadak dari Iran. Selama itu harga
Energi dunia masih tetap tinggi. Pabrik-pabrik di Jerman dan Eropa terus kesusahan dan ribuan kapal terjebak. Ini yang bikin kansilier Jerman, Frederick Mars, ngasih kritik tajam ke kebijakan Trump. Eropa jadi korban perang yang sebenarnya gak mereka pilih. Trump nyerang Jerman. Dapet kritikan dari Jerman, kayak biasa, Trump ini orangnya gak suka dikritik. Terus, laporan terbaru dari Aljazira bilang kalau pemerintahannya lagi ngulik dan ngecek kemungkinan ngurangin pasukan di Jerman. Seiring dengan meningkatnya…
Ketegangan sama kanselir Jerman, Frederick Mers, soal perang di Irak. Keputusan bakal diambil dalam waktu dekat, kata Trump di unggahan di platform Third Social miliknya. Pengumuman ini keluar setelah Trump nge-bully Mers, setelah pemimpin Jerman itu bilang AS lagi dipermalukan sama kepemimpinan Iran. Popularitas Trump turun banget. Sekarang Trump sebenarnya harus nyesel buat keputusannya perang sama Iran. Kenapa? Karena perang sama Iran itu udah bikin popularitasnya hancur. Apa yang…
Awalnya dianggap sebagai respons kebijakan luar negeri, sekarang malah jadi beban politik berat di dalam negeri. Perang dengan Iran yang udah berjalan hampir 2 bulan ditambah lonjakan harga bahan bakar dan kekhawatiran ekonomi bikin tingkat persetujuan Trump turun ke level terendah sejak dia mulai menjabat lagi. Survei dari Reuters atau Ipsos tanggal 24 sampai 27 April nunjukin cuma 34% yang setuju, turun dari 36% sebelumnya. Ini jadi rekor terendah selama masa jabatan keduanya. Cuma 22% yang setuju dengan…
Penanganannya soal biaya hidup. Terus dari AppNORK nunjukin kalau Trump cuma punya 33% approval, turun dari 38% bulan lalu. Penurunan ini sampai terjadi di kalangan pemilih Republik sendiri. Beberapa survei nunjukin 15 sampai 25% Republikan atau pendukung Trump 2024 mulai kecewa, terutama karena harga bensin naik drastis. Pada akhirnya, yang awalnya cuma operasi militer cepat buat ngancurin ancaman nuklir Iran, sekarang berubah jadi badai politik terbesar yang dihadapi Presiden Donald Trump di…
masa jabatan keduanya. Dari luar, kanselir Jerman Frederick Mers, sekutu tradisional yang selama ini pro Amerika, secara terbuka menuduh AS dipermalukan oleh Iran di meja perundingan. Ia minta Washington bertanggung jawab atas penderitaan ekonomi Eropa dan secara nggak langsung minta akui kekalahan dan cari jalan keluar. Di dalam negeri, Menteri Pertahanan Pit Hacks yang banyak orang sebut Menteri Perang malah dihancurin di depan kamera kongres. Sementara itu, Selat Hormus yang masih tertutup hampir…
9 minggu bikin harga energi dunia makin naik terus. Akibatnya, popularitas Trump anjlok banget. Rating persetujuannya turun ke level terendah sejak dia kembali berkuasa. Cuma 33 sampai 34% menurut Ruters, Ipsos, dan NORD. Bahkan di kalangan partai Republik sendiri mulai muncul rasa khawatir. Trump sendiri bales kritik Mch dengan ancaman narik pasukan AS dari Jerman. Tapi itu solusi apa malah nambah parah situasinya? Perang Iran yang seharusnya jadi kemenangan besar buat Trump sekarang malah jadi bukti.
Kegagalan strategi. Sekutu mulai menjauh. Menteri Pertahanan terpojok di kongres. Kesehatan mental presiden dipertanyakan secara terbuka dan rakyat Amerika mulai merasakan dampaknya di kantong mereka sendiri. Apakah ini akhir dari era America First yang agresif atau Trump masih punya kartu as untuk balik keadaan? Hanya waktu yang bisa menjawab. Dengar bunyi genderang perang, hari gue udah selesai sebagai IC.

Komentar