Saudara Komando [musik] Pusat Amerika Serikat atau Sancom merilis video terbaru saat pasukan militernya melakukan blokade maritim di sepanjang garis pantai Iran. Dalam video singkat terdengar komunikasi radio yang intens antara kapal perusak USS Rafael Peralta dengan beberapa kapal kargo yang mencoba melintasi zona terlarang. Dilaporkan 27 kapal komersial telah dipaksa untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan asal mereka di Iran. Sementara Ketua Parlemen Iran Muhammad Bager Galif memberi peringatan keras
melalui media sosial X bahwa Iran telah menyiapkan kartu baru yang siap dibuka di medan perang jika Amerika Serikat terus menekan, Galiff menuduh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tidak punya niat tulus bernegosiasi. Apa yang dilakukan Washington dinilai hanya taktik mengubah meja perundingan menjadi meja penyerahan diri melalui ancaman dan kebohongan media. Dan dalam akun X Ketua Parlemen Iran Muhammad Bagar Galif menuliskan Donald Trump tidak menginginkan negosiasi. Ia sedang mencoba mengubah meja perundingan
menjadi meja penyerahan diri melalui ancaman dan kebohongan media. Selama 2 minggu terakhir kami telah mempersiapkan diri untuk mengungkap kartu-kartu baru di meja perang. Jika gencatan senjata gagal, situasi tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang. Transit di Selat Hormus tetap berada di bawah Otoritas Republik Islam dan blokade tidak akan pernah bisa diterima. Kami tidak akan bernegosiasi di bawah bayang-bayang ancaman.

Komentar