Iran disebut hanya akan bernegosiasi dari posisi kuat menjelang berakhirnya gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Teheran menilai mereka keluar sebagai pemenang setelah mampu bertahan dari agresi militer selama puluhan hari. Menurut Iran, Amerika Serikat gagal mencapai tujuan besarnya seperti perubahan rezim maupun penghancuran fasilitas militer dan nuklir. Kemenangan Iran dalam konflik ini disebut bertumpu pada empat pilar utama yang memperkuat posisinya. Pilar tersebut meliputi kendali strategis atas latang mampu mempengaruhi
jalur energi global. Selain itu, Iran juga menyoroti dukungan publik besar-besaran yang terlihat dari mobilisasi basa di dalam negeri. Kemampuan militer yang tetap efektif meski kehilangan sejumlah komandan senior juga disebut menjadi faktor penting. Iran juga menilai opini publik global semakin berpihak kepada mereka dibandingkan Amerika Serikat dan Israel. Dalam kerangka analisis Iran, negosiasi bukan untuk menyerahkan aset strategis, tetapi hanya untuk mengakhiri perang secara permanen. Iran menegaskan program nuklir, rudal,
dan kemampuan pertahanan merupakan hak nasional yang tidak bisa dinegosiasikan. Iran juga menilai Amerika Serikat kini berada dalam posisi terdesak sehingga membutuhkan perundingan. Karena itu, Iran menyatakan siap berunding untuk mengakhiri perang, namun menolak membahas garis merah seperti program nuklir dan kemampuan militernya. Jadi J We can’t relationship like

Komentar