aku sampaikan ke beliau, aku juga sudah DM. Aku minta maaf banget pada Bunda Dewi. Aku harus ya muhasabah diri. Dan benar kata Bunda Dewi itu ee ada ranah privasi dan aku sebenarnya bismillah ya tujuannya aku bangga gitu ya. Dan ibaratnya ee kita kan aku sama istriku sama keluarga itu senang mendoakan selalu Bunda Dewi gitu. Dan tadi aku udah DM juga, udah aku komen minta ma sebesar-besarnya dan insyaallah ya mungkin dari hal ini aku banyak belajar lagi. Kak ee beliau itu tipe orangnya melihat hati. Jadi tanpa merespon pun
aku yakin beliau aku juga tadi telepon Bang Sandi juga kan berkeluarga kan. Tapi ada satu hal kan beliau ada ee netizen yang menyung beliau. Aku pernah waktu itu beliau ee ngelaporin netizen untuk netizen please perbanyak istigfar, baca Al-Qur’an, salat, kita jadikan ee media sosmet itu untuk hal-hal baik gitu. Jadi jujur ee saya banyak belajar juga dari sini sama beliau gitu bahwasanya ya harus ada ranah privasi dan itu tetangganya lagi nyiram pakai selang dari arah belakang dari arah dari arah dalam rumah ke para pengunjung
yang lagi ngantri tapi mungkin memang ee pengunjungnya tidak marah dan merasa mungkin kegerahan jadi ee merasa ya udah pada diterima aja dan tapi masih disiram dari dalam rumah. Lagi ada yang viral juga nih. Sempat ada pengunjung yang disiram. Mungkin kena siram juga tadi, [tertawa] Bu. Ee sempat ada ponakan saya kena siram dari rumah itu tuh rumah rumah situ. Itu ponakan Ibu aja atau ada yang lain, Bu? Katanya sih ada tadi. Kemarin atau tadi gitu katanya ada juga tadi. Berarti Ibu tadi enggak?
Saya sih enggak. Saya sih enggak. Cuma ponakan saya cerita tadi dia kena siram. Gimana, Bu? Mungkin ceritanya tadi Kak Ibu mungkin karena ngantri kali ya jadi keganggu kali tetangga ya. Iya mungkin kita bisa mengambil sisi positifnya di sini. Kalau Aldi Tahir itu sampai sekarang masih ada keterikatannya dengan Kakak Gap saking sayangnya gitu loh ya. Jadi menganggap sudah seperti anak sendiri seperti itu. Mungkin mungkin walaupun secara treatment ya belum sempurna gitu kan ya menjadi ayah sambung tapi ya itu tadi ya yang namanya
juga manusia berusaha untuk menjadi lebih baik gitu. Betul. dan di luar dari kontroversi yang dilakukan oleh Aldi Taher gitu ya, tentunya juga ee saya tuh salut sekali gitu dengan apa yang dilakukan Aldi Tah sampai mempertahankan karir hingga saat ini gitu ya. Dimulai dari salah satu finalis di majalah remaja di tahun 2000-an awal sampai akhirnya sampai sekarang pun masih tetap bertahan yang pastinya juga tetap e fokus akan eksistensinya dia, akan sensasinya juga yang terkenal dibilang asal ngomong
gitu, asbun gitu ya. Tapi yang paling penting tu adalah dia berani untuk mencoba hal-hal yang baru seperti bisnis-bisnis yang dilakukan juga dalam bidang FMB. Betul. Betul. Apalagi teknik marketingnya sangat luar biasa sekali ya. Terbukti sekarang sampai sekarang aku belum mendapatkan itu namanya burger Aldi tuh. Tolong Aldi itu kemarin janjinya mau ngebawain kita ke sini loh barang-barang eh barang-barang makanan-makanan itu. Karena kan memang segitu banyaknya peminatnya sehingga antriannya sangat panjang membuat
beberapa warga di situ mungkin agak resah sampai akhirnya kemarin disiram gitu kayak belangwir. Ya, mudah-mudahan di sini ya karena kita juga melihat pelanggan sudah semakin banyak. Mudah-mudahan ke depannya nanti Aldi sudah punya gerai sendiri. Iya kan? Di tempat yang seharusnya bukan di komplek gitu. Betul. Dan kita juga tunggu gebrakan baru lagi dari Alin Taher. Ya, mungkin bukan cuman bisnis dari FMB-nya aja, tapi lagu-lagu baru yang diciptakan secara dadakan. Ya, itu burgernya juga dibikin dadakan juga.
Genius loh. Dari mulai lirik dadakan sampai aran semen itu dia nyari kunci gitarnya juga dadakan. Cuman Aldi Tahir yang bisa dan kita juga mendengarkannya dan juga menikmatinya dadakan juga ya [tertawa] dengan berbagai macam ekspektasi ya.

Komentar