Berita Utama
Beranda / Berita Utama / PM Italia Marah, Spanyol, Korea Mengajak DUNIA Bergabung “BALAS SERANG ISRAEL” Prabowo Siap?!

PM Italia Marah, Spanyol, Korea Mengajak DUNIA Bergabung “BALAS SERANG ISRAEL” Prabowo Siap?!

הרבה ya di bawah perintah Netan Yahus Secara langsung penangkapan armada kemanusiaan global Semut Flotila 2.0 dilakukan Israel baru-baru ini. Di mana ratusan aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari 45 negara yang berangkat menggunakan puluhan kapal sipil dikepung dan ditangkap sekitar 20 kapal militer angkatan laut Israel. Mereka melakukannya di perairan internasional yang berjarak sekitar 75 mil dari lepas pantai Gaza. Di mana menurut laporan, pasukan komando bersenjata menembakkan peluru karet sebagai tembakan peringatan

dan mulai menaiki kapal-kapal Flotila secara paksa untuk kemudian menangkap para aktivis. Setelah ditangkap, mereka pun dilaporkan mendapatkan perlakuan buruk. Mulai dari dipaksa berlutut, mata ditutup, dan kepala di bawah. Mendapatkan ejekan dari pejabat Israel hingga dugaan kekerasan fisik. sontak melihat warga negaranya ditangkap, banyak pemimpin dunia pun langsung bereaksi seperti PM Italia Meloni, Spanyol, Malaysia, Irlandia, dan masih banyak lainnya. Dari Indonesia sendiri terdapat WNI yang ikut ditangkap. Lantas

seperti apa situasi terkini dan perlawanan dunia terhadap Israel? Berikut rangkuman selengkapnya. Niat tulus ratusan relawan internasional dari berbagai negara di dunia untuk mengantarkan bantuan logistik dan medis ke jalur Gaza berujung pilu di tengah lautan Mediteria. Sebagai info, para relawan ini tergabung dalam aksi global semut flotila. Di mana ini bukanlah misi militer. Armada ini merupakan konvoi kapal sipil yang membawa sekitar 430 aktivis, jurnalis, tenaga medis, dan tokoh kemanusiaan dari 45 negara

berbeda, termasuk warga negara Indonesia. Di dalam kapal mereka sendiri tidak ada senjata atau amunisi. Yang ada hanyalah pasokan makanan, obat-obatan darurat, dan susu bayi yang sangat dibutuhkan oleh warga Gaza yang saat ini berada di ambang kelaparan sistematis. Para relawan berangkat dengan satu keyakinan menembus blokade laut secara damai untuk menyalurkan solidaritas global langsung ke tangan mereka yang membutuhkan. Namun sayang seperti yang dikhawatirkan hukum humaniter internasional tampaknya tidak berlaku di

mata militer Israel ketika kapal-kapal militer Israel mengapung dan menangkap para aktivis kemanusiaan tersebut. Di bawah Komando Netanyahu secara langsung sekitar 75 mil dari lepas pantai Gaza yang sejatinya masih berada di laut internasional. Suasana damai berubah mencekam ketika sekitar 20 kapal perang angkatan laut Israel mengepung para aktivis kemanusiaan ini. Militer Israel melepaskan tembakan peringatan menggunakan peluru karet untuk mengintimidasi para aktivis tak bersenjata sebelum komunikasi diputus

X Bos BGN Beberkan 26 Nama-Nama Yang Besar di Balik X Dari Makan Gratis

total atau jaming oleh militer Israel. Di mana sejumlah relawan sempat mengirimkan sinyal bahaya atau SOS. Dalam rekaman video pendek yang tersebar, para aktivis terlihat terpaksa mengangkat tangan di atas dek saat pasukan komando bersenjata lengkap menaiki dan mengambil alih kapal secara paksa. Dengan pada akhirnya puluhan kapal beserta seluruh penumpangnya kemudian digiring ke pelabuhan Ashdot Israel untuk diinterogasi. Banyak dari mereka juga mendapatkan perlakuan buruk mulai dari dipaksa berlutut dan mata

ditutup. Ejekan dari Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben yang dilaporkan mendatangi langsung lokasi pertahanan sebelum ia melakukan tindakan provokatif dengan merekam video bernada ejekan di depan para aktivis sambil mengibarkan bendera Israel. Tahanan yang berteriak Free Palestin dilaporkan langsung dijatuhkan dan ditekan secara kasar ke lantai oleh petugas penjara. Selain itu, Menteri Perhubungan Israel, Miri Regev juga membagikan video yang membanggakan tentang penahanan yang merendahkan terhadap aktivis global

Sumut Flotila yang ditunjukkan dengan tangan diborgol dan dipaksa duduk dengan kepala ke tanah setelah diculik oleh pasukan laut saat berusaha menembus blokade Gaza. Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Tanyahu secara terbuka pasang badan atas operasi militer ini. Di mana pihak Tal Afif berdalih bahwa pencegatan dilakukan demi mempertahankan blokade maritim di Gaza dan menuduh misi kemanusiaan ini sebagai provokasi politik yang ditunggangi untuk memecah isolasi terhadap kelompok Hamas. Dalam

pernyataannya di postingan Official PM Israel, Netanyahu mengatakan Israel memiliki hak penuh untuk mencegah konvoi kapal provokatif dari para pendukung teroris Hamas yang memasuki perairan teritorial kami dan mencapai Gaza. Namun cara Menteri Benfir menangani aktivis konvoi kapal tersebut tidak sesuai dengan nilai dan norma Israel. Saya telah menginstruksikan otoritas terkait untuk mendeportasi para provokator tersebut secepat mungkin. Kemarahan dunia. Aksi sepihak militer Israel yang menyergap konvoi kemanusiaan global

semut flotila 2.0 berbuntut panjang pada krisis diplomatik global. Penahanan ratusan aktivis internasional yang diperparah oleh beredarnya video provokatif bernada ejekan dari Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Benfir di Fasilitas tahanan memicu kemarahan kolektif dari berbagai belahan dunia. Tidak sekedar melayangkan kecaman, sejumlah pemerintah negara secara resmi mengambil langkah diplomatik tegas dengan memanggil duta besar Israel di ibu kota masing-masing untuk menyampaikan nota protes keras dan

Rupiah Lagi Tembus Rp18000, Pemerintah dan DPR Membicarakan Darurat Cari Solusi

menuntut pertanggungjawaban. Dari Prancis, Menteri Luar Negeri mereka, John Noel Barot mengambil langkah kilat dengan mengumumkan melalui platform X bahwa dirinya telah memerintahkan pemanggilan dubes Israel. Prancis menuntut penjelasan penuh serta melayangkan rasa kemarahan mendalam atas insiden ini. Sementara itu dari Italia, Perdana Menteri Georgia Meloni bersama Menteri Luar Negeri Antonio Tajani merilis pernyataan bersama yang sangat keras. Mereka mengecam video ejekan otoritas Israel sebagai tindakan yang

tidak dapat diterima. Mengkritik tajam karena dinilai sama sekali tidak menghormati martabat manusia dan menuntut permintaan maaf resmi dari Chel Afif setelah memanggil utusan Israel. dari Belanda. Perdana Menteri Rob Jordan dan Menteri Luar Negeri Tom Barenson secara kompak menyebut perlakuan militer Israel sangat mengejutkan dan tidak dapat diterima. Belanda langsung memanggil Dubes Israel untuk menghadap dan menerima protes resmi. Sedangkan Belgia senada dengan negara tetangganya. Pemerintah Belgia juga memastikan akan

memanggil utusan resmi Israel guna menyampaikan nota protes yang sama. Selanjutnya kemarahan sendiri juga muncul dari Australia di mana Menteri Luar Negeri Penny Wong mengutuk Benver dengan Aljazira juga melaporkan jika Spanyol, Polandia, Jerman, Yunani, Ciprus, Inggris Raya, Irlandia, Korea Selatan, AS, Qatar, dan Turki juga telah bergabung mengecam Israel. Dengarlah bagaimana Iran Montero dari Spanyol mengamuk pada wakil presiden Uni Eropa Kalas yang tak ikut mengutuk aksi Israel. Sebaliknya hanya tersenyum. Ia

mengatakan itu sangat memalukan. Israel 24 horas que se dice pronto en pleno mediterráneo secuestrando barcos y secuestrando ciudadanos europeos. Le hace gracia, ¿verdad? A mí ninguna. Va a mover en algún momento algún dedo para protegerlos. Son ciudadanos europeos. ¿Qué haría usted si fuese Irán? Si fuese Rusia quien se planta en medio del Mediterráneo para secuestrar a ciudadanos europeos. Israel. Selanjutnya dengarkan apa yang disampaikan Menteri Luar Negeri Spanyol yang langsung mendesak Israel dan

menuntut pembebasan. Israel para trasladar todo nuestro rechazo, toda nuestra repulsa y toda nuestra repugnancia por ese trato absolutamente abominable e inaceptable. Y por supuesto entraré en contacto con los países que tienen miembros en la flotilla para tomar todas las decisiones que sean al respecto. Reaksi Menteri Sukiono Indonesia. Sementara itu dari Indonesia meskipun terdapat 9 WNI yang ditangkap oleh Israel, namun Menteri Luar Negeri RI Sugiono secara tegas menyatakan bahwa penahanan seilan warga negara Indonesia

KPK Bicara Langsung Kronologi Suap Audit BPK di Muara Enim, Bermula dari Tingkatan Laporan Keuangan

oleh militer Israel bukan merupakan kasus penculikan ataupun penyanderaan. Pernyataan resmi ini disampaikan setelah Menelu Sugiono melakukan rapat kerja tertutup dengan Komisi 1 DPR RI di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Seperti dalam video yang kami kutip dari kumparan berikut ini. Poin juga dulu waktu itu deportasi itu tidak ada. Ini bukan kasus penculikan atau penyandraan ini kasus kapal yang membawa bantuan kemanusiaannya diintersep. Karena memang mereka melarang. Saya melarang kapal apapun masuk untuk wilayah

tersebut untuk ee kepentingan apapun. Jadi tidak ada syarat. Meski begitu, Sugiono juga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang mendalam atas keberanian para relawan sipil Indonesia yang nekad berangkat demi membantu warga Gaza. Meskipun mereka sejak awal sudah memahami resiko besar dari misi tersebut. Kementerian Luar Negeri sendiri saat ini langsung menggerakkan jaringan diplomatiknya untuk terus berkoordinasi intensif dengan perwakilan Indonesia yang berada di Yordania, Turki, dan Mesir. Meski

dilaporkan kesulitan untuk membebaskan 9 WNI yang ditahan Israel. Pada akhirnya insiden penangkapan armada kemanusiaan Global Sumut Flotila 2.0 sekali lagi membuka tabir betapa rapuhnya hukum internasional di hadapan kekuasaan yang sewenang-wenang. Di perairan internasional, ratusan aktivis damai dari 45 negara termasuk il putra-putri Indonesia diperlakukan seperti teroris hanya karena membawa susu bayi dan obat-obatan untuk warga Gaza yang kelaparan. Kini kemarahan dunia bukan lagi sekedar pernyataan dari

Italia yang ngamuk melalui PM Georgia Meloni, Spanyol yang secara terbuka mendesak pembebasan hingga Korea Selatan, Irlandia, Malaysia dan puluhan negara lainnya yang memanggil dupes Israel. Gelombang solidaritas global kini semakin menguat. Video ejekan dan perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan pejabat Israel justru menjadi bumerang bagi Tal Afif. Di tengah gejolak ini, Indonesia sendiri menghadapi ujian diplomatik yang tidak ringan. Dengan WNI yang masih ditahan, sikapnya nampak masih abu-abu dan hati-hati. Di mana

masyarakat Indonesia menanti langkah lebih konkret dari Presiden Prabowo Subianto. Apakah Indonesia akan ikut mendorong front diplomatik yang lebih kuat bersama negara-negara yang sama marahnya? Sekali lagi, aksi Flotila mungkin gagal menembus blokade Gaza, tapi ia telah berhasil menembus hati nurani dunia. Semakin Israel menggunakan kekerasan untuk menyembunyikan krisis kemanusiaan di Gaza, semakin banyak negara dan rakyat di seluruh penjuru dunia yang bangkit bersatu. Solidaritas tidak bisa ditangkap. Keadilan meski

lambat suatu saat pasti akan tiba. I can

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *