Berita Utama
Beranda / Berita Utama / Airlangga: Persiapan Tempur AS Kalah Telak, Sayngnya Donald Tidak Mau Mengakui Bahwa AS Gagal

Airlangga: Persiapan Tempur AS Kalah Telak, Sayngnya Donald Tidak Mau Mengakui Bahwa AS Gagal

Amerika Serikat batal memberangkatkan utusannya ke Islam Abad untuk membicarakan perundingan putaran kedua antara Amerika Serikat dengan Iran. Bahkan Presiden Trump menyatakan perundingan bisa dilakukan melalui sambungan telepon saja. Apakah ini strategi Amerika Serikat untuk bisa mengendalikan Teheran Iran? Kami akan membahasnya bersama dengan Airlangga Pribadi, PhD, Kepala Pasca Sarjana Politik FISIP Universitas Airlangga. Pirangga, dua utusan Amerika Serikat, Wkov dan Hasner batal ke Islam Abad

Pakistan. Apakah ini artinya sinyal perundingan tertutup rapat antar kedua negara ini? Iya. Kalau kita lihat dari awal bahwa dalam posisi Iran sendiri ee mereka menghendaki bahwa suatu itikat berhubungan dengan perjanjian kencatan senjata menuju pada perdamaian itu ditempatkan pada etikat baik. dan kehendak untuk sama-sama memiliki kepentingan untuk menyelesaikan perang pertempuran. Artinya dari situ maka dihadapkan pada suatu bentuk perdamaian yang bisa didorong pada perdamaian yang permanen. Dan untuk itu

sejak awal ee Iran kemudian memberikan skema negosiasi yang sifatnya maksimalis gitu. Nah, dalam konteks ini sepertinya Iran tidak mau untuk ee melakukan perundingan dan genjatan senjata dengan Amerika Serikat karena tidak adanya itikad baik dari Amerika Serikat untuk melakukan tindakan-tindakan yang membangun kepercayaan antar berbagai macam pihak. Seperti kita lihat sendiri misalnya tadi dalam tayangan TV One terkait dengan blokade ee Selat Hurmus yang masih terus berlangsung dan kedua diikuti misalnya

dengan berbagai macam ee tekanan-tekanan politik untuk misalnya membekukan aset dari Iran. Nah, dalam konteks ini maka sepertinya diplomasi dari Iran mereka menolak model strategi Amerika Serikat yang selama ini berlangsung di negara-negara yang lain. Artinya tekanan politik dulu, pressure dulu sehingga dalam konteks ee perundingan dan perdamaian maka negara-negara lain itu berada dalam penundukan atau dalam dominasi dari kehendak Amerika Serikat. Itulah yang sejak awal dihindari atau ditolak oleh Iran.

Nah, dalam konteks ini maka apabila Amerika Serikat terus dalam posisi keras kepala hendak menundukkan Iran dalam konteks perundingan di bawah kendali Amerika Serikat, maka akan selalu tertutup proses-proses terkait dengan perundingan tersebut. Pak Air Langga, ada alasan yang menurut kami agak cukup mencengangkan. Trump mengatakan bahwa sebenarnya membutuhkan biaya perjalanan yang besar dan juga panjang ketika mereka harus mengirimkan dua utusan ke Islam Abad. Ini alasan yang logis atau mengada-ada saja, Pak,

DPR, OJK dan Danantara Beraktivitas Adanya Kunjungan Mendadak Di Kantor BEI

dari Trump? Iya, itu bagian dari kalau kita melihat secara rutin Donald Trump itu sering melakukan bluffing dan gertakan gitu kan. Tapi kerap kali bahwa bluffing dan gertakan dari eh Donald Trump itu tidak diikuti oleh langkah dan tindakan nyata yang melakukan pressure terhadap ee terkait dengan hal tersebut. Nah, di sinilah sebetulnya kita bisa lihat Iran sendiri mengetahui memahami posisi tersebut. Kalau misalnya kita lihat misalnya ee dalam komen-komen atau cuitan-cuitan dari Donald Trump di media

sosial itu kelihatan bahwa ee Donald Trump sendiri enggak stabil dalam ee komentar-komentarnya dia gitu. Dan apalagi kalau kita lihat dalam perkembangan-perkembangan yang muncul saat ini bahwa kepemimpinan Donald Trump dan kebijakan yang diambil oleh Donald Trump terkait dengan perang pelan-pelan semakin melemahkan legitimasi sosial dari pemerintahan Donald Trump di hadapan rakyat rakyat Amerika Serikat. itu sehingga sebetulnya dalam kondisi ee ketegangan ini ee sesuatu hal yang seringkiali kemudian dilupakan adalah

tekanan-tekanan politik baik dari internal domestik dari Iran atau domestik Amerika Serikat atau bahkan mitra-mitra ee yang biasanya selalu berada di bawah ee kepemimpinan Amerika Serikat pelan-pelan hengkang seperti Uni Eropa. Nah, di sinilah justru pressure dan tekanan politik itu justru semakin kuat di Amerika Serikat. Dalam pemahaman terhadap kondisi tersebut maka ee pihak Iran sendiri atau menunya Abbas at Arakji melihat ini dalam posisi mereka tidak akan bergeming dari posisi maksimum karena itu sah secara etis.

Di mana Iran sendiri adalah objek atau korban dari proses invasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Di sini kita bisa melihat secara etis dalam perbincangan internasional, posisi yang ee semakin melemah itu adalah posisi Amerika Serikat dan dukungan Amerika Serikat kepada Amerika Serikat secara internal semakin lama semakin tergerus. Sementara pada sisi yang lain kita melihat juga [mendengus] ee kepimpinan Donald Trump ini mendapatkan kecaman atau bahkan pelemahan legitimasi. Misalnya kemarin ketika ee

Donald Trump itu membuat ee apa cuit komentar di Twitter terkait akan menghancurkan peradaban Iran, akan membawa Iran ke zaman batu, maka justru ee delegitimasi hilap melemahnya kepercayaan justru di dalam internal pemerintahan yaitu tentara. Dan kita melihat bisa melihat bahwa dalam perkembangan terbaru beberapa elit-elit dari Amerika Serikat mundur dari jabatannya. Ini kan sebenarnya menunjukkan ketidakpercayaan, dukungan yang semakin lama semakin tergerus pada posisi Amerika Serikat. Pak Erlangga.

Bahlil Peresmian IPA CONVEX 2026 Ri Terkini Besar Yang Sempat Hadir Pada Acara Ini

Tapi saat ini Trump ee sesumber bahwa sebenarnya tawaran dari Iranlah yang membuat pihak AS tidak percaya, tidak puas sehingga mereka menarik diri. Menurut Bapak tawaran bagian apa? Apakah masih berkutat mengenai hormon, pengayaan uranium atau seperti apa Pak Erlangga? Iya. Saya kira bahwa ini kan sejak awal kelihatan ini dalam perang ini posisinya bahwa Amerika Serikat tidak menang kalau tidak dikatakan kalah. Karena seluruh agenda-agenda dari perang yang hendak dilakukan yang dilakukan oleh Amerika

Serikat di Iran tidak ada satuun ee tujuan-tujuannya yang bisa diselesaikan. Rejim cheng melalui pembunuhan para elit itu tidak terjadi. Justru semakin solidnya ee kekuatan-kekuatan dan dukungan publik terhadap Iran. Nah, selanjutnya juga terkait dengan misalnya upaya untuk ee pelemahan uranium, terus juga kemudian agar tidak ada potensi nuklir. Meskipun sebetulnya sampai sekarang tidak ada nuklir dalam konteks untuk kepentingan perang atau misalnya ee akuisisi terhadap persenjataan Iran dan kemudian penghancuran jejaring of

resistance itu semua tidak ada yang berhasil. Artinya bahwa Donald Trump dalam komentar-komentarnya tersebut itu justru semata-mata ingin menunjukkan bahwa ee untuk mengabarkan bahwa sebetulnya Amerika Serikat dominan. Tapi publik secara luas sendiri sudah paham bagaimana realitas yang berlangsung di bahwa ketika Amerika Serikat tidak ada yang unggul dalam ee perang yang sedang berlangsung saat ini. Artinya suatu upaya yang menurut saya mubasir yang dilakukan oleh Donald Trump untuk meyakinkan publik Amerika Serikat dan

dunia internasional bahwa Amerika Serikat itu dalam posisi yang benar secara etis. meskipun banyak semakin banyak orang yang tahu bahwa Amerika tidak berada dalam posisi etis yang bisa dibenarkan. Jadi kalau ada argumen bahwa sesungguhnya Amerika Serikat saat ini berada di atas angin memegang kendali penuh atas teheran itu keliru, Pak. Saya bilang ya sebenarnya keliru. Itu hanya klaim sepihak. Pada kenyataannya kita bisa melihat dari waktu ke waktu misalnya persenjataan ee peralatan-peralatan tempur dan segala

macam tumbang di dari Amerika Serikat. Dan sebetulnya ini kan buying time ketika kemudian kondisinya tidak ada satuun tujuan yang dicapai, tapi Trump sendiri tidak mau mengakui bahwa dalam konteks ee kebijakan perang ini mereka gagal. Jadi sebetulnya adalah ee bagaimana Donald Trump Donald Trump untuk mengabarkan bahwa ee mereka tidak kalah dan mereka sebetulnya ingin Donald Trump ingin exit membangun exit strategi untuk keluar dari perang ini. Tapi dalam kondisi ini bahwa dia tidak bisa mengklaim bahwa Amerika Serikat menang.

Langka Hari Nakba Diperingati Secara Internasional, Solidaritas Buat Palestina Sangat Menguat

Itu itulah dilema yang dihadapi oleh Donald Trump. Yeah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *