Berita Utama
Beranda / Berita Utama / Komentator Iran Setelah Desakan AS Menghentikan Melakukan 8 Perempuan yang Terlibat Demonstrasi

Komentator Iran Setelah Desakan AS Menghentikan Melakukan 8 Perempuan yang Terlibat Demonstrasi

Lembaga peradilan Iran membantah delapan perempuan yang ditangkap terkait protes yang mengguncang Republik Islam tahun ini berisiko dieksekusi. Setelah Presiden AS Donald Trump [musik] mendesak Teheran untuk membebaskan mereka guna membantu negosiasi. Kelompok hak asasi manusia mengatakan setidaknya satu wanita yang ditangkap terkait protes Januari lalu telah dijatuhi hukuman mati. Sementara setidaknya satu lagi menghadapi dakwaan yang dapat berujung pada hukuman mati dan dapat dieksekusi. [musik] Meski demikian, situs web resmi

Lembaga Peradilan Mizan Online menyebut Tram disesatkan oleh berita palsu dan klaim beberapa perempuan yang disebut akan dieksekusi telah dibebaskan. [musik] Sementara yang lain menghadapi tuduhan yang jika terbukti bersalah, kemungkinan hanya akan berujung pada hukuman penjara. Sebelumnya, Trump mengatakan di media sosial bahwa pembebasan para wanita tersebut dapat menguntungkan Iran dalam negosiasi dengan memposting ulang klaim seorang aktivis [musik] bahwa delan wanita menghadapi hukuman mati dengan

cara digantung. Diketahui seorang pembangkang Iran yang berbasis Dias [musik] masih Alinejat memposting nama kedelapan wanita tersebut di akun X-nya. Menurutnya, mereka semua telah ditangkap sehubungan dengan protes Januari yang menurut para aktivis ditumpas dalam penindakan yang menewaskan ribuan [musik] orang. [musik] [musik] [musik] Download Tribun X sekarang menghadirkan lokal menjadi Indonesia.

 

Langka Hari Nakba Diperingati Secara Internasional, Solidaritas Buat Palestina Sangat Menguat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *