Berita Utama
Beranda / Berita Utama / Rocky Gerung Bicara Karena Hadiri Pelantikan Dudung dan Jumhur di Istana

Rocky Gerung Bicara Karena Hadiri Pelantikan Dudung dan Jumhur di Istana

Ada pertanyaan? Enggak ada. Oke. Waalaikum ya. Ya, Pak. Soal apa? Kehadiran Rocky Gerung dalam pelantikan secuplah pejabat negara di Istana Kepresidenan pada Senin, 27 April menarik perhatian publik. Akademisi yang dikenal kerap melontarkan kritik tajam untuk pemerintah ini tampak berada di antara tamu undangan ketika Dudung Abdurrahman dilantik sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan atau KSP. Bersamaan dengan pengangkatan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Rocky pun tidak menampik

kehadirannya di lingkungan. Kekuasaan tersebut memunculkan beragam tafsir. Namun ia menegaskan posisinya tetap berada di luar lingkar pemerintahan. Kehadirannya menurutnya justru dimaksudkan sebagai representasi masyarakat sipil yang tetap kritis terhadap jalannya kekuasaan. Pernyataan itu sekaligus menyinggung sosok jumhur Hidayat yang menurut Roki memiliki rekam jejak intelektual yang kuat meskipun pernah tersandung persoalan hukum di masa lalu. Dalam pandangan RI, latar belakang tersebut tidak serta-merta meniadakan kapasitas

seseorang untuk berkontribusi dalam pemerintahan. Hingga ia juga mengaku hadir untuk mendampingi Jumhur, figur yang sudah lama dikenalnya. Rocky menilai jumhur bukan sekedar aktivis saja, melainkan seorang pemikir yang memiliki pemahaman luas di bidang perburuhan ekonomi hingga lingkungan. Kehadiran Roky di istana dalam momentum pelantikan ini memperlihatkan dinamika baru dalam relasi antar kelompok masyarakat sipil dan pemerintah. Ada pertanyaan enggak? Ada. Oke. Waalaikum ya apa? Soal apa? ya sebagai wakil masyarakat sipil

diundang untuk menjadi penanda bahwa kabinet itu juga jadi efektif kalau ada tokoh-tokoh mantan napi h jumur hidayah itu mantan narapidana tapi dia seorang intelektual dia belajar tentang perburuhan ekonomi, lingkungan dari ITB. Jadi karena dia saya kenal maka saya dampingi itu. Itu eh alasan saya ada di sini. Terus apalagi Dani ngomong sama SK apa ya? Saya ngomong dengan SESCAF yang ngomong tentang ethics of care dan ethics of right. Ethics of care artinya cara psikologis memperlihatkan kepemimpinan melalui

bahasa tubuh. bukan melalui tubuh ya, melalui bahasa tubuh itu. Nah, bahasa tubuh kita ada dua tuh, bahasa tubuh yang terucap dan bahasa tubuh yang tersembunyi. Nah, saya bilang Pak Tedi ini mampu untuk memilah kapan bahasa tubuh yang terucap itu dipamerkan, kapan bahasa tubuh yang sifatnya psikologis itu disimpan untuk hal-hal yang momentum. Itu sudah Pak, Pak, Pak. E ngomong apa, Pak? Ya, pokoknya ada sama Pak Prabowo ya. Saya salaman tadi dan e Pak Prabo kan teman saya diskusi dulu dan beliau, “Oh, Pak Rocky terima

Langka Hari Nakba Diperingati Secara Internasional, Solidaritas Buat Palestina Sangat Menguat

kasih hadir dan ternyata Pak Roki masih disiden gitu tapi Anda lihat wajahnya wajah bercanda. Memang saya disiden.” Disiden tahu artinya kan Google kalau enggak tahu lu wartawan ya. Oke, sudah cukup ya sama apa ya? Gini, ini Kementerian Lingkungan yang lain saya enggak enggak tarik. Kementerian Lingkungan itu dia jadi kementerian global bukan sekedar kementerian di Indonesia karena isu lingkungan itu isu global. Anda pergi ke mana-mana, Anda bertemu dengan muda, mereka akan tanya, “Do you speak

environmental ethics?” Jadi itu intinya. Dan di Indonesia ada 70 juta genenssi yang menunggu sikap pemerintah terhadap lingkungan. Tuh. 2029 70 juta ini adalah tempat bertanding suara. Nah, kalau politisi tidak do not speak environmental ethics, anak-anak muda yang 70 juta ini akan menganggap berarti kalian tidak memahami kegelisahan kami. Berarti kalian tidak mau membayar utang yang kami yang kalian ambil dari kami generasi yang akhirnya harus hidup dengan bau busuk, dengan sampah, dengan

ketidakpastian kan itu. Jadi saya anggap bahwa Pak Jumhur itu mewakili kepentingan minimal 70 juta langsung anak muda. Apalagi kalau itu dihubungkan dengan keinginan untuk menjadikan environment itu sebagai sumbangan kita pada ee planet dunia global kan itu intinya. Jadi itu sekaligus kementerian itu kementerian yang sangat rawan untuk jadi lahan pertengkaran oligarki politisi. Jadi saya jaminkan bahwa saya akan mensupervisi wilayah itu dari masyarakat sipil. Saya bukan bagian dari kabinet, tapi saya mau

jam bahwa masyarakat sipil akan bersama dengan Pak Jumhur karena Jumpur aktivis, ngerti tentang kesulitan ekonomi, dia pimpinan buru. Jadi sekali lagi Pak Jumur itu mengerti politik. Nah, kalian saya minta supaya seringlah datang ke kantor Pak Jumhur bertengkar dengan dia soal lingkungan karena itu soal kita semua tuh. Oke. Oke ya. Salam sehat. Gua naik gunung dulu ya. Sip. Nanti Pak Jumbur terangkan sini. Jangan lupa subscribe ya. [musik] Yeah.

 

Kapal Laut Tanker Dibajak di Somalia, 4 Warga Negara Indonesia Kirim Permintaan Tolong

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *