Berita Utama
Beranda / Berita Utama / Kumpulnya AS VS Iran Hilang, Pakistan Sangat Condong ke Amerika?

Kumpulnya AS VS Iran Hilang, Pakistan Sangat Condong ke Amerika?

Ya pemirsa, kelanjutan perundingan antara Amerika dan juga Iran ini kian tak jelas. Harapan terobosan diplomatik pun nampaknya memudar karena upaya pembicaraan terhenti. Menteri Luar Negeri Iran sudah kembali ke Timur Tengah dan Donald Trump membatalkan kunjungan lewat utusannya yang akan sebetulnya hadir ke Islam Abad. Lantas pemirsa, apakah ini artinya Amerika, Israel dan juga Iran sudah siap untuk melanjutkan perang? Bagaimana kemudian dampaknya bagi dunia? Malam hari ini kita akan membahasnya bersama dengan

tiga orang narasumber yang sudah hadir tentunya di Apa Kabar Indonesia Malam. Ada Pak Iwan Wiranata Atmaja, Duta Besar Indonesia untuk Iran tahun 2008 hingga 2011. Selamat malam, Pak Iwan. Malam. Sehat, Pak Iwan? Alhamdulillah. Alhamdulillah. Terima kasih malam hari ini sudah bergabung bersama kami Pak di Apa kabar Indonesia malam dan juga hadir bersama kita ada Bang Anton Ali Abbas, pengamat militer dari Universitas Paramadina. Selamat malam, Bang Anton. Sehat ya, Bang? Alhamdulillah. Alhamdulillah. Terima kasih juga sudah

hadir malam hari ini dan bergabung tentunya bersama kita untuk melihat bagaimana Timur Tengah, pengamat Timur Tengah kita Bang Pizaro Gazali. Selamat malam, Bang Pizaro. Malam, Mbak. Sehat juga ya? Sehat. Oke, Pak Iwan. Perundingan damai yang kita bisa sebut gagal lagi ini Pak, kita masih bisa berharap akan ada upaya atau terobosan diplomatik lagi yang akan berlangsung Pak Yan. Bacaan saya sih ya kemungkinan itu ada. Oke. Karena Iran sekarang mencoba melakukan diversifikasi sekalian memberikan signal bahwa ee upaya

diplomasi itu masih terbuka ya, tapi dengan ee cara yang mungkin lebih ee ee melebar begitu ya. Ee karena begini, tampaknya Iran tidak mau hanya memegang kepada satu mediator Pakistan saja. Pakistan. Ee sebabnya mungkin ee kita bisa baca bahwa selama ini kan sudah dua kali putaran, hampir dua kali putaran. Iya. Eh, mungkin Iran menilai bahwa ini Pakistan ini melakukan double game ini. H karena kan mau tidak mau harus diakui bahwa Pakistan itu ee sulit diharapkan untuk betul-betul di tengah. Dalam arti begini,

Pakistan tidak mungkin ee memberikan terobosan-terobosan dalam arti usulan yang dapat merugikan Amerika. Hm. Artinya Iran melihat ee Pakistan ini condong ke Amerika begitu, Pak Iwan. Bisa begitu. Karena apa? Ini faktanya. Faktanya kan ee dia oleh Amerika diuntungkan Pakistan itu diakui dalam ee ee konteks global ya sebagai senjata nuklir. Dia mendapat bantuan ee militer ee pengamanan nuklir. Dia artinya dia tidak bisa artinya dia akan menahan diri. ya akan menahan diri untuk berlaku atau apa memberikan outcome yang bisa

DPR, OJK dan Danantara Beraktivitas Adanya Kunjungan Mendadak Di Kantor BEI

menguntungkan Iran atau hmm gitu. Jadi dia kalau menurut saya dia hanya berlaku sebagai mediator ee menyampaikan pesan saja hm tapi tidak mengambil inisiatif untuk melakukan solusi. Bagaimana kalau begini? Bagaimana kalau begitu? Kan harusnya begitu. I tapi kalau dalam konteks Pakistan menurut saya itu dia akan sulit melakukan hal tersebut, peran tersebut akan sulit dilakukan oleh Pakistan. Oke. Oleh karena itu ee dia lari ke Oman. K sebelumnya Oman walaupun kadang tidak berhasil tapi Omanlah yang hampir

ee apa ya hampir ee berhasil dan itu diakui oleh Trump ketika itu. Kita hampir nih kita hampir mencapai deal. tapi kemudian menyerang. Oke. Nah, itu serangan itu ee cerita yang lain lagi. Oke. Kemudian kunjungan ke ee Moskowah itu. Nah, itu nanti kita bahas di segmen berikutnya ya, Pak Iwan. Tapi sebelum ke sana saya tertarik e Bang Pizaro kalau tadi Pak Iwan menyatakan atau melihat dalam konteks Pakistan sebagai mediator seharusnya perannya beyond bisa lebih dari ini. Begitukah? Apakah memang ada

kecenderungan Pakistan ini lebih condong ke Amerika? Iya. problematikanya kan Pakistan tuh tidak punya banyak pengalaman menjadi mediator terutama untuk hal-hal ee yang sifatnya konflik di kawasan. Bahkan Pakistan sendiri kan juga masih mengalami problematika ee konflik dengan negara lain dengan Taliban di Afghanistan dengan India juga seperti itu ya. Jadi kapasitas dia tadi yang seperti disebut oleh Pak Iwan itu memang sangat terbatas. Makanya itu saya lihat kenapa kemudian Iran bergeser ke Oman

gitu ya. dia butuh ee dukungan-dukungan lahir lain di kawasan untuk mendukung diplomasi dia. Habis dari Oman dia ke Rusia. Ini artinya Iran tuh sedang mengkonsolidasikan kawasan gitu ya dan juga mengkonsolidasikan e super power agar dia tuh negara-negara kawasan itu punya kesepakatan, punya satu visi dengan Iran ketika nanti masuk ke meja perundingan seperti itu. Dan kemarin itu juga menariknya sekarang Iran itu bawa proposal baru nih yang disebut sebagai workable framework. Jadi dia tidak membahas tentang

finalisasi proposal, tapi aturan mainnya dulu lagi dibangun. Ya seperti itu. Dan ini proposal terbaru Iran ialah memfokuskan kepada penghentian e peperangan ataupun gitar senjata permanen dan dibukanya hormus nuklir nanti dulu kayak gitu. Nah, kalau kita lihat sekarang tuh seperti itu gitu karena nuklirnya kayaknya poin panas nih. Enggak ketemu nih barang nih sama Amerika Serikat ya. Makanya dicari dulu yang kira-kira easy untuk ada titik kompromi dan itu SLAT hormus. Karena Trump juga punya kepentingan agar kelas

Bahlil Peresmian IPA CONVEX 2026 Ri Terkini Besar Yang Sempat Hadir Pada Acara Ini

SLMUS ini reopen oleh Iran ya. dan akan kembali menstabilkan harga ekonomi seperti itu. Dan ini yang terjadi. Kedua, Iran juga tidak hanya mengandalkan ee mitra-mitra ee kawasan dia, tetapi juga mereka mulai kemudian melakukan komunikasi dengan Teluk. Ada yang sifatnya tadi e directks tadi misalkan ke Pakistan, ke Oman, ke Rusia, ada juga yang byipon contohnya ke Saudi, ke Turki, ke Qatar. Ini lagi digarap nih sama Iran nih, gitu ya. Ini juga bisa kita lihat tanda-tandanya akan ada rekonsilisasi

bukan tidak mungkin di negara-negara Teluk dan sebagai tanda-tanda akan dibukanya Satu Hormus. Karena ingat Mbak Anda ini sudah musim haji nih. Iya ya. Ini kalau kemudian terjadi perang kemudian cluter kita, jamah kita sudah ke sana ini bisa berdampak sangat kuat loh terhadap e jemah haji ya. Makanya sekarang kita lihat Iran itu mencoba mengkasih e premuk yang baru ya untuk fokus kepada sat hormus dan penginten peperangan itu dulu deh. Masalah uranium, masalah nuklir, masalah ganti rugi, masalah hubungan dengan isbullah

itu prioritas yang lain seperti itu. Ini kalau kita sekarang diplomasi yang sedang dibangun oleh Iran. Oke. Eh, Bang Anton poinnya itu yang saat ini mungkin bisa e coba dinegosiasikan e soal Selat Hormus karena kan dua poin penting yang nampaknya selalu tidak mencapai kata sepakat yaitu mengenai pengayaan uranium dan juga Selat Hormus. Iya. Ee pertama kalau saya melihatnya gini, negosiasi tidak gagal. Oh, yang enggak ada itu adalah progresnya. Oke. Kenapa saya bilang enggak gagal? Buktinya mereka para pihak yang bertikai

masih ingin mencoba cari cara. Hm. Gini. Jadi yang enggak ada itu progresnya. Jadi progresnya lah yang kemarin tadinya diharapkan ada putaran kedua ada kemudian enggak ada. Jadi bukan gagal tapi progresnya saja yang enggak enggak berjalan. Itu satu. Kedua, jelas ee kita bisa melihat bahwa kalau saya ngelihatnya kenapa kunjungan hari kunjungan kali ini yang dilakukan oleh ee Menl itu sebenarnya audiens-nya beda gitu. Jadi kalau misalnya ke Pakistan dia memang ingin menunjukkan itikad baik bahwa Iran itu punya itikad baik untuk

berdamai. Iya gitu. Jadi itu bahwa tapi itikat baik saya tidak cukup, harus ada gestur-gestur lain. Itulah kemudian yang dilakukan ke Oman. Oman ini bicara apa untuk komunikasi dengan negara teluk bicara apa? Ngomong tentang bagaimana manajemen baru Selat Hormus. Itulah kenapa Saudi Arabia itu sudah menunjukkan apa ketertarikan awal untuk membicarakan bagaimana formulasi nanti manajemen SLAT Hormus terkait Ve. Oke. Kalau Arab Saudi masuk, Qatar juga tertarik. itu ngomong lah kalau ke ee Rusia gimana? Rusia itu adalah e-nya dia

Langka Hari Nakba Diperingati Secara Internasional, Solidaritas Buat Palestina Sangat Menguat

gitu. Bagaimana kemudian dia tahu bahwa ini Pakistan udah dari awal Pakistan dalam putaran kedua tadi mau putaran kedua Pakistan itu cuma memuji memuji pihak Amerika Serikat Irannya enggak dipuji. Betul. itu udah tadi kalau misalnya Pak Dus bilang ini udah agak timpang nih kalau harusnya kenapa Pakistan itu gara-gara kalau misal secara sederhana gini kenapa mediator itu dia bisa diterima itu karena dua-duanya pihak para pihak yang bertika itu mau sama itu. Indonesia juga berminat tapi kan enggak enggak dapat konsen. Jadi kalau

Indonesia dapat konsen ya Indonesia jadi fasilitator gitu jadi atau mediator gitu. Jadi dan itu banyak pilihannya. Nah ke Rusia kenapa? Karena dia tahu Pakistan ini kalah levelnya sama Amerika Serikat. H. Jadinya kalau Amerika Seryik mau datang maunya didikte pokoknya gini, pokoknya begini, pokoknya begini lah. Kalau sama Rusia kan beda. Buktinya apa? Buktinya ketika pada awal perang ketika Presiden Rusia menelepon Presiden Iran, tidak lama kemudian Presiden Amerika Serikat menelepon Putin yang langsung kemudian kasih gula. Saya

cabut nih sanksi sanksi minyaknya. Jadi kan tahu nih ada posisi yang beda. Dan bagi Iran penting untuk apa? untuk menjaga posisi itu karena tahu jaminan ini yang bahwa Amerika enggak akan ngadi-ngadi kepada Iran itu enggak bisa diberikan oleh Pakistan. Yang bisa memberikan itu adalah cuma Cina sama Rusia gitu. Jadi ini yang menjadi menarik bahwa pertemuan ya Iran tahu bahwa itikad baik saja tidak cukup harus dilakukan ada langkah-langkah lain. Itulah yang dilakukan oleh Iran. Dan kemudian tadi dia lagi ingin mengkonsolidasikan

selat hormus misalnya karena memang tadi seperti yang Pizaro bilang bahwa memang dia mendorong kemudian proposal baru di pemisahan nih antara nuklir dengan yang nonlir gitu. Kenapa? Karena kalau ngomong tentang syarat hormus tidak hanya para pihak yang bertikai, pihak-pihak lain termasuk Uni Eropa dan lain-lain itu juga punya kepentingan di sana gitu. Dan kali ini ketika misalnya negara-negara itu punya kepentingan jauh bobotnya lebih besar dan lebih strategis. Itulah kenapa kemudian dan kita tahu bahwa negara teluk itu juga

adalah salah satu koalisinya Amerika Serikat. Itulah kenapa kemudian bobotnya menjadi penting. Walaupun Iran juga mengajukan syarat boleh kita berunding, saya ingin tidak mengganggu. Dia bilang saya kan dia tidak menutup tapi dia mengganggu. Saya tidak akan mengganggu tapi Amerika buka blokade. Baik. Baik, Bang Anton.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *