Sementara itu, Israel memperkuat kerja sama dengan Uni Emirat Arab. Kedua negara ini bahkan melakukan latihan militer gabungan. Demonstrasi kekuatan udara ditunjukkan oleh UDI Emirat Arab dan Israel. Latihan militer gabungan digelar baru-baru ini di langit-lagit UDI Emirat Arab. Kerja sama kedua negara ini pun kian erat. Latihan militer gabungan yang biasanya dilakukan diam-diam kini semakin terbuka dan disiarkan di media Israel, yakni di channel 12. Kedua negara ini pun mengintegrasikan sistem pertahanan canggih Irendom dan
teknologi pertahanan lainnya. Muhammadin kapal tanker Iran lolos dari blokade Angkatan Laut Amerika Serikat dan tengah menuju Kepulauan Riau Indonesia. Kapal tanker Super Iran kedua telah memasuki Selat Lombok Indonesia setelah menghindari blokade angkatan laut Amerika Serikat di sekitar Selat Hormus. Data pelacakan minyak menunjukkan sebagian besar pengiriman minyak mentah Iran yang diluncurkan pada bulan April telah mencapai tujuan mereka meskipun ada pencegatan angkatan laut Amerika Serikat.
Situs pemantau pengiriman minyak tankertracker.com melaporkan kapal tanker minyak mentah superbesar Iran kedua yang diidentifikasi sebagai Deria telah memasuki Selat Lombok. Kapal Deria berada di perairan Indonesia menuju Kepulauan Riau setelah upaya sebelumnya mengirimkan 1,88 juta barel minyak mentah Iran ke India pada pertengahan April gagal. Kapal tersebut kemudian mengubah haluan dan melanjutkan perjalanan ke selatan. Sementara beberapa kapal tanker terkait Iran lainnya di wilayah tersebut
dialihkan pasukan angkatan laut Amerika Serikat. Kapal Deria sekarang bergerak menuju titik pertemuan yang direncanakan di gugusan Pulau Riau. Sebelumnya kapal tanker super Iran lainnya, Hug yang membawa 1,9 juta barel minyak mentah juga telah memasuki Selat Lombok setelah menghindari upaya pemantauan Amerika Serikat. Kedua kasus tersebut menunjukkan beberapa kapal pengiriman Iran terus menggunakan jalur maritim alternatif meskipun aktivitas angkatan laut Amerika Serikat meningkat yang bertujuan
mengganggu ekspor minyak Iran. Sekitar 25 kapal tanker minyak berangkat dari pelabuhan Iran membawa minyak mentah selama bulan April. Tujuh kapal dialihkan kembali ke pelabuhan Iran oleh angkatan laut Amerika Serikat. Sementara dua kapal disita oleh pasukan Amerika. Kapal-kapal yang tersisa telah mencapai tujuan yang direncanakan atau berhasil tiba di titik pertemuan yang telah ditentukan. Selat Lombok menjadi jalur alternatif yang semakin penting bagi kapal-kapal yang berupaya menghindari pengawasan
ketat di perairan yang diblokade Amerika Serikat. Sementara itu, kapal-kapal di Selat Hormus mulai bergerak. Amerika Serikat pun mengklaim mengawal dua kapal keluar dari jalur tersebut. Pusat Komando Amerika Serikat melalui media sosialnya mengklaim telah mengawal dua kapal tanker milik mereka keluar dari Selat Horbus. Kawalan sebagai bagian dari project freedom yang akan mengawal kapal dagang keluar dari Selat Horbus dengan aman. Corps Garda Revolusi Islam Iran mengecam klaim Amerika Serikat ini dan
menyebutnya sebagai kebohongan terang-terangan. Iran tegaskan akan tetap melarang kapal-kapal sekutu Amerika Serikat untuk melintasi Selat Horbus. Amerika Serikat pun menerapkan aturan yang sama dan melarang kapal-kapal sahabat Iran masuk dan keluar dari pelabuhan Iran. Pemirsa, Amerika Serikat telah memulai operasi pembebasan kapal-kapal di Selat Horbus. Operasi bernama Project Freedom ini rencananya akan membersihkan blokade Iran di salah satu selat paling sibuk di dunia tersebut. Operasi Project Freedom telah dimulai
sejak Senin siang. Tujuan dari operasi militer ini ialah untuk mengawal kapal-kapal dagang yang melintas di Selat Hormus. Presiden Amerika Serikat mengatakan operasi ini adalah blokade yang sangat bersahabat dari AS. It’s a very friendly blockade. Nobody’s even challenging it. Nobody at all is challenging. Just so you understand uh many presidents have been involved in things that are very big. They never had to go through anything with respect. They considered it to be totally unconstitutional.
Sampai sekarang, Iran masih nolak project freedom. Kepala Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ibrahim Azizi, bilang operasi ini adalah pelanggaran gencatan senjata. Anggota parlemen Iran juga tegas bilang negara mereka nggak setuju dengan cara negosiasi yang lagi dijalankan Amerika Serikat sekarang. Iran bilang tawaran negosiasi dari Amerika cuma nguntungin satu pihak aja. Negosiasi itu satu pihaknya polisi Amerika, sementara pihak lain malah kayak leher George Floyd yang diinjak polisi kita, kita sama sekali nggak terima perhitungan kayak gitu.
Kami nggak terima, kami negara kuat dan kami berdiri teguh mempertahankan kepentingan keamanan nasional kami. Sekarang kami juga lagi nuntut ganti rugi dan siap bertanggung jawab atas serangan ke Iran dalam negosiasi yang kemungkinan bakal terjadi. Dan itu bakal kejadian, artinya begitu kami pastikan kemenangan kami, pihak lawan harus tunduk pada apa yang udah mereka lakukan, yaitu serangan ke Iran yang udah nyakitin kami. Soal geopolitik dan wibawa, Anto Nugroho Widodo melihat operasi Project Freedom sebagai upaya Amerika Serikat buat terus menekan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau…
IRGC agar bebaskan kapal-kapal di Selat Horbus. Sementara itu, Iran mengajak Amerika Serikat bernegosiasi terlebih dahulu dengan pelonggaran sanksi ekonomi dan juga militer. Saya mau menjelaskan bahwa project Freedom ini merupakan kelanjutan operasi dari yang sebelumnya dan kemungkinan juga ini merupakan satu cara penekanan ya ee peluang untuk Amerika melakukan yang namanya ee ee operasi khusus melawan air gizi karena ee air gizi ini memang keras ya dan air gizi ini terbentuk dari struktur konflik karena
denyut nadinya air jis ini adalah konflik. Kalau tidak ada konflik RG ini kehilangan relevansi ideologis geopolitik di Timur Tengah dan juga ekonomi dan bisnis ya. Jadi RG ini memang penjaga ideologi Iran sejak tahun 9 dan kita harus hargai perspektif masing-masing. Nah, sementara Iran sekarang mengajak untuk bernegosiasi dengan cara residal. Artinya satu langkah, satu aktor mundur, satu parti mundur, Amerika mundur satu langkah. Ini mundur satu langkah satu langkah gitu. Makanya mengajak negosiasi dengan bicara
mengenai pelonggaran sanksi ekonomi dan militer dulu baru nuklir nanti belakangan. Sementara Amerika enggak mau. Amerika fokus harus ee lucuti dulu nuklirnya. Pasti ee misal juga tidak dibangun dan juga proksi dilucuti baru Amerika mau bicara dengan Iran. Nah, ini tidak ketemu gitu. Nah, makanya Amerika tetap hadir di sini untuk menunjukkan bahwa Amerika dapat hadir sebagai protektor dari ee order di dalam stabilitas di dalam ee ee domain maritim ya dengan memberikan jaminan eh keamanan atau pengawalan terhadap global commerce
di Swat Hormus. itu poin satu harus kita e pahami, kita lihat begitu sambil juga Amerika tetap melakukan ee aktivitas lainnya yang terlihat dan tidak kelihatan ya untuk mencapai sasaran-sasaran yang saya sebutkan tadi. Nah, sementara Iran juga terus melawan dengan caranya Iran begitu ya. Salah satunya dengan melakukan blokado di hormus. Nah, tetapi menjaga ee slat hormus seperti ini ya itu bukan tanpa risiko, Pak. Karena risiko-risiko kecil itu sering menjadi berdasarkan sejarah ya ee menjadi eh trigger munculnya
perang besar bahkan perang dunia gitu. Nah, di sini Iran mempunyai kemampuan asimetris di domain maritim. baik itu drone, baik itu ranjo laut, baik itu kapal-kapal cepat. Sehingga nanti pada saat proses pengawalan ini hal-hal operasional itu bisa menimbulkan risiko yang tidak diharapkan gitu ya. Jika ada penembakan atau ada insiden yang bisa melebar. Itu ya poin kedua ya. Nah, poin yang ketiga ya ini harus dilihat sebagai bergening strategis dari Iran juga kepada dunia bahwa ini kan masalah geopolitik ya Mbak ya. Geopolitik. Jadi
geopolitik itu dasarnya adalah interest. interest yang dipengaruhi ideologi masing-masing. Jadi, semua relatif dan interest itu dikemas dengan informasi ya untuk melahirkan narasis untuk mendapatkan legitimasi di tingkat global. Jadi Indonesia itu tidak boleh mengambil posisi apa posisi ideologis membela Iran atau Amerika gitu. Kita harus memahami akar dari geopolitical interest kita sebagai negara yang menjaga perdamaian stabilitas. di mana kita itu bukan negara revisionis, negara yang ikut menjaga perdamaian, bukan
great power, kita middle power. Dan kita ini melihat bahwa jika terjadi ancaman pasifik, pelebaran konflik pascifik itu ancaman terbesar bagi kita gitu. Dan ancaman di Timur Tengah ini juga sudah mempengaruhi kita secara ekonomi. Dan instrumen national power kita itu adalah eh diplomasi di dalam foreign policy baru dibackup oleh instrumen ekonomi, informasi, dan juga militer ya. Dan kita ini bukan eh kita ini adalah negara hajer gitu ya, negara. Jadi kita harus mempunyai equidist eh melakukan apa yang disebut
equidist diplomasi untuk menjaga strategic otonomi kita bahkan ke setiap negara yang berkonflik gitu ya. Ya kita patokannya adalah kita menjaga ee eh prinsip perdamaian dan juga stabilitas dunia. ya, kita sebisa mungkin mentaati apa yang menjadi norma-norma internasional yang dihormati oleh PBB dan juga ee hukum internasional gitu. Itu basis kita di dalam ee berdiplomasi. Nah, karena kondisi saat ini Mbak ya kalau kita lihat Iran itu juga ee mengajak ee dunia itu untuk ee memahami perspektif mereka. Ya, kita juga bisa
pahami ya bahwa kalau Hormus itu terjadi konflik yang menderita bukan hanya Iran dan Amerika. everybody will suffer gitu. Semuanya akan menderita dan Iran ini mengirimkan pesan strategis kepada kita semua. Oleh karena itu, Indonesia tidak boleh melihat konflik yang ada di Hormus ini termasuk juga project freedom ini dan semua yang terjadi ini saat ini sebagai konflik yang jauh gitu. Karena jika terjadi apa-apa ini kan ee akan menimbulkan apa yang disebut istilahnya imported inflation gitu loh. Inflasi
yang disebabkan karena faktor luar negeri yang menimbulkan kenaikan eh bahan-bahan dasar yang akhirnya rantai suplai dan ujung-ujungnya menekan rupiah dan juga APWN kita gitu. Dan krisis ekonomi juga bisa muncul di negara-negara yang mempunyai ee fundamental ekonomi yang ee kurang kuat. Makanya di sini kita harus mempunyai diplomasi yang kuat, ketahanan nasional yang kuat, ketahanan energi, dan ketahanan ekonomi. Sehingga kita cukup kuat untuk tidak dipaksa memilih blok salah satu. Dan kita juga harus
mengantisipasi bahwa konflik itu bisa melebar ke Indo Pasifik dan bahkan bisa masuk ke wilayah Selat Malaka. Karena Selat Malaka adalah selat ke delapan ya dari delan selat utama ee dari delan cokpin utama di dunia. ee setelah ee bab El Mandap yang nomor 6 nomor 7 adalah nomor 7 adalah Hormus dan nomor 8 adalah choppoin ya totalnya ada delan ya 8 atau 9 tergantung dari mana itu dihitung dari ee ee terusan eh Panama ya Panama Gibraltar eh Sues ya bab El Mandap dan juga ada di Turki eh dan juga eh apa namanya eh Hormus dan
juga Selat Malaka. Jadi kita harus melihatnya seperti itu dan kita harus lihat cara Presiden Trump untuk menyelesaikan permatalan ini ya. Bahwa Amerika dari tahun 79 Presiden Trump beapa kali bicara bahwa sudah melakukan berbagai pendekatan untuk memastikan bahwa Iran itu eh tidak memiliki senjata nuklir. Ya, dari tahun ‘9 sampai tahun 90 Presiden Carter dan Ronal er melakukan pendekatan-pendekatan yang disebut containment. Containment. Jadi mengkon pengaruh Iran ya dan pengaruh revolusi ee Iran di Timur Tengah. Dan
masuk ke era 90-an masuk ke era Presiden Bill Clinton sampai dengan George Bus Junior ya. Terus George Brus Junior itu eh dia jadi George Brus senior Clinton dan George Brus Junior itu sudah melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya lebih tegas kepada Iran karena sudah ada indikasi Iran mempunyai intensi untuk membangun senjataan nuklir. Setelah itu pendekatan yang sifatnya multilateralis ya e dilakukan oleh ee apa eh Presiden Obama saat itu ya. Nah, sampai akhirnya Presiden Trump e melihat bahwa ini tidak menyelesaikan
masalah karena hanya menunda Iran untuk mempunyai senjata nuklir. Itu poinnya tuh. Nah, akhirnya ee baik

Komentar